Dibaca : 16263 x
KhotbahMinggu, 17 September 2023 Yohanes 6: 25-26 KEPEKAAN SPIRITUAL
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Persoalan besar yang dialami manusia dewasa ini berhubungan dengan kata ‘CUKUP’ sebab cukup mengindikasikan adanya yang belum tercapai atau terpenuhi. Kata ‘CUKUP’ adalah kata yang merujuk pada ketidakmampuan manusia untuk mengembangkan potensinya agar bisa mencapai yang terbaik. Padahal sebaliknya kata ‘cukup’ dapat memperlihatkan kesadaran manusia bahwa semua potensi yang dimilikinya dapat bermuara pada kematangan diri bahwa apa yang dilakukan dengan sekuat tenaga bermuara pada Tuhan yang menyempurnakan. Inilah iman yang tidak pasif tetapi berangkat dari kesadaran diri untuk mengarahkan seluruh hidupnya, seluruh tindakan dan potensi hanya tertuju kepada Allah. Bagaimana menghubungkan antara kata ‘CUKUP’ dengan Allah tentu bukanlah hal mudah sebab berbagai alasan dapat dikemukakan untuk melegitimasi kata ‘TIDAK CUKUP’.
Apa yang dikemukakan dalam bacaan kita saat ini adalah soal klasik tentang manusia yang dalam kegelapan batiniahnya tidak pernah tiba pada kata ‘cukup’. Yohanes menghadirkan persoalan penting dari orang banyak yang hanya terpesona pada kebutuhan ‘kenyang’. Orang banyak yang menjumpai Yesus adalah mereka yang telah mengalami peristiwa lima roti dan dua ikan (Yoh. 6:9) dan mengenyangkan mereka (6: 12). Upaya mereka menjumpai Yesus adalah upaya yang dilandasi dengan keinginan perut kenyang dan mengabaikan hal itu sebagai sebuah tanda yang nampak dari pertanyaan mereka di Yoh. 6:30). Bagi orang banyak yang mencari Yesus adalah orang-orang yang tidak merasa cukup sehingga pikiran mereka hanya tertuju kepada soal roti. Di sinilah pengajaran penting dimulai yakni pengajaran tentang kepekaan Rohani dalam mencermati sebuah peristiwa. Kepekaan Rohani yang memungkinkan orang tiba pada pengenalan tentang Yesus sehingga segala tanda dapat dibaca dengan sudut pandang yang jernih dalam pengenalan diri.
Sahabat-sahabat terkasih
Yesus mengemukakan pengajaran penting bahwa mengikut Yesus harus dilandasi dengan iman agar soal ‘roti’ tidak lagi menjadi penghalang untuk berjumpa dengan Yesus. Dalam hal ini roti bisa hadir dengan berbagai bentuk yang membuat manusia tidak pernah merasa cukup. Yesus hendak memperlihatkan pentingnya makanan yang tidak dapat binasa yakni Yesus sendiri yang menyatakan bahwa diri-Nya adalah Roti Hidup (ayat 35,48, 51). Dengan menyatakan bahwa diri-Nya adalah roti hidup maka roti sehari-hari menjadi bermakna sebab manusia tidak hidup hanya dari tetapi dari setiap firman Allah (Mat. 4:4). Namun hal ini tidak membuka mata orang banyak sebab mereka masih terpaku pada roti yang mengenyangkan perut mereka (ayat 34). Mereka benar mencari Yesus tetapi mereka tidak ber-IMAN kepada-Nya. Mereka mencari Yesus semata-mata hanya untuk memenuhi keinginan yang tidak berarti. Jika demikian halnya maka pengajaran apakah yang hendak dikemukakan?
1. Motivasi mengikut Yesus (ayat 25)
Motivasi ini penting sebab ketika motivasinya keliru maka mengikut Yesus hanya semata-mata soal roti yang muncul dengan berbagai variasi. Roti lalu hadir menjadi gambaran tentang kehadiran Yesus yang hanya cocok jika dapat memenuhi semua kebtuhan saya yang tidak pernah ‘cukup’. Pemikiran ini akan mengaburkan pemahaman bahwa lapar pada roti tetapi tidak menyadari adanya kelaparan secara Rohani. Urusan Rohani dan urusan jasmani dilihat sebagai dua hal yang berbeda sehingga kekurangan secara materi identik dengan kurang Rohani. Warga gereja seperti ini adalah warga gereja yang mengalami ketumpulan rohani sebab nampak mencari Yesus tetapi sebenarnya dengan motivasi yang keliru. Maka memperbarui motivasi mengikut Yesus harus terus dilakukan agar tidak mengalami polusi rohani. Namun mereka yang mengikuti Yesus dengan motivasi benar mereka bisa saja bertemu dengan kesulitan, bertemu dengan kegagalan bahkan dimusuhi tetapi motivasi mengikut Yesus tidak berubah. Mereka yang beriman kepada Yesus mereka mampu membaca tanda-tanda kecukupan itu sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka yang hadir dengan motivasi benar selalu bertumpu pada iman kepada Yesus dan berujung pada rasa Syukur sebab Tuhan selalu menyertai dalam segala keadaan.
2. Bahaya Iman Konkret (ayat 26)
Konkret artinya benar-benar ada, berwujud dan dapat dilihat adalah pola beriman yang memerlukan bentuk yang kongkrit. Seperti Thomas di Yohanes 20:25, padahal iman adalah percaya bukan karena melihat (2 Kor. 5:7). Dalam perikop kita, Yesus menyatakan bahwa mereka tidak percaya sekalipun melihat (ayat 36). Hal ini berarti betapa kegelapan menguasai mereka. Jika iman harus selalu konkret makai man tidak lagiu diperlukan. Iman seperti ini tidak dapat dikatakan beriman kepada Yesus sebab beriman seperti ini hanya tidak dikehendaki Yesus. Maka merawat iman dalam keseharian menjadi sangat bermakna agar tidak tersesat di setiap peristiwa. Bagaiman caranya? Dengan senantiasa berupaya untuk menjaga pengakuan bahwa bukan kita yang mencari Tuhan tetapi Dialah yang mencari kita. Pengakuan ini membuat kita tiba pada rasa cukup seperti diajarkan dalam doa Bapa Kami. Yesus lebih dari cukup dan Ia sanggup menyatakan berkat bagi kita sesuai dengan kasih karunia-Nya. Maka yang utama dan terutama adalah Yesus dan bukan yang lain.
Warga gereja seperti ini akan menjadi warga gereja yang semakin memahami bahwa hidupnya bergantung penuh pada Yesus dan bukan pada segala sesuatu yang bisa membuat kata ‘CUKUP’ tidak berarti.
Sahabat-sahabat terkasih
Marilah kita mengarahkan pandangan hanya kepada Dia dan melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23) maka hidup sungguh bermakna karena dengan rendah hati dapat berkata Yesus cukup bagi kehidupanku. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|