aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16287 x

Khotbah
Minggu, 17 Desember 2023
Lukas 1: 1-4
BERITAKAN KEBENARAN

BERITAKAN KEBENARAN

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Ungkapan Albert Einstein -Anyone who doesn"t take truth seriously in small matters cannot be trusted in large ones either (Siapapun yang tidak menganggap serius kebenaran dalam hal-hal kecil juga tidak dapat dipercaya dalam hal-hal besar). Gagasan ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah kebenaran dibangun dan digarap. Kebenaran yang dimulai dari hal-hal kecil seperti yang ditemukan Einstein (Siapa pun yang tidak menganggap serius kebenaran dalam hal-hal kecil tidak dapat dipercaya dalam hal-hal besar) dapat menjadi titik awal gerakan revolusioner agar kisah kebenaran tidak lagi hanya menjadi milik orang-orang tertentu. dan di wilayah tertentu.
Kisah yang disajikan dalam Lukas 1 merupakan suatu keindahan dalam menyusun naskah kesaksian tentang kebenaran. Naskah tersebut bukan sekedar naskah sejarah melainkan naskah kesaksian tentang karya kebenaran yang dilakukan Yesus (Kisah-Nya). Sebuah kesaksian yang kemudian menjadi luar biasa karena bukankah Teofilus yang berarti sahabat Allah merupakan ungkapan setiap orang percaya (band. Yohanes 15:15). Dalam hal itu, upaya yang dilakukan Lukas merupakan sebuah warisan yang dapat terus bergaung hingga saat ini. Hal ini penting karena kebenarannya saat ini hanyalah sebuah komoditas yang diperjualbelikan. Kebenaran tidak lagi menjadi panglima dalam kehidupan karena telah tergeser oleh kepentingan, keserakahan, dan pengkhianatan. Kebenaran tidak lagi berpotensi mempertajam kepekaan karena rasa krisis telah diredakan. Lukas melihat bahwa pada masanya sudah banyak tulisan tentang kisah Yesus yang melakukan transformasi radikal dengan membawa kebenaran dan menamakan dirinya kebenaran (ayat 1). Meski banyak pemberitaan tentang Yesus, Lukas mengutarakan pendapatnya bahwa perlu disusun naskah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Jika demikian halnya, lalu apa yang harus dicermati dalam tulisan yang menjadi sarana kesaksian tentang kebenaran?
1. Kebenaran dilakukan dengan santun (ayat 1-2). Sopan satun dalam memberi kesaksian pertama-tama adalah soal kesantunan. Kesantunan itu bersifat universal maka semua tindakan yang didasarkan pada kesantunan akan menghadirkan sukacita. Teofilus yang mulia adalah gambaran sikap Lukas yang menghormati seseorang karena tanggung jawab besar yang diembannya. Kebenaran tanpa sikap sopan santun menjadi tidak berarti (band 1 Petrus 2:17). Sikap hormat Lukas kepada teofilus menunjukkan bahwa disitulah berita tentang kebenaran dimulai. Seringkali sikap hormat menjadi tantangan tersendiri dan perlu dipahami dengan cerdas.
Bukankah ini bentuk kesaksian yang benar-benar original. Kesaksian tentang gaya hidup yang membawa kebenaran itu dalam perilaku sederhan setiap hari. Kebenaran lkalu tidak menjadi milik orang-orang elit di lingkungan tertentu tetapi ditampilkan dalam wajah keramahan dan santun. Kesaksian harus dimulai dengan sikap demikian agar kesaksian itu menjadi gaya hidup yang menyenangkan semua orang.
Sementara itu Lukas menunjukkan bahwa semua kisah tentang Yesus yang dibukukan adalah kisah tentang bagaimana sebuah kebenaran diungkapkan. Sikap Lukas yang teliti adalah dengan menguarai berbagai informasi dan membuat sebuah narasi yang akan mewujudkan makna dari buku yang penting. Lukas tidak dengan gegabah menerima setiap informasi atau Lukas tidak dengan gegabah mengumpulkan kisah tentang Yesus. Lukas dengan sangat memperhatikan orosinalnya sebuah kebenaran yakni kebenaran yang berlaku kontekstual. Kebenaran ini adalah sesuatu yang berada dilokal tertentu tetapi esesinya dapat bergema kemana-mana. Jadi dengan menyusun sebuah kesaksian yang bertanggung jawab Lukas hendak menunjukkan betapa indahnya kehidupan yang dikendalikan kebenaran.
2. Kebenaran adalah soal menjadi berarti bagi sesama (ayat 3-4)
Apa yang dikemukakan pada ayat ini adalah sebuah kesungguhan untuk mendapatkan berita yang otentik tentang Yesus sang kebenaran. Berita tentang Yesus yang dipahami dalam kebenaran adalah berita tentang Yesus secara benar. Artinya dengan memahami berita tentang Yesus maka akan didapatkan kebenaran yang hakiki. Misalhnya apakah Yesus hanya melakukan mujizat, tentu tidak. Apakah Yesus bersedia untuk kompromi dengan kejahatan tentu tidak. Hal-hal seperti ini perlu mendapat perhatian yang serius di tengah kecenderungan banyak berita palsu tentang Yesus. Di tengah banyaknya upaya untuk merendahkan Yesus lalu kita semua gamang dengan keadaan ini sebab tidak berpengatahuan tentang sang kebenaran.
Kesaksian adalah kesaksian dalam kerangka perubahan gaya hidup yang mengakar pada kebenaran (band. Luk.1:6). Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan dalam kesaksian adalah pertama-tama keteladanan. Keteladan tentang kebenaran yang mengakar pada berita yang benar. Jadi warga jemaat yang tidak lagi mau belajar, tidak lagi mau membaca adalah warga jemaat yang akhirnya menjadi acuh terhadap kebenaran dan mudah terseret pengaruh jaman. Untuk itu diperlukan keteladanan yang akan memberi pengaruh yang kuat tentang kebenaran dan Yesus sang kebenaran dipermulikan.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Maka di minggu adven ke-3 ini kita diundang untuk kembali melihat bersama kedalam kehidupan kita sebagai orang percaya yang memperhatikan kesantunan dan kesediaan untuk belajar. Pada titik inilah kebenaran akan berkembang membawa sukacita bagi sesame. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518