Dibaca : 16438 x
KhotbahMinggu, 23 April 2023 Kejadian 3:1-5 RENCANA ALLAH VS RENCANA SETAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dalam Kejadian 1 dan 2 tentang penciptaan menunjukkan bahwa terdapat batas yang jelas antara Allah Pencipta dan manusia ciptaan-Nya. Batas yang tegas ini perlu dihayati betul oleh manusia sebab tanpa pemahaman demikian maka selalu terbuka godaan untuk menjadi sama dengan Allah (Kejadian 3: 5). Menjadi sama dengan Allah tidak saja berarti sama dalam kedudukan tetapi sama juga dalam setiap tindakan. Manusia dengan ciri khas demikian akan selalu tampil dengan gaya merasionalkan tindakan jahatnya yang berujung pada pemujaan diri. Kejatuhan manusia dalam dosa adalah bagian dari kisah pilu dimana godaan untuk menjadi sama dengan Allah menjadi pokok rayuan iblis. Rayuan yang berhasil mengelabui manusia untuk berbalik dari Allah yang dalam rencana agung menciptakan segala sesuatu dengan tujuan yang jelas (band. Roma 11:36) yakni kemuliaan bagi-Nya. Di sinilah narasitentang rencana Allah yang indah ditanggapi manusia dengan keinginan menjadi sama dengan-Nya.
Gagasan yang ditampilkan dalam kisah kejatuhan manusia adalah khas si jahat yakni menguraikan godaannya sedemikian rupa sehingga dosa dianggap sebagai tindakan yang masuk akal dan memenuhi keserakahan diri yang berujung pada pemujaan diri sendiri. Maka pengajaran yang dikemukakan dalam kisah kejatuhan manusia dalam dosa adalahdemikian.
1. Rencana Allah Bagi Manusia.
Ketika Allah menciptakan segala sesuatu maka segala sesuatu tidak diciptakan tanpa rencana-Nya. Rencana Allah atas segala sesuatu terkandung dalam pikiran-Nya yang penuh kasih dankemudian dinyatakan sebagai berujung pada kemulian-Nya. Bahkan dalam gagasan bahwa Iatelah memilih manusia sebelum dunia dijadikan merupakan ide yang luar biasa (band. Ef.1:4). Dengan pemahaman demikian maka kehadiran setan dengan rencananya adalah rencana kebinasaan dan kehancuran. Setan tidak hadir dengan rencana baik bagi seluruh ciptaan termasuk manusia. Apa yang dikemukakan pada perempuan dengan pertanyaan yang persuasive menunjukkan bahwa setan tidak merayu manusia untuk langsung memberontak kepada Allah tetapi dengan menghadirkan pertanyaan yang menggoda pikiran manusia (Kejadian 3: 1). Pikiran yang terkontaminasi oleh keinginan menjadi sama dengan Allah melahirkan tindakan yang destruktif. Manusia sebagai insan (Arab-al-insan, sering lupa hingga diperlukan peringatan atau teguran) tidak lagi memposisikan diri ciptaan tetapi melampui batas yang ditentukan baginya (ayat 3). Manusia yang bergerak tanpa ketaatan pada apa yang direncanakan Allah pasti berujung kerusan pada diri sendiri maupun alam semesta.Pada hari bumi ini dikemukakan lagi kepada setiap warga gereja bahwa diperlukan kepekaan yang tinggi terhadap setiap godaan setan. Akibat dari sikap yang tidak peka terhadap rencana Allah maka manusia merusak alam semesta dengan tindakan yang dikemas rasional. Manusia dengan kemampuan intelektual yang maju telah menjadi alat setan menghadirkan kerusakan ekosistem. Air, hutan, tanah semua di eksploitasi dengan serakah dan menyisakan kesengsaraan bagi cipataan Allah. Maka kita semua diundang untuk selalu mengingat bahwa Allah menciptakan segala sesuatu bagi kemuliaan-Nya dan manusia menjadi kawan sekerja-Nya.
Manusia mendapat kehormatan untuk turut serta menjaga kelestarian ciptaan yang lain dan mengabaikan setiap godaan yang akan merusak. Sebagaimana dikemukakan bahwa Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan adalah untuk mewujudkan rencana baik-Nya bagi manusia. Air yang mengandung racun, hutan yang rusak, hewan yang disiksa, semuanya menjadi tanda adanya pemberontakan manusia kepada Allah karena pikiran yang telah merasionalkan dosa. Hal inilah yang perlu terus diingatkan kepada kita sebagai keluarga agar selalu peka menolaksetiap ajakan yang merusak atas nama keluarga. Hal inilah yang perlu dihayati bahwa Allah memilih manusia bukan menjadi perusak (destroyer) tetapi dalam ketaatan kepada-Nya memahami batas antara Pencipta dan mahluk.
2. Kasih Allah Bagi Manusia
Akibat pemberontakan manusia maka manusia mengetahui bahwa dirinya memerlukanpemulihan relasi dengan Allah. Sebuah usaha yang selalu gagal diwujudkan manusia. Kegagalan manusia menjaga relasi dalam ketaatan dengan Allah mengakibatkan hancurnya hubungan dengan Allah. Hubungan yang hancur ini ditandai dengan manusia yang malu(Kejadian 3: 7-8). Sekalipun hubungan yang telah rusak itu berujung malapetaka bagi manusia namun tindakan-Nya yang mencari dan membuat pakaian kepada manusia (ayat 21) adalah tindakan penuh kasih. Allah adalah Allah yang tidak dapat mengingkari hakikat diri-Nya sebab Ia mengasihi manusia dan mengambil tindakan menjumpai manusia dalam keterpurukan akibat dosa. Manusia dalam keadaan yang rendah perlu menyadari bahwa ia memerlukan pertolongan dari-Nya. Seluruh gagasan ini hendak menjelaskan keberadaan manusia yang tetap membutuhkan relasi dengan-Nya. Sekalipun dengan cerdik (ayat 1) setan memanipulasi karya Allah namun setan tidak pernah dapat memanipulasi Allah. Pada bagian ini hendak dikemukakan bahwa setiap kejahatan selalu dibangun dengan berbagai manipulasi. Tindakan kejahatan adalah eksekusi atas pikiran yang telah mengalamikontaminasi jahat sehingga diperlukan kesadaran ‘sense of wonder’ dan ‘sense of calling’. Kesadaran ini berangkat dari kesediaan untuk terus menerus berada dalam relasi denganAllah. Rasa takjub yang luar biasa merupakan penangkal bagi setiap usaha setan dan rasa takjub inilah yang mewarnai kehadiran manusia. Karena itu jangan pernah mengabaikan pengajaran-Nya untuk selalu berada dalam relasi dengan-Nya agar pikiran kita dapat terjaga untuk mewujudkan karya yang benar (band. Filipi 4:8)
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kehadiran kita sebagai orang percaya bukanlah sekedar hadir tanpa tujuan yang jelas tetapi dengan tujuan yang pasti yang memuliakan Tuhan. Gagasan tentang kemuliaan Tuhan tidak hanya terwujud dalam pelayanan di gereja tetapi yang utama adalah di keluarga. Keluarga yang hadir dengan rasa takjub pada karya Allah menemukan tindakan-Nya yang penuh kasih dalam relasi sebagai anggota keluarga. Di sinilah merawat dan menjaga ciptaan Allah yang lain dapat diwujudkan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|