Dibaca : 16264 x
KhotbahMinggu 24 September 2023 Mazmur 104:1-9 KARYA ALLAH DAN JAMINAN BAGI MANUSIA
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Manusia dengan segala kemampuan yang dimilikinya merupakan mahluk yang dilengkapi dengan kemampuan untuk mencerna karya-Nya. Manusia dalam kapasitasnya yang melampaui ciptaan lainnya termasuk alam memungkinkan manusia dengan kuasa yang dimiliknya juga mengelola alam dengan baik. Namun dosa telah menempatkan manusia bahkan menjadi predator bagi alam dengan merusak dan mengakibatkan kerusakan luar biasa. Alam tidak saja dieksploitasi dengan sewenang-wenang tetapi dikeruk demi kepentingan manusia dan atas nama kepentingan itulah maka yang terjadi adalah manusia melihat alam memang tersedia untuk dirinya. Maka ketika alam menghadirkan ‘perlawanan’ dengan bencana yang hadir seolah menjadi pengingat bahwa manusia perlu mengerti batas-batas yang dimilikinya. Pada titik inilah manusia diingatkan bahwa alam bukanlah untuk memenuhi keinginan manusia yang tanpa batas tetapi menjadi pengingat bahwa Allah pencipat yang memungkinkan alam hadir dengan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Kekayaan alam bukan sekedar mineral yang terkandung di dalamnya tetapi kekayaan yang mengungatkan manusia pada kapasitasnya sebagai pengelola dan bukan perusak. Dalam konteks demikian maka nasihat yang dikemukakan pemazmur menjadi pembelajaran penting sebab dikemukakan oleh pemazmur bahwa Allah yang menciptakan alam semesta dan sikap manusia yang tidak menghormati alam adalah pemberontakan terhadap Allah. Pembelajaran yang dikemukakan sebagaimana bacaan kita saat ini menjadi penting karena memposisikan Allah sebagai yang berdaulat atas alam semesta. Pemazmur yang mengawali dengan pujian kepada Allah agar baik pemazmur dan umat dalam kebersamaan menatap alam dengan perspektif yang lain (ayat 1dan 31, 35b).
Pengakuan iman pemazmur di ayat 1 adalah kesimpulan dari hasil pemahamannya atas alam semsta yang membuat pemazmur terpesona. Seluruh rangkuman penagkuan pemazmur sebagaimana ayat 1 adalah cetusan pengakuan dari seseorang yang kagum dengan segala ciptaan-Nya. Maka pengajaran penting yang bisa dikemukakan dari Mazmur 104 adalah:
1. Allah adalah Allah yang aktif (ayat 2-5). Dengan memakai pola penciptaan yang terdapat dalam Kejadian 1 maka dalam bagian ini dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang bertindak. Allah yang bertindak menata semua kekacauan (chaos)menjadi terstruktur dan tertib. Allah yang bertindak adalah Allah memperlihatkan kedaulatan-Nya yang menyeluruh atas semua ciptaan. Penciptaan yang dilakukan-Nya hebdak menjelaskan bahwa Ia telah mempersipakna segala sesuatua yang baik bagi manusia. Manusia diciptakan oleh Allah untuk melanjutkan tatanan penciptaan-Nya dan mengusahakan semuanya (Kejaian 1: 26-28). Dengan narasi penciptaan ini hendak dikemukakan juga bahwa alam semsta diciptakan Allah dan manusia ditugaskan menjaganya. Allah yang mencipta dan memungkinkan manusia turut berkiprah dalam sebagai mahluk ciptaan-Nya sambal menyadari siapa dirinya (Yesaya 40:28).
Melalui pengajaran inilah pemazmur hendak menyatakan bahwa sebagai umat-Nya kita mengakui bahwa Allah adalah Allah yang maha kuasa dan dalam kekuasaan-Nya yang besar melibatkan manusia mewujudkan rencana-Nya. Allah adalah Allah yang selalu menyertai manusia sehingga manusia dapat terus mengusahakan alam yang di dalamnya manusia hidup.
Jika manusia merusak alam maka pada dasarnya manusia sedang merusak dirinya sendiri dan memberontak terhadap sang Pencipta. Allah yang menciptakan melalui firman-Nya dan firman itu menjadi manusia (Yoh.1:1-3) hendak menjelaskan bahwa karya keselamatan yang dilakukan oleh Yesus mencakup manusia dan segala ciptaan yang lain sehingga karya keselamatan Kritus membentangkan sebuah kehidupan yang baru yakni kehidupan mau terus belajar dari segala ciptaan Allah.
2. Allah adalah Allah yang tidak terbatas (ayat 7-9). Allah yang menentukan batas semua ciptaan-Nya sehingga batasan itu menunjukan adanya keadaan yang tertib. Allah adalah Allah yang membatasi kekuasaan segala ciptaan-Nya termasuk manusia. Dengan batasan demikian hendak dikemukakan bahwa dalam relasi dengan Allah manusia menemukan kehidupan yang tertib dan terbatas dan tidak keluar dari batasan yang ditentukan-Nya. Setiap kali manusia keluar dari batasan-Nya setiap kali juga manusia menghadirkan situasi yang buruk sebab bertentangan dengan perbuatan-Nya (ayat 24). Bukankah Allah adalah Allah yang terus bekerja mendatangkan Sejahtera (Yohanes 5:17) dan melibatkan manusia untuk juga berkarya secara tertib (band. 2 Tim.1: 7). Maka hal penting yang hendak dikemukakan bahwa dalam batasan yang ditentukan-Nya manusia menyadari keterbatasannya agar dalam kesadaran demikian manusia terus terlibat menjaga dan merawat alam ciptaan-Nya. Sekaligus dalam batasan yang dibuat-Nya menghadirkan pemahaman bahwa manusia terjamin dalam kuasa-Nya yang tidak terbatas. Kita bisa saja merasa tidak terbatas sehingga merasa memiliki kuasa untuk merusak alam ini tetapi melalui firman ini dikemukakan bahwa sesungguhnya kita terbatas.
Sahabat-sahabat yang Tuhan kasihi
Maka dalam seluruh alur karya cipta-Nya hendak dijelaskan kepada kita semua betap besarnya jaminan pemeliharaan itu bagi kita. Dengan karya cipta-Nya juga ditegaskan bahwa batasan yang ditentukan-nya adalah agar semua manusia selalu memuji dan membesarkan-Nya (ayat 33). Dengan demikian maka kesadaran kita selaku warga gereja adalah kesadaran yang berujung pada PUJILAH TUHAN HAI JIWAKU! HALELUYA (ayat 35b).
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam Persekutuan dengan-Nya segala pujian kita dalam karya tidak pernah sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|