Dibaca : 16503 x
KhotbahMinggu, 16 April 2023 Kejadian 1: 1-9 TERPUJILAH ALLAH PENCIPTA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
What kind of world did humans create? (Homo Deus " Yuval Noah Harari)
Pertanyaan ini menjadi pertanyaan yang prinsipil ketika ditempatkan dalam ‘dunia’ manusia yang demikian maju sehingga hendak berdiri sejajar dengan Allah. Kemajuan manusia dalam menjaga dan mengusakan ciptaan yang lain hendak ditempatkan pada posisi yang semestinya bahwa manusia bisa menciptakan banyak hal tetapi manusia tidak menciptakan manusia. Maka narasi tentang kisah penciptaan merupakan syair agung yang menggema dalam kehidupan agar manusia menyadari bahwa manusia adalah insan (mudah lupa dan karena itu perlu diingatkan). Kisah penciptaan lalu menjadi syair pembelajaran bagi manusia untuk terus menerus berada dalam hidup yang terarah kepada Allah. Kedahsyatan kisah penciptaan sekaligus mendemonstrasikan tindakan Allah yang penuh kuasa dalam penataan alam semesta. Manusia diundang memasuki relasi yang kudus dengan-Nya dalam kerangka meneruskan pemeliharaan alam. Manusia didaulat memasuki hubungan yang enerjik dan kreatif bersama Allah dalam kerangka menjaga karya penciptaan Allah yang luar biasa. Sekaligus manusia diundang memasuki ruang kesadaran diri tentang hakikatnya yang tidak sebanding dengan Allah.
Penciptaan yang Allah lakukan berdampak pada tujuan yang lebih luas bahwa Ia dipermuliakan dengan titik tolak kesadaran manusia sendiri. Memuji Allah lalu menjadi tindakan yang kreatif dan tidak hadir di ruang ibadah semata tetapi mempesona dalam perjumpaan dengan sesama di ruang publik. Pernyataan bahwa dalam setiap penciptaan di akhiri dengan kata ‘baik’ bukanlah ‘baik’ yang bersifat statis tetapi ‘baik’ yang dinamis sebab yang baik itu perlu menghasilkan yang baik juga. Melalui pemahaman yang demikian maka kisah penciptaan menjadi penting untuk dipahami sebagai ruang dan waktu dimana tindakan Allah menjelma menjadi kebaikan yang bersifat permanen bagi manusia. Penciptaan adalah bukti kasih Allah yang hendak melibatkan manusia untuk turut berperan dalam karya kebaikan-Nya. Sebuah kebaikan yang tidak berdiri statis sebagai sebuah monument tetapi kebaikan yang menjelma dalam dinamika kehidupan.
Sahabat-sahabat yang terkasih,
Melalui pemahaman demikian maka paling sedikit dua hal penting akan kita perhatikan yakni:
1. Penciptaan sebagai undangan Allah. Melalui karya penciptaan ini kita diundang memasuki sebuah relasi yang indah dan mempesona yakni sebagai mahluk yang mengalami kebaikan karya Allah. Allah adalah Allah yang tidak terbelenggu dalam waktu sehingga sebelum segala tercipta pada dasarnya Ia sudah ada ("Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama- lamanya Engkaulah Allah" (Mazm 90:2). Sementara kita sebagai manusia berada dalam ruang dan waktu yang terbatas sehingga menimbulkan rasa takjub betapa Ia yang tidak terbatas mengundang dan mengajak kita yang terbatas untuk memelihar karya ciptaan-Nya. Bahkan terang itu dinyatakan dalam hati kita supaya dalam terang itu kita memiliki pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus (2 Kor. 4:6). Ini memperlihatkan bahwa hanya dalam terang pengetahuan yang didapati dari keterbukaan menerima pelajaran maka kita bisa tiba pada kesimpulan bahwa Allah kita luar biasa.
Maka perhatian gereja terhadap alam bukan sekedar menanam dan memelihara tetapi sekaligus adalah belajar dari alam untuk mendapat pengetahuan tentang kemuliaan-Nya. Dalam kerangka itulah gereja tidak terseret dalam tindakan yang berujung pada pengabaian karya Allah. Sebaliknya setiap karya Allah yang kita lihat selalu menyampaikan pesan yang ‘baik’. Dan pesan yang baik ini harus diteruskan oleh kita yang terhisab dalam persekutuan umat-Nya untuk memberitakan perbuatan-Nya yang besar (1 Petrus 2:9).
2. Penciptaan sebagai ketertiban. Penciptaan bukanlah sebuah tindakan tanpa rencana (design). Penciptaan adalah sebuah mahakarya yang dibangun Allah dalam kuasa yang menertibkan. Seluruh rangkaian penciptaan itu menunjukkan bahwa Ia sungguh-sungguh menata kehidupan dan semua karya penciptaan merupakan sarana untuk memperlihatkan bahwa Ia adalah Allah yang tertib. Mengenal Allah yang tertib adalah mengenal Allah yang berkuasa sebab hanya dalam keteraturan tindakan Allah maka hidup menjadi berarti. Ia bertindak secara progresif dan menempatkan karya pencipataan sebagai sebuah bentuk ketertiban.
Maka sebagai umat Allah apakah kita juga mau menghadirkan perilaku hidup yang tertata dan bertindak dalam ketertiban? Hidup menjadi berarti ketika kita memahami bahwa ada kuasa yang menuntung kehidupan kita sehingga tidak terjebak pada kuasa lain yang bersifat merusak. Allah yang bertindak penuh kuasa sekaligus memberi jaminan kepada kita agar terus mengingat kuasa-Nya dan mengandalkan kuasa-Nya seperti yang Ia perlihatkan dalam karya penciptaan. Kuasa itulah yang membuat hidup kita semakin bermutu semakin tertib dan semakin berarti.
Sahabat-sahabat terkasih,
Dengan pemahaman yang demikian semakin jelaslah kepada kita selaku warga gereja untuk menyatakan ‘terpujilah Allah pencipta’, sebab didalam karya ciptaan itulah kita dilibatkan untuk meneruskan kebaikan-Nya dan sekaligus menghayati kehidupan kita yang dilingkupi oleh kuasa-Nya. Alur kehidupan kita bisa saja nampak kusut dan tidak berarti namun sejatinya dalam kesediaan untuk mengalami kuasa-Nya hidup kita yang kusut akan terurai dan kuasa-Nya memelihara kita.
Maju terus bersama Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|