Dibaca : 16656 x
KhotbahMinggu, 12 Nopember 2023 Lukas 8: 1-3 KUALITAS PELAYANAN BAGI YESUS
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi Kisah tentang Perempuan senantiasa hadir dengan kekuatan dan pengaruh yang besar. Kisah tentang Perempuan adalah kisah tentang kehidupan sebab karena pengaruh perempuanlah sebuah generasi dapat hadir secara baik atau tersungkur dalam kehidupan. Kisah tentang Perempuan adalah kisah tentang anugerah menjadi Perempuan sebab menjadi Perempuan bukanlah pilihan. Maka Perempuan hadir dalam sejarah dengan berbagai kisah yang mengharukan seperti Ruth atau kisah kejahatan seperti Delila.
Dalam bacaan ini dikemukakan tentang peristiwa penting dimana kehadiran Yesus telah menyudutkan pemikiran yang berlaku saat itu. Pemikiran yang menyingkirkan peran Perempuan sebab bayi Perempuan adalah kesedihan. Garis tegas yang memisahkan laki-laki dan Perempuan saat itu sangat merendahkan nilai prempuan yang jika merujuk ke Kejadian 2:18 menjadi penolong bagi laki-laki. Kisah tentang perempuan yang tersingkir dan diabaikan adalah kisah yang harus digantikan dengan kisah tentang pemulihan. Kisah tentang perubahan yang mendasar karena bertumpu pada pertobatan.
Dalam bagian bacaan ini dikemukakan tentang perempuan-perempuan yang terlibat dalam pelayanan. Narasi ini sesudah peristiwa besar dimana seorang perempuan yang terkenal sebagai orang berdosa (7: 37) kini bertindak dengan membasahi kaki dengan air mata dan menyekanya dengan rambut (7: 38). Kehadiran Yesus membuat perempuan yang terkenal karena dosa kini mengalami pembaruan yang besar karena dosanya diampuni (7: 48). Inilah peristiwa besar sehingga memberi penjelasan bahwa bahwa ada perempuan yang terkenal karena dosa dan kini ada perempuan yang terkenal karena pelayanan. Ada perempuan yang karena iman mengalami keselamatan (7: 50) dan ada perempuan yang karena meneruskan pemberitaan tentang Injil Kerajaan Allah.
Kisah tentang perempuan-perempuan yang melayani Yesus adalah kisah tentang perempuan-perempuan yang dibebaskan dari beragam belenggu. Mereka dibebaskan dari belenggu penyakit, belenggu roh jahat dan belenggu status sebagai istri bendahara Herodes. Perempuan-perempuan yang terlibat aktif ini hadir dengan beragam identitas namun ketika mengikut Yesus mereka hadir dengan identitas yang sama yakni pelayan yang memberitakan firman. Mereka menjalankan tugas menopang disebarnya benih Injil. Maka pembelajaran penting yang hendak dikemukakan adalah:
1. Pelayanan adalah pelayanan bersama (ayat 1-2)
Kehadiran para perempuan dalam pelayanan menunjukkan bahwa mereka mendapat ruang untuk terlibat. Yesus memberi ruang yang besar kepada setiap perempuan dengan identitas mereka yang berbeda namun melayani dalam kebebasan. Keterlibatan para perempuan adalah menjadi pemberita Injil dalam bentuk yang berbeda yakni melayani dengan kekayaan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa para perempuan memberi yang terbaik dari apa yang mereka miliki agar pemberitaan Injil dapat terus disampaikan. Pemberitaan yang memungkinkan terjadinya pembebasan sebagaimana yang mereka alami. Injil Kerajaan menjadi penting sebab injil Kerajaan itu memulihkan kehidupan mereka.
Melalui kisah ini hendak dikemukakan pembelajaran bahwa kita bisa saja terkenal karena dosa tetapi hendaknya ada pengakuan agar dikenal karena pelayanan Injil Kerajaan. Dosa dan semua variannya bisa membelenggu kita tetapi kuasa Injil Kerajaan yang membebaskan lebih besar kuasanya. Injil Kerajaan adalah kehadiran Yesus yang memberitakan pembebasan agar setiap orang dengan latar belakang yang beragam adalah pelayan-pelayan yang seragam yakni pelayan-pelayan Injil Kerajaan Allah.
Sekaligus hendak dikemukakan bahwa gereja sebagai mempelai perempuan (Efesus 5: 22-32) adalah gereja yang seharusnya dikenal karena memberitakan Injil Kerajaan. Gereja yang dikenal seperti itu adalah gereja yang terus menerus mengakui kerapuhannya. Gereja yang demikian adalah gereja yang akan mengalami pembaruan. Gereja adalah kita semua maka dalam pembaruan itulah kita melayani pemberitaan Injil Kerajaan dan bukan injil yang lain.
2. Pelayanan adalah menyediakan diri (ayat 3).
Pertanyaan utama yang harus dikemukakan ialah tujuan dari pelayanan. Sebab tanpa tujuan yang terarah maka pelayanan akan kehilangan "energi ". Tujuan dapat menjadi kekuatan yang menarik seseorang untuk terus mengara kemasa depan. Dalam konteks gereja tujuan itu ditentukan oleh Yesus ( Ef. 4 13 ) sehingga pelayanan yang dilaksanakan memiliki ttujuan yang jelas dari " gereja yang aktual " menjadi " gereja yang ideal "
Gerak pelayanan seperti ini memang menyenagkan tetapi sekaligus menciutkan semangat ketika mengalami penolakan. Gerak pelayan yang sifatnya sebagai ‘provider’ yang menyediakan adalah pelayanan yang tidak mudah kehilangan semangat ketika benih-benih itu jatuh di tanah yang berbatu-batu, tanah di pinggir jalan, semar berduri (8: 5-8). Perempuan yang melayani adalah mereka yang mendengar firman, menyimpan dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan (8:15). Jadi para perempuan ini telah mendengar apa yang baik dan menyimpannya serta mewujudkan dalam ketekunan (patient).
Demikianlah pelayanan kita sebagai gereja hendaknya selalu menghayati pentingnya pembebasan. Penghayatan pada karya Allah yang membebaskan itulah yang membuat kita tetap tekun dalam pelayanan sekalipun pelayanan nampaknya tidak berhasil, pelayanan nampak gagal. Pelayanan yang menyediakan diri dalam ketekunan adalah pelayanan yang tidak mudah terseret oleh tarikan yang membelenggu. Sebaliknya pelayanan yang membebaskan adalah pelayanan yang punya daya tarik kesaksian yang baik.
Sahabat-sahabat terkasih,
Melalui pembelajaran inilah kita semua dapat mesyukuri betapa baiknya Dia yang telah membebaskan kita dan kini mengutus kita menjadi pelayan-Nya. Menyediakan diri dalam ketekunan untuk menghasilkan buah pelayanan dimanapun kita berada.
Jangan pernah putus asa untuk menyediakan diri bagi pelayanan yang dipercayakan oleh-Nya sebab Ia tahu siapa kita dan apa yang diperlukan. Hadirlah bagaikan seorang mempelai perempuan yang terkenal karena Anggun, berwibawa dan paham pada pilihan yang ditekuninya yakni menyediakan diri sebagai pelayan-Nya. Sebagaimana dikemukakan Simone de Beauvoir - To be free is not to have the power to do anything you like; it is to be able to surpass the given toward an open future (Menjadi bebas bukan berarti memiliki kekuatan untuk melakukan apa pun yang Anda sukai; itu adalah untuk mampu melampaui apa yang ada menuju masa depan yang terbuka).
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|