aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16288 x

Khotbah
Minggu, 01 Oktober 2023
Amsal 6:1-5
HATI-HATI BERBUAT BAIK

HATI-HATI BERBUAT BAIK

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Perikop yang kita baca saat ini adalah nasihat dari sang bijak kepada anak-nya tentang apa arti hidup yang bermakna dan bijaksana. Perintah untuk hidup demikian menjadi penting sebab ketika kehidupan ini tidak dijalani dengan serius maka hidup demikian tidak bermakna untuk dijalani. Artinya dalam menyampaikan pesan sang bijak hendak menunjukkan pola hidup praktis dan bijak yang akan membebaskan anaknya dari berbagai permasalahan. Hal ini penting sebab kebaikan dapat saja menjadi dangkal ketika dilakukan tanpa pertimbangan matang. Kebaikan dapat saja menghadirkan malapetaka ketika pelaku kebaikan berurusan dengan orang yang tidak dikenalnya secara penuh dan hanya tampak luarnya yang baik.



Kebaikan dapat berubah makna menjadi tidak baik ketika PELAKU KEBAIKAN dan PENERIMA kebaikan tidak memiki itikad baik. Akibatnya kebaikan bukan saja membelenggu tetapi dapat merosot kualitasnya. Nasihat ini bukanlah sebuah undangan namun sebuah perintah yang tegas untuk menunjukkan bahwa pengalaman sang bijak hendak diwariskan. Sang bijak menekankan pengajaran yang akan berpengaruh sampai ke masa depan sang anak. Nasihat ini hendak memperlihatkan pentingnya KEBAIKAN bagi sang pelaku maupun penerima.



Kebaikan menjadi tidak baik jika pelaku menempatkan kebaikan sebagai bentuk mengekang dan membelenggu. Kebaikan seperti ini akan menghadirkan pelaku KEBAIKAN yang tidak jernih hatinya. Kebaikannya menjadi kebaikan yang mengekang dan menjerat. Kebaikan juga menjadi tidak baik ketika PENERIMA kebaikan menjadi malas dan hanya hidup berharap pada orang lain. Hal ini pun harus dihindari. Jika demikian apakah pengajaran yang hendak dikemukakan dari bacaan saat ini?



1. Menjadi Penjamin? (ayat 1-2)

Pengajaran penting yang hendak diwariskan adalah tentang menjadi penjamin bagi sesame. Menjadi penjamin disini adalah dalam masalah keuangan. Kenapa hal ini penting sebab telah dikemukakan oleh sang bijak di Amsal 3:27-28? Bahkan dalam Perjanjian Lama memang mengajarkan orang untuk membantu orang miskin (Ul. 15:7-11), melarang pemungutan bunga dari orang miskin (Kel. 22:25; Im. 25:35-36). Namun dalam konteks Amsal 6 dikemukakan tentang kebaikan dari sudut yang yang lain. Berkali-kali nasihat ini dikemukakan oleh sang bijak untuk tidak menjadi penjamin bagi orang lain (11:15; 17:18; 20:16; 22:26). Hal ini menunjukkan bahwa ada bahaya latent yang jika muncul akan merusak kehidupan sang anak. Menjadi penjamin/penanggung berarti membahayakan diri sebab siapakah yang bisa menjamin diri sendiri untuk sanggup demikian? Maksudnya menjadi penjamin dalam konteks Amsal berarti seseorang merasa yakin dengan kehidupan padahal siapakah yang bisa memeyakini semeua perencaan manusia? (Amsal 19:21). Maka menjadi penjamin dalam konteks Amsal berarti seseorang yang tidak lagi mengandalkan Tuhan tetapi mengandalkan diri sendiri. Orang yang berbuat baik dan merasa dirinya telah hadir seperti Tuhan bagi sesama dengan menjadi jaminan.



Nasihat ini penting bagi kita semua agar secara bijaksana memperhatikan perbuatan baik kita. Menjadi penjamin kepada ‘orang lain’ (Amsal 6:1) haruslah mempertimbangkan kejernihan hati agar tidak terperangkap dalam pikiran menjadi tuhan bagi sesama. Sekalipunn demikian Amsal pengajaran ini hendak memperjelas mutu dari sebuah kebaikan yakni membuat yang menerima tidak menjadi pemalas dan penadah kebaikan.



2. Tindakan Pembebasan (ayat 3-5)


Pada bagian kedua pengajaran ini dikemukakan apakah yang harus dilakukan ketika sudah berada dalam perjanjian jaminan? Sang bijak menasihati anaknya tentang bagaimana bersikap ketika telah berbuat salah. Sikap seperti ini menunjukkan kedewasaan yang diwariskan kepada sang anak. Jika kekeliruan sebagai penjamin sudah terjadi maka menurut sang bijak keadaan sulit jangan dihindari tetapi harus dihadapi. Keadaan memang sulit tetapi dengan rendah hati memohon agar terlepas dari kesulitan itulah jalan yang bijak. Dalam konteks ini memohon kepada orang yang dijamin agar dibebaskan dari jaminan sebab ini adalah tindak dengan resiko tinggi. Lepaskanlah dirimu (ayat 5) menunjukkan bahwa keadaan ini akan berujung petaka maka sang anak harus segera bertindak membebaskan diri. Pengajaran penting di sini adalah bahwa tindakan untuk melepaskan diri adalah tindakan yang bijaksana.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Melalui pengajaran ini hendak diwariskan pengajaran tentang hidup yang bermartabat, hidup yang berkualitas yakni:

1. Dalam hidup ini kita berjumpa dengan banyak orang. Tetapi hadirlah dengan mereka yang membuat masa depan menjadi baik dan bukan semakin buruk.

2. Menjadi penjamin? Siapakah kita sehingga berani demikian. Hanya ada satu penjamin kita yakni Yesus Kristus (Matius 6:30, 10:30-31, Fil.4:19)

3. Jika dalam hidup ini kita diperhadapakn dengan masalah yang pelik dan sulit maka pilihlah jalan menghadapi setiap masalah bersama Tuhan karena Dialah satu-satunya penjamin untuk sebuah hubungan perjanjian yang mengalamai pembaruan (Ibrani 7: 22)



Tetap semangat jalani kehidupan ini, jangan mencari-cari masalah sebab masalah bisa hadir kapan saja. Satu hal yang penting mendasar ialah kita punya penjamin yang luar biasa Yesus Kristus yang akan menolong dan menopang kita menghadapi segala keadaan.



Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518