Dibaca : 16676 x
KhotbahMinggu, 2 April 2023 Matius 21: 1-11 YESUS SANG JURU SELAMAT
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Yesus yang memasuki Yerusalem adalah Dia yang merubah cara pandang umum tentang seorang pahlawan. Hadirnya seorang pahlawan yang Kembali dari peperangan adalah seorang yang dielu-elukan sebagai raja pembawa damai. Seorang raja yang tidak memasuki Yerusalem dengan kuda perang tetapi seekor keledai betina (ayat 2). Pernyataan ini memperlihatkan bahwa perubahan cara pandang yang mendasar tentang Yesus harus segera ditentukan agar tidak sesat dalam alur kerumunan yang berujung kegagalan pengenalan akan Yesus.
Yesus yang memasuki Yerusalem adalah Dia menunjukkan bahwa keganasan siksa dan paku serta salib memang menunggu tetapi sikap lemah lembut bukanlah perwujudan dari mengalah tetapi mengalahkan kuasa jahat yang merusak dalam alur kebencian yang membahana. Maka ketika Yesus memasuki Yerusalem memperlihatkan bahwa Ia sedang memperkenalkan doktrin baru �" True power comes from standing in your own truth and walking your own path. (Elizabeth Gilbert). Dengan tindakan Yesus memasuki Yerusalem dengan cara yang berbeda memberi penjelasan bahwa penyambutan kepada Sang Kebenaran terletak pada bagaimana mewujudkan ajaran Sang Kebenaran. Ajaran yang dikemukakan oleh Yesus adalah bahwa menyambut Yesus sebagai juruselamat bukanlah menyambutnya secara impulsive. Menyambut-Nya sebagai juruselamat adalah kesediaan untuk menundukkan segala pandangan yang mengarah ke - aku dan kini mengarah ke-Dia.
Orang banyak yang menyambut-Nya adalah orang-orang yang berinisiatif mengikuti-Nya bukan berdasarkan apa yang diperlukan Tuhan tetapi berdasar pada apa yang akan didapatkan. Sikap transaksi seperti ini akan menghadirkan pola pemuridan yang dangkal maknanya. Pola mengikut Yesus yang impulsive dan tidak didasarkan pada kesediaan untuk memasuki perubahan hidup yang bisa saja menyakitkan. Tuhan memerlukannya (ayat 3) adalah frasa yang menjelaskan bahwa memasuki Yerusalem dengan segala konsekuensinya adalah kenyataan yang tidak terhindarkan. Tuhan memerlukannya -yakni keledai, untuk menunjukkan bahwa Ia yang hadir dengan semangat keselamatan bukanlah Tuhan yang impulsive.
Maka pengajaran penting bagi kita saat ini adalah kesediaan untuk mengikut Yesus adalah kesediaan untuk mengubah pemahaman kita bahwa menikut Yesus bukanlah ikut-ikutan tetapi sebuah keputusan yang mendasar. Mengikut Yesus bukanlah dengan menghamparkan pakaian tetapi menghamparkan diri seutuhnya. Mengikut Yesus berarti selalu ada pertanyaan ‘siapakah orang ini? (ayat 10) untuk menunjukkan bahwa keputusan mengikut Yesus adalah sikap kontemplatif. Perenungan tentang siapakah Yesus haruslah mejadi perenungan hari ke hari agar perenungan kita berujung pada jawaban atau respon yang tepat secara pribadi dan bukan ikut-ikutan seperti orang banyak.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Sambutan dengan ucapan ‘hosana’ adalah sambutan yang bersifat eskatologis bahwa Yesus yang memasuki Yerusalem memang adalah Mesias yang akan melakukan karya keselamatan pembebasan dari Romawi. Yesus yang memasuki Yerusalem dengan harapan yang melambung tanpa pengenalan akan Yesus secara mendasar akan berujung pada kekecewaan.
Hosana adalah ungkapan permohonan kepada Tuhan agar supaya menyelamatkan aku saat ini adalah seruan yang hanya bertumpu pada masa kini dan terputus dengan masa depan (bandingkan Mazmur 118:25). Ketika orientasi pada masa depan dan terlepas dari masa kini maka mengikut Yesus adalah sebuah kedangkalan. Dangkal memahami kehendak-Nya, dangkal membaca ajaran-Nya dan berujung pada dangkal mewujudkan rencana-Nya.
Menjadi pengikut Yesus haruslah mengalami pertumbuhan kecerdasan yang terangkai dalam tindakan. Beriman secara cerdas adalah kemampuan untuk menunjukkan nilai keselamatan dimasa depan dalam kehidupan masa kini. Artinya menjadi murid Yesus yang bersedia untuk terus hadir dengan pertanyaan ‘siapakah Dia? (ayat 10) agar terus juga menggali kebenaran yang dapat diwujudkan. Hosana atau hosiana menjadi seruan yang berlangsung disegala jaman dan diwujudkan dalam kehadiran yang bermakna. Maka menjadi menyambut Yesus dengan benar jauh lebih berarti dari menyambut Yesus hanya dengan kemeriahan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|