aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16422 x

Khotbah
Minggu, 03 September 2023
Ayub 2:1-10
INTEGRITAS

INTEGRITAS
Sahabat-sahabat terkasih

Sebuah ungkapan bijak yang menyatakan bahwa bakat dan talenta dapat membawa kebersahasilan tetapi hanya integritas yang membuatnya bertahan. Hal ini menunjukkan bahwa integritas sebagai suatu keutuhan antara kata dan tindakan merupakan hal penting untuk menunjukkan perbedaan yang mendasar dengan yang lain. Integritas yang melampaui karakter sebab karakter tanpa integritas akan runtuh di tengah tekanan.

Narasi yang kita baca saat ini menunjukkan bagaimana Ayub harus bergumul dengan integritasnya ketika tekanan dating dari luar dan dalam. Pergumulan hebat yang dialami Ayub adalah persoalan iblis yang tidak suka melihat seseorang hidup dalam kesalehan. Jika pada pasal 1: 16 dikemukakan bahwa ada ‘pagar’ dibuat Allah disekeliling Ayub sehingga Ayub berada dalam kondisi aman maka pagar itu kini terbuka dan Ayub mengalami peristiwa yang hebat ketika semua harta dan anak-anaknya diambil daripadanya. Pasal 1: 21 menjadi ratapan Ayub tentang kerapuhannya sebagai manusia yang hanya terpaut kepada Allah. Inilah pergumulan dari luar dirinya. Pada pasal 2: 1-10 diperlihatkan bahwa kembali integritas Ayub dicobai dengan pergumulan yang dialami dirinya. Kembali iblis memperlihatkan identitasnya yang belum puas jika sasarannya belum menyangkali Allah. Maka kini Ayub yang mengalami penderitaan dan iblis hendak meruntuhkan keutuhan Ayub dalam bersikap kepada Allah.

Kisah Ayub yang kita baca saat ini dengan jelas bahwa pada sisi Allah diperlihatkan Allah tetap mengawasi kemana perginya iblis (1:7, 2:2). Di sini diperlihatkan bahwa Allah yang berkuasa dan iblis tidak dapat melawan kuasa itu seperti dalam 1:6, 2: 11 yang sejajar dengan 38: 10-11. Semua ini mempertegas wilayah yang didominasi oleh Allah dan tidak dapat dimasuki oleh iblis. Narasi tentang Ayub dan penderitaan adalah narasi tentang keteguhan integritas seseorang yang seolah-olah terhempas dalam pusaran pergumulan. Persoalan yang dihadapi dan dialami Ayub adalah persoalan akibat karakter iblis yang suka menghadirkan penderitaan. Identitas iblis yang penuh dengan karaktek jahat yang berujung pada kehancuran kini berhadapan dengan integritas seorang Ayub yang berjuang mempertahankan ketaatannya kepada Allah. Allah yang maha tahu (omniscience) adalah Allah semakin mematangkan integritas Ayub sehingga dalam keadaan yang luar biasa menderita Ayub tetapi mengakui kedaulatan Allah.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Jika demikian halnya identitas Allah, iblis dan Ayub maka pengajaran apakah yang hendak dikemukakan melalui peristiwa ini?



1. Allah tidak merancang yang buruk tetapi rancangan-Nya adalah damai Sejahtera (ayat 1-3). Allah yang memberi pujian kepada Ayub adalah Allah bersukacita atas cara hidup Ayub. Kesadaran Ayub bahwa Allah adalah Allah yang kudus dan maha tinggi membuatnya bersikap hormat dan taat kepada-Nya (1:5, 2:3). allah yang mahatahu adalah Allah yang mengenal diri-Nya sendiri dan tahu apa yang harus dilakukan-Nya. Segala pengetahuan Allah tentang manusia dan seluruh persoalan yang dialami manusia selalu bersumber dari rencana dan ketetapan yang bai tentang manusia (band. Yako. 1:17).

Penderitaan memang bisa menyakitkan tetapi penderitaan dan pergumulan tidak pernah lupa untuk memberi Pelajaran berharga tentang siapakah manusia di hadapan Allah dan bagaimana Allah bangga dengan kehidupan orang percaya yang taat kepada-Nya dan ketaatan itu diwujudkan dalam tindakan baik seperti yang diperlihatkan oleh Ayub sekalipun bergumul dengan penderitaan (23:10 dan berpuncak pada 42:5)

Pelajaran penting ini memperlihatkan bahwa Allah tahu penderitaanmu dan Allah tahu pergumulanmu sehingga dalam keadaan yang sulit kita tidak membandingkan diri kita dengan yang lain. Kenapa yang lain kelihatan aman-aman saja sementara aku dalam pergumulan hebat. Dengan kata lain setiap orang dengan poergumulannya dan Allah yang mahatahu itu adalah Ia yang tahu solusi terbaik.



2. Hanya integritas yang dapat bertahan (ayat 5-9). Dalam bagian diperlihatkan bahwa Allah memberi ijin kepada iblis tetapi tetap ada ‘pagar’ yang tidak bisa dilewati yakni kehidupan (ayat 6). Hidup bersumber dari Allah tetapi kematian selalu menjadi rencana iblis yakni kematian dalam keterputusan relasi dengan Allah. Integritas tidak saja mengedepankan kerendahan diri di hadapan Allah tetapi memperlihatkan sikap menolak kematian. Hal ini dihadirkan oleh istri Ayub yang seolah hadir untuk mempertegas maksud iblis. Sikap istri Ayub memberi gambaran tentang Hawa di Eden, tentang Petrus dan Yesus, yakni menjadi alat iblis untuk meruntuhkan integritas Ayub. Hal ini memberi pengajaran yang penting bahwa bukankah keluarga yang harus saling menopang dan bukan merendahkan. Hal ini menunjukan bahwa iblis bisa memakai siapa saja bahkan jika tidak hati-hati memakai kita sendiri. Dalam konteks ini kitab isa mempsosisikan diri sebagai Ayub namun harus terus diwaspadai jangan-jangan sikap kita seperti istri Ayub. Dalam pemahaman demikian maka dengan jeli kita mampu membedakan mana posisi iblis dan posisi Allah. Dengan merenungkan secara serius maka kita dihindarkan dari cara berpikir yang umum yakni derita selalu akibat dosa namun kita diajak untuk bisa meliahta penderitaan dari pengakuan Allah kita adalah Allah yang mahatahu.



Sahabat-sahabat terkasih

Melalui pengajaran inilah kita semua diarahkan untuk terus menjaga diri kita dan peka terhadap setiap tarikan dan pengaruh iblis yang mematikan. Sekaligus kita diundang memasuki gaya hidup yang berintegritas yang akan memunculkan karakter yang baik sebagaimana kebaikan Tuhan dalam kehdipan kita (Mazmur 100:5). Kebaikan inilah yang berpuncak kepada Yesus Kristus yang tahu apa persoalan kita dan menangis bersama (Yoh. 11:35, Lukas 14: 41-44)

Maka dalam setiap pergumulan solusi adalah penting tetapi yang terpenting adalah dengan siapa kita mengalami pergumulan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam Persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518