Dibaca : 16574 x
KhotbahMinggu 20 Agustus 2023 Lukas 20:1-4 KUASA, SEBUAH KEPASTIAN BUKAN PERTANYAAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kuasa adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang banyak maka kuasa diperlukan untuk mencapai tujuan. Kuasa adalah adalah relasi sebab tanpa adanya relasi dengan pihak lain maka kuasapun tiada. Kuasa menjadi incaran secara sadar maupun tidak sadar sehingga dapat dipergunakan sesuai dengan kehendak yang punya kuasa. Bagaimanakah kata kuasa ini dimengerti dalam konteks bacaan saat ini? Kuasa -exousia adalah kuasa dalam arti bergerak dengan bebas dan Yesus sangat bebas bergerak dalam menjalankan pelayanan-Nya sehingga banyak orang takjub karena kuasa-Nya (Mark. 1: 22, Luk 4:32). Maka mempertanyakan kuasa Yesus bukan saja meragukan keabsahan kuasa-Nya tetapi lebih dari itu adalah kejahatan yang tersembunyi dalam hati. Mempertanyakan kuasa Yesus sekaligus menunjukkan pengakuan bahwa kuasa-Nya tidak dimiliki oleh para Saduki, Imam kepala dan Farisi sebagai orang-orang yang merasa berkuasa. Kuasa dapat mengubah perilaku dan karakter seseorang sehingga Lincoln pernah berkata ‘jika ingin melihat karakter asli seseorang berilah dia kuasa’. Hal ini menunjukan bahwa kekuasaan adalah idaman manusia sehingga manusia bisa bebas berbuat apa saja.
Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan dalam bacaan kita adalah:
1. Kuasa bukan dipertanyakan tetapi dihadirkan (ayat 1-2). Lukas di Kisah Para Rasul juga mengemukakan bahwa kuasa yang dimiliki adalah kuasa DARI Roh Kudus UNTUK bersaksi. Artinya ketika gereja hadir dengan kuasa yang dimilikinya maka kehadiran Gereja adalah kehadiran untuk bersaksi. Bersaksi tentang bagaimana Yesus mewujudkan kuasa-Nya yang membebaskan, kuasa-Nya dalam mengajar, kuasa-Nya dalam menantang perilaku korup di Bait Allah. Gereja yang bersaksi adalah gereja yang sadar betul bahwa kuasa penyertaan Roh Kudus bukan kuasa biasa tetapi yang membuat orang takjub kepada Yesus Kepala Gereja. Dalam konteks inilah pertanyaan mengenai kuasa Yesus sesungguhnya adalah pertanyaan yang naif. Kuasa-Nya adalah kuasa yang dihasilkan dari relasi dengan Sang Bapa (Yoh. 5:27). Mempertanyakan kuasa Yesus adalah mempertanyakan eksistensi-Nya sebagai yang berkuasa sebab kuasa-Nya adalah kuasa yang bergerak dalam kebebasan mewujudkan kebenaran. Maka pertanyaan paling tepat adalah dalam rangka apakah kuasa dinyatakan? Jawabnya jelas dalam rangka mewujudkan kebenaran.
Inilah yang penting diteruskan oleh gereja saat ini yakni mewujudkan sebuah kesaksian tentang kebenaran yang dinyatakan oleh Yesus Kristus. Ketika sebuah kesaksian hendak diberlakukan maka kesaksian itu bertolak dari kesadaran diri bahwa kuasa yang dimiliki hanya terwujud dalam relasi dengan Yesus. Maka kuasa bukan untuk dipertanyakan tetapi untuk didemonstrasikan dalam kehidupan yang taat kepada relasi dengan Tuhan. Bukankah ini menjadi sangat menantang sebab kuasa di luar relasi dengan Tuhan adalah kuasa demonik (kuasa dari yang jahat). Kuasa dari sang jahat selalu diliputi dengan unsur merusak kesaksian, mempermalukan Tuhan dalam tindakan. Inilah yang mendasar dari sebuah kuasa yang hendak diperlihatkan kepada para murid bahwa para murid juga mendapat kuasa-Nya (band. Lukas 17: 19)
Maka pada bagian ini hendak dikemukakan kepada kita semua percayalah pada kuasa yang diberikan-Nya sebab kuasa itu menghidupkan dan tidak merusak, memulihkan dan tidak memutuskan. Kuasa itulah yang dihasilkan dari sebuah relasi yang hidup bersama-Nya.
2. Menjawab dengan pertanyaan (ayat 3-4). Jawaban Yesus dengan sebuah pertanyaan adalah jawaban yang jelas mempertanyakan kuasa para petinggi agama. Yesuslah yang mempertanyakan kuasa yang mereka miliki sehingga jawaban mereka menjadi jawaban yang penuh kalkulasi sebab tidak didasarkan pada kebenaran. Imam Kepala, Saduki dan Ahli Taurat menghindar dari gelanggang diskusi sebab mereka tidak bergerak dalam relasi yang benar dengan Allah. Mereka menghadirkan tekanan yang berat bagi umat waktu itu sementara Yesus bergerak dengan bebas menjumpai umat. Mereka yang berpikir untuk menjawab adalah mereka yang sebenarnya membuat kuasa Allah yang mengidupkan tidak terwujud. Kesadaran bahwa mereka tidak berdaya di hadapan-Nya yang berkuasa membuat orang banyak dapat mempertanyakan ulang tentang kuasa mereka. Pertanyaan Yesus adalah pertanyaan yang menolong mereka untuk terbuka pada setiap karya Allah melalui Yesus.
Melalui bagian ini hendak dikemukakan bahwa tidak semua pertanyaan perlu dijawab apalagi pertanyaan yang sifatnya menghakimi, pertanyaan yang sifatnya menolak kebenaran. Maka hendak dikemukakan kepada kita untuk mengajukan pertanyaan yang benar pada diri sendiri sudahkan kita menerima Yesus yang menghidupkan? Apakah kita bersedia untuk tetap setia kepada-Nya dalam kebenaran disetiap keadaan? Inilah yang harus dipertanyakan terus menerus agar relasi dengan Tuhan menjadi relasi yang mengalami pembaruan dari waktu ke waktu.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Melalui pengajaran inilah kita tiba pada hal mendasar yakni: kesaksian dan relasi. Kesaksian sebagai orang percaya tidak akan pernah kuat ketika relasi kita dengan Tuhan lemah. Kesaksian adalah kesaksian tentang kebenaran yang menghidupkan melalui kehidupan setiap hari agar kesaksian itu valid dan memiliki kuasa. Percayalah pada kuasa-Nya yang membebaskan dan nyatakanlah kesaksian hidup yang dimerdekakan itu dari keluarga. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam Persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|