Dibaca : 16540 x
KhotbahMinggu, 19 Maret 2023 Yohanes 7: 25-36 PERCAYALAH KEPADA ALLAH
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Selamat pagi
Khotbah terpendek di dunia versi guiness world book of record adalah khotbah Pdt. John Albrect seorang pendeta Episcopal di Michigan. Khotbah itu adalah ‘love’ (cinta). Cinta lalu menjadi bagian dari seluruh karya Allah yang menunjukkan bahwa Ia sendiri adalah kasih (1 Yoh. 4:8) dengan demikian Allah adalah Allah yang tidak memiliki kasih. Maka pertentangan tentang siapakah Yesus atau pertentangan tentang identitas Yesus memperlihatkan bahwa adanya ancaman besar terhadap cinta, terhadap kasih. Percaya kepada Allah bukanlah sesuatu yang harus berdiri sendiri di luar diri tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehingga percaya bukanlah pernyataan tetapi sekaligus adalah pengalaman. Ketidakpastian mereka yang di Yerusalem tentang identitas Yesus didasari oleh kejahatan yang bersumber dari pikiran yang luar biasa (ayat 25). Sebuah model kejahatan yang mendapat tanggapan serius dari Yesus dengan berbicara secara leluasa (speaketh boldly-KJV) memperlihatkan bahwa setiap rencana jahat tidak dapat mematahkan seluruh karya-Nya yang penuh cinta, penuh kasih.
Jika demikian apakah yang dapat kita pelajari dari teks ini secara keseluruhan?
1. Jangan mundur dari iman hanya karena bingung tentang Yesus (ayat 25-30)
Hidup keagamaan adalah hidup yang masih berlangsung dalam bingkai ritus-ritus dan terus mengambil posisi penting mengaggantikan hakikat dari hidup keagamaan tersebut. Ketika kuasa kejahatan dibangun untuk membungkam suara cinta kasih di situlah peran setiap orang percaya untuk memahami betapa besar cinta-Nya. Ruang berpikir kita sekaligus dikendalikan oleh bukti-bukti otentik untuk menjelaskan keabsahan percaya kita. Dunia memang divanjiri dengan informasi yang demikian sehingga memasuki wilayah yang sensitive yakni mengendalikan Allah, mengendalikan Yesus. Sebab Yesus sendiri menyatakan bahwa tidak semua bisa dijelaskan secara nalar (ayat 28). Mesias memang menjadi konsep yang sudah dikenal bahkan identitas Mesias digambarkan sebagaimana Mikha 5:1. Jadi penolakan kepada Yesus didasarkan pada kebencian, penolakan yang didasarkan pada rencana jahat. Semua ini bisa saja muncul dengan kekuasaan yang perkasa tetapi tidak pernah mampu menghentikan arus cinta kasih Allah kepada manusia.
Selaku orang percaya dewasa ini yang hidup dengan semangat ‘rivalitas’ dan bukan ‘kualitas’ kita semua diarahkan untuk secara cerdas menjalani kehidupan yang penuh dengan cinta. Life without love is not life at all. Jangan biarkan diri tersungkur oleh kejahatan tetapi terus dengan lantang memberitakan kabar sukacita agar dunia percaya kepada Yesus dan bukan kepada kita.
Sahabat-sahabat terkasih
Kesaksian seperti ini nampak tidak berarti sebab kekuatan apakah yang dimiliki setiap orang percaya? Tidak lain adalah kesadaran bahwa kesetiaan Tuhan akan terus mendampingi di masa-masa sulit, di masa-masa suram sehingga perjalanan bersama Yesus di tengah keluarga akan menuntun kehidupan yang semakin berkualitas dan bukan rivalitas dengan pondasi yang kokoh yakni cinta. Percayalah pada cinta-Nya dan engkau serta keluargamu akan mengalami pertumbuhan dalam kualitas.
2. Eksklusive vs inclusive (ayat 31-36)
Ketidakpastian tentang keberadaan Yesus yang sudah dikemas dengan keinginan membunuh kini maju selangkah lagi ketika Yesus menyatakan bahwa kemana Aku pergi kamu tidak dapat pergi ke situ (ayat 34). Spekulasi mulai bermunculan tentang siapakah Yesus di ayat 35, yang menunjukkan bahwa gagasan keselamatan dalam benak Yahudi adalah gagasan yang eksklusive, sementara gagasan keselamatan yang diusung oleh Yesus adalah inklusif. Kenyataan ini mengaskan bahwa ketidaktahuan orang Yahudi tentang Yesus bukan soal asal-usul tetapi soal yang lebih mendasa dan fundamental yakni pikiran yang tertutup dan terbelenggu dengan dogma.
Apakah maksudnya -ayat 35-36 adalah wujud dari ketertutupan mereka terhadap pembaruan yang diwujudkan Yesus. Bahwa kehidupan harus selalu bertumpu pada kesediaan mengalami koreksi, mengalami perbaikan, mengalami reparasi adalah kesediaan yang akan menghantar setiap orang percaya tiba pada pengenalan siapa Yesus sebenarnya. Dengan pemahaman seperti inilah kita memasuki minggu sengsara dengan pikiran yang terbukan bahwa Allah mengasihi dunia ini dan melibatkan kita semua untuk mendeklarasikan kasih-Nya dalam kehidupan kita. Sehingga diperlukan sikap terbuka untuk mengakui cinta kasih Tuhan di atas segala-galanya.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|