aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 17117 x

Khotbah
Minggu, 05 Maret 2023
Matius 6: 25-31
JANGAN KUATIR

JANGAN KUATIR
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi



Salah satu pola kehidupan manusia modern adalah soal kepemilikan yang dihasilkan dari gerak aktifitas yang berlangsung mekanis. Soal kepemilikan ini demikian penting sehingga seseorang dianggap ‘ada’ jika memiliki sesuatu (jika lebih maka semakin exist). Hidup dengan alur kepemilikan membuat manusia berada pada ukuran angka-angka yang semakin menunjukkan seberapa besar kepemilikannya. Dalam peristiwa pencobaan Yesus di padang gurun hal kepemilikan menjadi salah satu senjata setan dalammencobai Yesus (Matius 4: 9- you are what you have). Hal kepemilikan ini ketika menguasai manusia maka manusia menjadi sangat tega untuk melukai semua ciptaan Allah. Manusia yang orientasinya hanya soal kepemilikan akan tergoda untuk memakai gaya instan dalam usaha memenuhi hasrat kepemilikan sehingga berbuat baikpun dilakukan dengan semangat kepemilikan. Semangat kepemilikan menjadi sangat berbahaya jika tidak disertai dengan pemahaman yang mendasar bahwa segala sesuatu adalah milik Allah (Mazmur 24:1-2). Segala aktifitas dan pemahaman manusia tentang kepemilikan mengalami koreksi yang tegas dari Yesus.
Yesus menunjukkan bahwa ketika memberi sedekah didasari dengan semangat kepemilikan maka kebaikan itu menjadi tanpa makna (ayat 1), ketika hal berdoa dilandasi semangat kepemilikan maka doa berubah menjadi tuntutan yang harus dipenuhi (ayat 5) ketika pengakuan dosa dilakukan dengan semangat kepemilikan maka puasa menjadi tindakan yang hipokrit, ketika harta dikendalikan dengan semangat kepemilikan maka harta menghadirkan kisah pilu. Itulah sebabnya dalam narasi khotbah di bukit Yesus mengutarakan sebuah pola hidup baru yakni pola hidup yang tidak didasari dengan paham kepemilikan tetapi pola hidup didasari pemahaman DIMILIKI oleh Allah. Maka pengajaran Yesus dalam narasi ini hendak memperlihatkan ada hal lain yang penting dan utama yakni memandang segala bentuk kepemilikan dalam perspektif dimiliki oleh Tuhan.

Pengajaran Yesus menjadi penting sebab Ia mengarahkan murid-murid-Nya agar tidak terjebak pada paham kepemilikan sebab akan berdampak demikian:



1. Kuatir (worry) (ayat 25-29)

Inilah perintah Yesus yang tidak dapat ditafsirkan lain bahwa jangan kuatir berkaitan dengan seluruh narasi pasal 6. Pengajaran Yesus menukik pada pola kepemilikan yang menimbulkan kesalahan berpikir dan berujung kuatir. Kenapa? Sebab dalam kekuatiran manusia menjadi lumpuh dan tidak berdaya. Kekuatiran bahkan dapat bersifat meruska ketika dihadapi dengan tindakan yang tidak lagi peduli dengan norma. Kepemilikan dan kekuatiran adalah gagasan yang menyebakan terjadinya banyak prahara dalam kehidupan manusia. Memiliki disertai rasa kuatir adalah memiliki dengan semangat yang jahat dan mampu melukai sesame. Maka ketika Yesus ajarkan jangan kuatir, ini bukanlah soal rasa tetapi soal kemampuan manusia secara intuitif (intuisi). Manusia yang kuatir adalah manusia yang sulit tiba pada rasa syukur sebab segala sesuatu hendak dimiliki. Apakah ajaran Yesus akan melahirkan sikap apatis? Justru dalam ajaran ini hendak dikemukakan bahwa segala kepemilikan dalam perspektif dimiliki Allah akan melahirkan gaya hidup yang bertanggung jawab. Kehidupan yang disertai dengan kebajikan dan bersumber dari pikiran yang terasah dan tertata dengan baik (band. Fil.4:8). Yesus tidak mengajar murid untuk tidak memiliki tetapi Ia mengajar para murid untuk berhati-hati dalam soal kepemilikan.

Bukankah ini penting bagi kita yang dewasa ini dipayungi pemahaman tentang kepemilkan sehingga menimbulkan persoalan tidak sederhana. Soal makan-minum dan pakaian adalah soal penting tetapi hendaknya tidak membuat pemahaman tentang penyertaan Yesus menjadi dangkal.



2. Soal Hidup (ayat 25)

Inilah masalah klasik yang dijalani manusia sehingga seorang bernama Mark Twain kemukakan bahwa hidup ini perlu dipikirkan dengan serius sebab kelahiran dialami semua orang tetapi mengisi waktu sesudah lahir itulah yang penting. Hidup demikian penting sehingga ketika memilih antara hidup dan mati Paulus memilih hidup (band Fil.1:23-24). Kenapa? Sebab hidup adalah untuk memberitakan kabar sukacita, memberitakan perbuatan Allah yang besar (1 Pet. 2:9). Hidup seperti ini tentu tidak terwujud dalam gaya kuatir, cemas, sebab akan membuat pandangan beralih kepada kuatir itu sendiri dan bukan HIDUP. Hidup seperti ini adalah hidup yang tidak dikuasai oleh rasa kuatir melainkan hidup yang dikuasai oleh Allah. Hidup yang bukan soal waktu tetapi soal nilai.



Sahabat-sahabat terkasih,

Seluruh ajaran Yesus mengkristal dalam pernyataan di ayat 33- carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya. Inilah kualitas hidup yang memungkinkan rasa kuatir tidak menjadi raja dalam aktifitas pelayanan tetapi Yesus Kritus tahu apa yang dibutuhkan oleh para murid. Di sinilah terjadi tranformasi kehidupan bahwa kita hidup dan tidak dikendalukan oleh kuatir tetapi dikendalikan oleh Yesus. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan Tuhan jerih Lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518