aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16159 x

Khotbah
Minggu, 24 Desember 2023
Matius 1: 18-25
NAMA YANG BERKUASA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Sebuah nama diberikan bukan saja sebagai pengenal dan pembeda yang berhubungan dengan pribadi tertentu tetapi sekaligus sebagai identitas sang penyandang nama. Nama berperan sebagai symbol yang mempermudah relasi sosial tetapi sekaligus makna teologis (siapakah yang berani memberi nama Yudas bagi anaknya sekalipun artinya: Allah dipuji). Kisah nama yang dikemudian hari mengguncang dunia, meruntuhkan kekuasaan tirani dan menjadi pengharapan kaum papa adalah kisah tentang pergulatan batin seorang pemuda bernama Yusuf. Nama yang kemudian diberikan kepada sang bayi bukanlah nama hasil pemikiran dan perenungan Yusuf sebab nama itu sudah ditentukan oleh Allah. Nama yang diberikan adalah nama yang telah dinubuatkan Yesaya sebelumnya (Yes. 7:14). Jadi kisah kelahiran Yesus bukanlah sekedar kisah kelahiran manusia tetapi sekaligus berdasarkan kelahiran inilah akan lahir generasi baru yang mengalami kelahiran yang baru. Sebuah generasi yang akan membahanakan kuasa yang terkandung dalam nama Yesus bahkan kuasa yang dipakai sebagai upaya meruntuhkan kuasa jahat.

Sebuah nama tidak saja menghidupkan semangat dan pengharapan tetapi sekaligus menimbulkan ketakutan dan kecemasan bagi pelaku kejahatan. Nama yang akan membuat korban kejahatan menemukan kembali pengharapan untuk terus melangkah sekalipun menanggung beban yang berat. Baik Yusuf maupun Maria sudah tentu berada dalam kegelisahan oleh peristiwa kehamilan jadi siapa yang akan berpikir tentang nama sang bayi? Cara Injil Matius menuangkan kisah ini sebagai kisah yang historis sekaligus teologis untuk menjelaskan bahwa penolakan pada nama ini bukanlah hal baru. Penolakan yang terjadi memperlihatkan bahwa bayi yang  dilahirkan akan membawa pemisahan yang tegas dan jelas tentang siapa yang menerima dan menolak. Maka kisah kelahiran yang dikemukakan dalam bacaan ini mengandung pengjaran penting yakni:



1. Nama Yesus adalah nama yang berkuasa (ayat 18-21)

Hamilnya Maria dan rencana Yusuf bukanlah peristiwa yang biasa sebab keputusan Yusuf untuk menerima Maria adalah sekaligus sikap Yusuf dalam menghadapi permasalahan berat. Bagaimana Yusuf tidak ‘membaca’ permasalahan secara logis semata tetapi mau untuk ‘membaca’ dengan intuisi, dengan nurani, membuatnya mengambil Keputusan yang tepat. Keputusan yang tepat dalam melihat permasalahan adalah Keputusan yang didasarkan pada kepekaannya mendengar suara Ilahi.

Yesus adalah nama yang berkuasa sehingga menghadirkan perspektif baru dalam menjalani kehidupan yang tidak mudah. Yesus adalah nama yang bermartabat sehingga tidak memberi ruang bagi kesombongan dan arogansi manusia. Supremasi nama Yesus diperlihatkan melalui pelayanan kasih-Nya yang menghidupkan dan sekaligus menantang kesombongan Rohani. Iblis gentar di hadapan-Nya dan para malaikat menyanyi dalam bahasa yang dikenal umat manusia (Lukas 2: 14). Herodes ketakutan sehingga membuat kejahatan, para majus melangkah dalam kepastian untuk menyembah-nya. Semua ini menunjukkan bahwa kekuasaan tertinggi nama Yesus adalah kekuatan yang menyejukkan kala kegundahan melanda hidup.
Maka peristiwa Natal adalah peristiwa yang hendak meneguhkan kita semua bahwa nama Yesus adalah nama ynag berkuasa bahkan atas segala masalah kita. Natal yang disambut gembir bukanlah Natal tanpa masalah tetapi kita semua tahu dengan siapa masalah itu akan kita hadapi. Natal bukan saja peristiwa menggembirakan tetapi sekaligus menghadirkan semangat untuk terus melnajutkan kehidupan yang telah ditebus-Nya. Natal harus disambut dengan keberanian untuk membuat keputusan penting dalam kehidupan: mau mendengar suara Tuhan atau mengikuti kata hati.



2. Natal adalah kepastian penyertaan-Nya (ayat 22-25)

Jika nama Yesus adalah nama yang berkuasa maka kehadiran Yesus telah dinubuatkan oleh nabi-nabi di Perjanjian Lama. Salah satunya adalah Yesaya sebagaimana dikemukakan dalam Yes. 7:14. Perempuan muda/alma menjadi cara Allah menyatakan solidaritas-Nya bagi manusia sebab Immanuel merujuk pada pemahaman betapa hinanya manusia yang dijumpai oleh keagungan Allah. Yesus adalah perwujudan Immanuel yang memungkinkan manusia menemukan kembali keberanian menjalani kehidupan. Penyertaan Allah dinyatakan melalui Yesus Kristus sehingga manusia dapat menjumpai ketenangan di tengah kegelisahan, menjumpai harapan ketika keputusasaan mendera.

Penyertaan inilah yang memungkinkan terbukanya babak baru dalam kehidupan manusia sebab Ia yang menyertai adalah Ia yang hadir dengan rencana dan gagasan besar bagi manusia. Natal menjadi kepastian bahwa dalam hidup yang dijalani selalu ada moment yang biasa dan sederhana namun berarti besar dan luar biasa. Natal mendorong kita untuk sekali lagi melihat bagaimana Immanuel telah menyertai kita dalam denyut kehidupan yang tidak terduga. Maka marilah kita menyambut Natal dengan kepastian bahwa Ia sudah menyertai kita dimasa lalu, Ia juga akan menyertai kita dimasa kini dan masa depan sebab dalam kekekalan Ia merengkuh baik masa depan, masa kini dan masa lalu.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Melalui pengajaran inilah kita semua dapat bersukacita sebab dalam nama-Nya ada kuasa yang besar dan dalam penyertaan-Nya kita semua menemukan pengharapan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin








Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518