aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16210 x

Khotbah
Minggu, 31 Desember 2023
Keluaran 3: 1-6
RENCANA ALLAH DAN KETERLIBATAN MANUSIA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Waktu adalah bagian dari manusia dan turut membentuk pengetahuan. Waktu adalah aku dan sebaliknya aku adalah waktu adalah perwujudan menyatunya aku dan waktu. Hidup kita dan waktu bukanlah dua pola hidup yang berbeda tetapi berjalan bersama. Sehingga dalam tuntunan waktu secara obyektif (januari, februari dst) dan pengalaman dengan waktu yang subyektif akan memperkaya kita untuk dapat memberi makna pada kehidupan. Kita memiliki waktu yang sama sebagai anugerah Tuhan dan bagaimana kita menggunakan waktu yang sama tersebut sangat bergantung pada kesediaan diri bersandar pada Allah. “tempora mutantur et nos mutamur in illid -peribahasa Latin yang artinya ”Waktu Berubah dan Kita Ikut Berubah Di dalamnya”. Waktu yang dijalani oleh Musa dalam fase 40 tahun di istana Firaun, 40 tahun di Midian dan 40 tahun di padang gurun adalah rentetan waktu yang berlangsung dalam pengalaman Musa sebagai seorang utusan Allah. Di hadapan Musa hadir Allah yang kekal yakni tidak dikuasai oleh waktu sehingga hubungan antara Allah dan Musa adalah hubungan antara seorang sementara hidupnya terbatas di hadapan Allah yang kekal dan tidak terbatas. Maka rencana Allah bagi Musa adalah rencana perubahan kehidupan umat dan perubahan kehidupan Musa secara pribadi. Perubahan yang diberlakukan Allah sekaligus adalah perubahan yang dilakukan manusia sebab manusia yang tidak mau berubah adalah manusia yang tenggelam dalam kehidupan yang terus berubah. Rencana Allah bagi berubahnya kehidupan umat adalah rencana yang didasarkan pada janji Allah yang tidak berubah, yag lintas generasi (ayat 6). Keteguhan janji Allah merupakan jaminan bagi umat untuk mengalami perubahan kea rah yang lebih baik. Maka kisah Musa yang dipanggil dan diutus adalah kisah tentang rencana Allah yang mengubah kehidupan. Rencana Allah yang diwujudkan dengan tindakan pembebasan umat adalah rencana yang tidak dibatasi oleh waktu. Hal ini nampak dalam keberadaan Musa yang menulis Mazmur 90: 12 �" tentang hari-hari dan hati yang bijaksana.


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Maka memaknai waktu anugerah Tuhan sungguh penting dan mendasar sebab kita tiba di minggu terkahir 2023 tetapi bukan berarti berkat terakhir bagi kita. Tahun 2023 akan berakhir tetapi berkat Tuhan tidak akan berakhir sebab Ia menyertai lintas generasi dan tidak dipengaruhi oleh poerubahn. Allah adalah Allah yang tidak berubah sekalipun segala sesuatu berubah termasuk waktu, termasuk tahun. Untuk itu perhatikanlah hal penting ini:



1. Hayatilah Janji Allah adalah Janji Yang tidak terkait tempat (ayat 1-2)

Musa pernah ada di saat genting ketika dekrit untuk membunuh anak laki-laki Israel diberlakukan. Musa kemudian hidup di istana firaun dan kini Musa hidup di padang gurun Midian. Semuanya berkaitan dengan ruang dan waktu. Semua pengalama hidup Musa berhubungan dengan perubahan ruang dan waktu. Namun dalam perubahan itu Allah adalah Allah yang memanggil dan mengutus Musa adalah Allah yang tidak dikuasai ruang dan waktu. Penyertaan Allah ini terus menjadi bagian dari kehidupan Musa sebagaimana dinyatakan Allah di ayat 6. Dan inilah yang menjadi kekuatan bagi kita dalam menjalani kehidupan bahwa panggilan dan pengutusan kita bukanlah panggilan dan pengutusan berdasarkan prestasi tetapi berdasarkan misi Allah.

Keluaran 3:7 “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka...”. Keluhan bangsa Israel telah didengar oleh Allah dan Ia sudah bertindak sebelum Ia menyampaikannya kepada Bangsa Israel. Perhatikan kalimat “…Aku telah turun untuk melepaskan mereka…” (Keluaran 3:8). Kalimat ini diterjemahkan “I have come down” [present perfect] dalam Alkitab bahasa Inggris terjemahan NIV. Penggunaan tenses ini menunjukkan bahwa kegiatan “turun” yang dilakukan oleh subjek kalimat [Aku] �" [Allah] terjadi satu kali pada masa lampau tetapi masih ada hubungannya dengan waktu sekarang. Kata kerja ‘turun’ dalam kalimat tersebut adalah bentuk lampau (past participle).

Inilah yang menolong kita untuk menghayati bahwa hidup sebagai umat Allah dengan perubahan-perubahan yang dialami sedikitpun tidak merubah rencana Allah bagi kita. Bahkan Ia telah melakukan sesuatu sebelum mengatakannya. Sekali lagi kita semua diingatkan untuk melihat akhir tahun bukan sebagai akhir berkat.



2. Semak yang menyala (ayat 4-5)

Penampakan kuasa Allah yang demikian agung diperlihatkan melalui Semak yang menyala namun tidak habis terbakar. Semak yang menyala dan kasut yang harus dilepaskan adalah bukti tentang keadaan khusus, keadaan kudus. Jadi kudus di sini bukanlah berarti tanpa salah tanpa cacat, kudus di sini berarti bahwa sebagai umat yang memahami cacat dan cela mereka maka umat bergantung kepada yang Maha Kudus. Ketika Allah menyatakan kehgadirann-Nya maka tempat itu menjadi kudus. Jika kita menghayati bahwa di tengah keluarga kita Allah hadir maka keluarga itu menjadi kudus. Hidup yang demikian adalah hidup yang berbebda dari cara dunia hidup. Ingatlah bahwa Tuhan mengenal kita satu demi satu sehingga hal itu menguduskan kita.

Kehadiran selaku orang percaya di akhir tahun adalah hadir dengan ciri khas KUDUS yakni mengakui bahwa sebagai manusia yang penuh cacat dan cela kita bergantung kepada-Nya. Termasuk cara pandang terhadap dunia dan penderitaan adalah cara pandang yang kudus yang tidak boleh selaras dengan dunia. Dunia ini sedang berubah dan kitapun berubah untuk sedikit menghadirkan kebaikan bagi dunia.

Sahabat-sahabat terkasih

Inti dari pengajaran inilah yang akan menolong kita mengakhir tahun 2023 sebagai warga jemaat yang mau terus belajar sebab perubahan sedang terjadi dan kita tidak beku dan mengalir begitu saja. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya kehidupan kita akan terus berubah kearah yang baik. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518