Dibaca : 16264 x
KhotbahMinggu, 10 Desember 2023 Mikha 5: 1-4 PEMIMPIN YANG MENGHADIRKAN DAMAI SEJAHTERA
Sahabat-sahabat yang Tuhan Kasihi
Ada ungkapan yang menyatakan bahwa ‘jika kekuasaan cinta dapat mengatasi cinta kekuasaan maka dunia akan mengalami damai (peace). Ungkapan ini hendak menunjukkan bahwa cinta kekuasaan demikian luar biasa sehingga demi kekuasaan orang dapat melakukan pengkhianatan nurani, memakai topeng kedermawanan. Manusia yang mencintai kekuasaan adalah manusia yang bersedia untuk menggugurkan semua kebenaran sebab kebenaran akan menjadi batu sandungan yang menyakitkan. Kekuasaan yang dikemas dengan keculasan adalah kekuasaan yang haus kedudukan sehingga membutuhkan penjilat di sekitarnya. Kekuasaan yang dibangun dengan penolakan kepada Sumber kekuasaan yakni Allah adalah kekuasaan yang menjadi berhala dan menghadirkan keserakahan yang memiskinkan umat.
Inilah gambaran kekuasaan yang diberlakukan pada jaman nabi Mikha sehingga di pasal 3 diperlihatkan teguran yang keras kepada pemimpin Israel maupun Yehuda (band 3:9). Dengan menyatakan kerusakan moral yang demikian hebat dan runtuhnya nilai-nilai kebenaran maka umat menjadi korban karena harus menanggung kebobrokan pemimpin mereka baik nabi-nabi maupun pelihat yang korup (3: 11). Suasana seperti inilah yang menjadi latar belakang dari seruan kerinduan agar Mesias segera datang. Kerinduan untuk datangnya Mesias bertolak dari umat yang mengalami kelelahan dalam menanggung beban dari model kepemimpinan Israel dan Yehuda. Umat dibelenggu oleh kenyataan yang merendahkan kehidupan mereka sehingga benar atau salah, baik atau buruk sudah tidak jelas karena yang baik bisa buruk demikian sebaliknya. Kejahatan ini bersifat kolektif karena melibatkan pilar-pilar kepemimpinan waktu itu yakni raja, imam dan nabi.
Maka seruan nubuat nabi Mikha menjadi seruan yang menggetarkan dan mengejutkan sebab sang nabi berkata dengan lantang bahwa ia hadir dengan kekuatan Roh Tuhan (3:8). Seruan nabi Mikha adalah seruan yang mewakili seruan umat tentang dibutuhkannya kebenaran dan keadilan, diperlukannya kebajikan dan diharapkannya perubahan moral para pemimpin. Dalam konteks yang demikian maka seruan sang nabi hendaknya ditelaah dengan baik, didengar dengan sungguh-sungguh. Sang nabi mengarahkan pesannya agar dicermati oleh umat Tuhan dengan serius.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Apa yang dikemukakan nabi Mikha tentang pemimpin adalah antithesis atau lawan dari dari model yang berlaku waktu itu. Mikha memperlihatkan bagaimana Allah bertindak dalam karya keselamatan dan merangkul kembali umat-Nya dari puing-puing keruntuhan semangat hidup mereka. Mikha menunjukkan bahwa sang Mesias akan hadir dengan ciri khas yang mendasar, yang fundamental. Nubuat sang nabi mencakup hal yang bertentangan dengan pemikiran waktu itu yakni:
1. Mesias itu dari kota yang tidak lagi diperhitungkan (ayat 1). Benar bahwa Yerusalem adalah kota megah dengan Bait Suci di dalamnya tetapi kemegahan itu berakar pada raja Daud yang lahir di Bethlehem. Benar bahwa Yerusalem di bukit Sion akan menjadi pusat pengjaran (4: 2) tetapi identitas raja Daud dari Bethlehem yang kecil dan tidak diperhitungkan harus mendapat perhatian.
