aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16134 x

Khotbah
Minggu 03 Desember 2023
Ibrani 5: 1-4
IMAM BESAR DAN PENGHARAPAN

IMAM BESAR DAN PENGHARAPAN
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Selamat memasuki Minggu Advent 1, minggu perenungan tentang pengharapan yang memungkinkan kehidupan menjadi berarti. Pengharapan yang memicu semangat untuk terus menjalani kehidupan dengan berbagai masalahnya. Seorang Maria Popova mengemukakan bahwa ‘hidup secara kritis tanpa harapan hanyalah sinisme dan sebaliknya harapan tanpa sikap kritis adalah naif’. Melalui pernyataan ini Maria Popova mempertentangkan antara hidup yang sinis dan naif sebagai keadaan yang harus bisa dikalahkan sehingga kehidupan menjadi bermakna. Bukankah hidup sinis dan naif akan menjerumuskan orang pada kemerosotan makna. Pada titik inilah pengajaran tentang Imam Besar menjadi relevan ketika ditempatkan dalam perspektif harapan.

Narasi Ibrani yang ditujukan kepada orang Kristen Yahudi adalah pengajaran tentang pentingnya memiliki pikiran yang jernih tentang imam besar. Penulis Ibrani menunjukkan bahwa seorang imam besar yang punya kedudukan penting dalam system peribadah adalah pribadi yang menjembatani hubungan antara Allah dan manusia dan sebaliknya. Perannya yang penting dalam ibadah di bait suci mempertegas kehadiran Allah yang menyatakan kesediaan untuk menjumpai manusia dan dijumpai oleh manusia. Kesadaran inilah yang dianggap penting dan mendasar karena imam besar dalam narasi ini di pertentangkan dengan Imam Besar Agung yakni Yesus. Imam Besar Agung yang dalam karya pelayanan-Nya telah menghadirkan pengharapan dalam arti yang sesungguhnya. Jika imam besar menurut tradisi Harun adalah imam besar yang juga memiliki dosa maka Imam Besar Agung yakni Yesus memikul dosa manusia sekalipun Ia tidak berdosa. Jika imam besar tradisi Harun harus membawa korban sembelihan maka Imam Besar Agung memberi dirinya sendiri sebagai korban yang sejati. Dengan mempertentangkan model imam besar ini hendak ditegaskan bahwa sekalipun umat berada dalam kejenuhan akibat tekanan persoalan dan pergumulan yang bertubi-tubi namun mereka tidak boleh kehilangan pengharapan (bandingkan Roma 5:5). Pengharapan yang demikian bukanlah pengharapan dengan kalkulasi (saya berharap sore ini hujan padahal faktanya musim kemarau-hope), pengharapan ini bukanlah pengharapan didasarkan ungkapan ‘seandainya’ (wish- seandainya bisa lulus dengan predikat cum laude) tetapi pengharapan ini didasarkan pada fakta-fakta (expect). Jika faktanya adalah setiap semester mendapat IP 4 maka dapat berharap lulus cumlaude.

Narasi Ibrani pasal 5 : 1-4 adalah narasi tentang pengharapan berdasarkan fakta-fakta yang sudah terjadi. Yesus Kristus adalah sang Imam Besar Agung didasarkan pada fakta bahwa Ia sendiri telah menjadi juruselamat manusia. Yesus Kristus sebagai Imam Besar Agung adalah Ia yang terus menyertai kehidupan setiap orang percaya di tengah berbagai tekanan masalah dan persoalan. Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan ialah:



1. Harapan adalah soal “part of life’ (ayat 1 �" 3)

Imam Besar yang bertugas dalam peribadahan umat pada dasarnya bertugas untuk mewujudkan pengharapan. Artinya sebagai umat perlu ada pengakuan bahwa perjalan hidup mereka sangat membutuhkan keterlibatan Tuhan dan disinilah harapan bekerja. Harapan bukanlah sesuatu yang berada diluar manusia sebab harapan itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Setiap hari manusia bergerak dari satu harapan ke harapan yang lain. Maka dalam perspektif ini imam besar berfungsi mewujudkan pengharapan umat (termasuk dirinya sendiri).



Imam besar itu punya kelemahan dan karena itulah perannya sebagai imam besar bukan terpisah dari kelemahan umat tetapi menjadi kesatuan dengan kelemahan umat. Dengan demikian peran sebagai imam besar memiliki keterbatasan sehingga Imam Besar Agung yakni Yesus Kristus telah menyatakan kehadiran-Nya yang membebaskan. Inilah harapan terbesar yang dapat memberi kekuatan menjalani kehidupan (band 1 Petrus 1:13).

Maka pengajaran penting adalah harapan kita masa kini adalah harapan yang terarah kepada Yesus. Harapan yang telah menjadi bagian dari kehidupan agar terus melaju dalam berbagai keadaan. Persoalan memang nampak besar tetapi ‘hope as a part of life’ menunjukkan bahwa ada fakta penting keterlibatan-Nya dalam kehidupan hingga bulan desember ini. Bagaimana kehidupan kita terus digenggam-Nya agar tidak lunglai oleh berbagai persoalan yang mendera sebaliknya dengan perlahan kita terus melamgkah dalam kepasrtian. Maka jangan mengabaikan (ignorant-jahil) namun teruslah bersandar pada kedaulatan-Nya untuk menyatakan bahwa pengharapan tidak pernah sia-sia.



2. Harapan adalah soal ‘believe whatever happen will be a good thing’ (ayat 4-5)

Kehadiran imam besar adalah kehadiran untuk menyatakan bahwa didepan ada hal yang lebih baik. Hal baik dimasa depan adalah terjadinya perubahan identitas yang tidak terpojok oleh keadaan tetapi mengakar pada Kristus. Kehadiran imam besar bisa saja menjadi populis tetapi tidak popular untuk menunjukkan bahwa kesiapan diri mengikuti-Nya bisa dianggap sebagai kebodohan. Apakah kita percaya atau tidak pada Yesus, Ia tetap adalah Imam Besar yang menjadi jemabatan Allah menjumpai manusia. Maka kita membutuhkan-Nya untuk terus mewujudkan hal yang baik di masa depan karena ada yang dituju dan tujuan hidup menjadi sangat jelas.

Pengampunan dosa bertujuan untuk mempertegas kembali apakah tujuan hidup manusia yakni menyatakan kepada sesama bahwa di dalam Yesus ada pengharapan yang pasti bukan ‘hope atau wish’ tapi expect by facts’. Pemahaman seperti inilah yang mempertajam kemampuan kita menjalani kehidupan yang tidak mudah. Bisa saja di minggu advent ini kita di kelilingi oleh persoalan, bisa saja kita mengalami kelemahan tubuh, bisa saja kita menggumuli persoalan ekonomi. Namun demikian kita mendapat kepastian jaminan karena pengharapan kita bagaikan ‘sauh’ yang membuat kita tidak terseret oleh arus persoalan dan pergumulan.



Sahabat-sahabat terkasih

Di Minggu Advent 1 inilah kita semua diundang untuk merenungkan kembali betapa baiknya Tuhan yang memungkinkan kita tetap memiliki pengharapan. Selamat menjalani minggu-minggu adven sambal terus mengingat bahwa fakta-fakta kehidupan menjadi alasan yang kuat untuk selalu memiliki pengharapan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin




Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518