Dibaca : 16534 x
KhotbahMinggu, 07 Januari 2024 Efesus 1: 3-6 LAUS DEO
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kata Laus Deo terukir pada puncak monumen Washington milik negara Paman Sam Lebih tepatnya pada puncak sebelah timur atau yang menghadap arah matahari terbit. Dan sinar matahari dari ufuk timur yang pertama kali menyinari Washington D.C. akan mengenai kata Laus Deo. Seakan-akan orang Amerika itu berkata “praise be to God” setiap paginya. Laus Deo -terpujilah Tuhan merupakan sebuah sanjungan (eulogy) sebagai tanggapan/respon manusia atas seluruh tindakan Allah. Kenapa perlu alasan yang mendasar dalam sanjungan atau pujian kepada Allah? Karena Allah memiliki rencana yang kekal (eternal plan) bagi setiap orang percaya. Rencana kekal ini tidak didasarkan oleh keistimewaan manusia, juga tidak didasarkan pada kerohanian manusia tetapi semata-mata didasarkan pada keistimewaan kasih karunia Allah yang merengkuh manusia untuk mengarah ke masa depan. Manusia tidak pernah dapat memastikan masa depan tetapi Allah sudah ada dimasa depan dengan rencana kekal-Nya (eternal plan). Allah adalah Allah yang terus bergerak dari masa depan untuk merengkuh manusia dan berjalan bersama manusia. Setiap orang percaya perlu untuk terus menyatakan pujian kepada Allah dengan penghayatan yang mendalam. Artinya pujian itu tidak sekedar pengalaman tetapi pengalaman yang menjadi peristiwa iman. Setiap orang percaya yang dimungkinkan untuk terus bergerak dalam pengakuan yang demikian akan menjalani kehidupan ini dengan kepastian di tengah-tengah ketidakpastian.
Maka pengajaran yang dikemukakan oleh Paulus adalah soal pentingnya penghayatan tentang kasih karunia Allah ( Efesus 2: 7-9). Kasih karunia inilah yang memungkinkan setiap oprang percaya mampu menatap hari-hari yang dijalaninya. Kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah itu diwujudkan dalam tindakan nyata sebagaimana dikemukakan demikian:
1. Berkat Rohani (ayat 3-4)
Kasih karunia itu mewujud dalam berkat Rohani bagi setiap orang percaya. Ketika berkat hanya dipahami secara jasmani maka Paulus memberi perspektif yang lain yakni berkat Rohani yakni keterpilihan sebagai anak-Nya. Berkat Rohani inilah yang menempatkan kehidupan setiap orang percaya tetap berlangsung dalam pengharapan karena berkat hanya disebut berkat ketika bermanfaat bagi orang lain. Berkat Rohani disebut berkat ketika kehadiran sebagai warga gereja selalu membawa manfaat. Kehadiran yang bermanfaat itulah dikemukakan oleh Paulus. Allah yang telah menjadi manusia dalam Yesus Kristus itulah yang menjadi panduan bagaimana kehidupan yang didasari dengan berkat Rohani. Yesus memandu setiap orang percaya untuk selalu menghadirkan manfaat sebab Yesus selalu demikian. Di sinilah pentingnya pengajaran untuk terus berharap dan bersandar kepada-Nya agar setiap orang percaya yang dimeteraikan oleh Roh Kudus selalu menaruh harapan kepada Allah.
Bertolak dari pemahaman yang demikian maka kita menjalani tahun 2024 dengan kepastian bahwa kehidupan kita terjamin oleh-Nya. Bertolak dari pemahaman yang demikian kita tahu bahwa berkat yang dinyatakan kepada kita adalah utuh agar membawa kesegaran bagi kita dalam perjuangan menjalani kehidupan. Kita bisa saja mengalami kelelahan mental, kita bisa saja mengalami tekanan dengan kesehatan dsb tetapi kita menemukan pengharapan di dalam rencana kekal-Nya yakni Ia selalu menyertai kita.
2. Keterpilihan (ayat 4-5)
Soal keterpilihan menjadi penting sebab keterpilihan itu didasari pada pemahaman terhadap panggilan dan pengutusan. Kata yang dipakai adalah adopsi. Kita yang nobody’s child menjadi somebody child. Kita yang terbuang justru dipilih-Nya. Keterpilihan menjadi berkualitas ketika ditempatkan dalam pemikiran panggilan dan pengutusan. Mereka yang dipanggil dan diutus untuk memberitakan perbuatan Allah yang besar adalah mereka yang memahami berapa nilai diri mereka. Pemazmur bahkan mempertanyakan siapakah manusia (Mazmur 8:5-6) menunjukkan betapa bersyukurnya status sebagai orang pilihan. Keistimewaan pilihan adalah menempatkan setiap orang percaya sebagai saksi-saksi yang mepersaksikan tindakan Allah yang penuh kasih. Seorang pendeta dari Kampala (Uganda) Wilberforce Bezudde ‘you have been chosen for God’s purpose bya hid unconditional love and grace’ menunjukkan bahwa keterpilihan selalu berkaitan dengan rencana Allah (eternal plan), keterpilihan selalu berhubungan dengan relasi sebab tugas itu harus diwujudkan dalam status sebagai orang terpilih. Inilah yang dimaksud dengan tidak bercacat dalam kapastitas sebagai orang pilihan. Keterpilihan yang bersifat supra temporal- waktu masa kini untuk menjelaskan bahwa keterpilihan itu sangat terbatas sebab kita adalah manusia yang terbatas. Namun yang terbatas ini berada dalam genggaman yang tidak terbatas dan memungkinkan menjadi beda dan tidak sama dengan pola hidup dunia. Intinya adalah bersama dengan Tuhan kita tidak pernah berjumpa jalan buntu, sebab selalu ada jalan keluar atas semua kekuatiran menjalani tahun 2024.
3. Relasi (ayat 6)
Inilah yang menjadi gong pengajaran Paulus yakni supaya seluruh aktifitas dan tindakan orang percaya bermuara pada terpujilah kasih karunia-Nya. Kata di dalam Dia �" en auto menunjukkan adanya sifat kuatnya relasi. Kuatnya relasi inilah yang memungkinkan pujian kepada Allah muncul sebab mustahgil pujian kepada Allah dilakukan oleh mereka yag punya relasi renggang bahkan buruk dengan Allah. Terpujialah Dia hendak menunjukkan bahwa kehidupan yang luar biasa ini sangat berarti dalam relasi dengan Tuhan. Dalam relasi yang luar biasa dengan Tuhan terwujudlah relasi dengan sesama dan lingkungan. Jadi ini soal merawat relasi dengan Allah dan sesame. Hal inilah yang perlu dirumuskan lebih dahulu dalam keluarga, sehingga terpujilah Dia selalu mengakar dalam kehidupan keluarga. Terpujilah Dia yang telah menghadirkan pasangan, anak, kesempatan, pekerjaan, bisnis dan semua aktifitas.
Dengan pemahaman yang demikian maka memuji Tuhan bukan saja sebuah undangan tetapi sekaligus sebuah perintah yang memungkinkan cara pandang terhadap kehidupan semakin berarti.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pemahaman yang demikian maka Laus Deo menjadi pernyatan penting ketika kita mengawali seluruh aktifitas kita dengan ungkapan laus deo. Setiap kita diingatkan bahwa dasar dari terpujilah Allah ialah : berkat Rohani, keterpilihan dan relasi. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|