Mesias dari Bethlehem yang bukan saja kecil tetapi TERKECIL dari kaum-kaum Yehuda (KJV-thousand of Judah). Berita ini tentu saja bisa menimbulkan kegalauan untuk yang mendengar. Apakah yang bisa diharapkan dari kota yang terkecil Bethlehem? Namun seruan nabi Mikha tetap menggelegar sebagai seruang yang menghadirkan harapan. Damai Sejahtera bukan berasal dari para pemimpin yang korup dan populis tetapi dari Mesias yang bisa saja tidak menggetarkan penampilannya. Mesias seperti inilah yang mampu memulihkan kehidupan umat. Mesias yang datang dan meruntuhkan kekuasaan yang destruktif dan menggantikannya dengan kekuasan yang konstruktif. Kekuasaan yang berlangsung dalam kebenaran dan keadilan sehingga terwujud damai Sejahtera.
Maka pertanyaan mendasar saat ini siapakah yang memimpin dan berkuasa dalam kehidupan kita? Apakah kekuasaan dan kepemimpinannya membawa damai Sejahtera? Jika kita menjawabnya dengan pertanyaan bahwa Yesus yang memimpin kehidupan saya tetapi Dimana damai Sejahtera? Hidup saya berada dalam belenggu permasalahan, pergumulan, keputusasaan. Maka perlu dikemukakan bahwa damai Sejahtera itu menjadi milik kita ketika kita selalu memberi ruang bagi-Nya dalam kehidupan kita. Damai Sejahtera itu bukan berarti tanpa masalah tetapi dengan siapa masalah dihadapi itulah yang mendatangkan damai Sejahtera. Hidup bukan keceriaan tanpa akhir tetapi juga bukan nestapa tanpa jeda dan menjaga keadaan ini bersama dengan Tuhan itulah yang membuat kita bersyukur. Perjamuan Kudus ini adalah gagasan tentang penyertaan Tuhan yang tanpa akhir sebab damai Sejahtera-Nya juga tanpa akhir.
2. Mesias bertindak sebagai seorang gembala (ayat 3)
Seorang gembala yang bertanggungjawab atas domba-dombanya adalah gembala yang visioner (band. Mazmur 23: 6). Tindakan sebagai seorang gembala yang visioner adalah gembala yang tahu apa yang DIBUTUHKAN oleh kawanan dombanya. Gembala yang tahu apa yang harus DILAKUKAN olehnya. Sebagai seorang gembala atau pemimpin Mesias melakukannya dengan kekuatan dan kemegahan nama Tuhan sehingga damai Sejahtera itupun dilakukan dalam kekuatan dan dalam kemegahan nama Tuhan. Hal ini menunjukkan bahwa Pemimpin itu tidak akan pernah mempermalukan domba gembalaan-Nya. Domba-domba itu terjamin dalam perlindungan sang Gembala. Seruan sang nabi hendak mengingatkan umat bahwa hadirnya Mesias bukan saja berkaitan dengan masa kini tetapi juga masa depan.
Bagi kita selaku orang percaya saat ini hendak diingatkan bahwa masa kini dan masa depan kita terjamin oleh-Nya. Bukan terjamin tidak ada masalah tetapi terjamin karena ketika kita menangis Ia ada bersama kita. Ketika kita ditinggalkan Ia setia menemani kita. Ketika kita putus asa Ia menguatkan kita kembali. Dalam keadaan apapun Ia merangkul kita untuk terus melangkah ke masa depan. Inilah Mesias yang menyatakan damai Sejahtera tanpa batas sebab diri-Nya sendiri adalah damai Sejahtera. Perjamuan kudus ini menolong kita memahami bahwa apa yang kita butuhkan dan apa yang akan dilakukan-Nya selalu mengkristal dalam apa yang disebut sebagai DAMAI SEJAHTERA.
Sahabat-sahabat terkasih,
Marilah kita memberi diri untuk terus dipimpin oleh sang Mesias, agar hidup kita sekarang dan masa depan adalah hidup yang mengalami dan mewartakan damai Sejahtera. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|