aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16660 x

Khotbah
Minggu, 22 Januari 2023
1 Yohanes 1: 1-4
PERSEKUTUAN YANG BERSAKSI

PERSEKUTUAN YANG BERSAKSI
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kashi
Kekuatan gereja bukanlah kekuatan institusinya tetapi keaslian kesaksiannya.” "Leonard Sweet & Frank Viola.

Apa yang dikemukakan Leonard Sweet dan Frank Viola menurut saya harus dipahami sebagai sebuah perspektif yang bersinggungan dengan kehadiran gereja secara actual. Gereja sebagai persekutuan memang patut menampilkan keaslian kesaksian yang berpusat pada pemahaman tentang siapa Yesus. Siapa Yesus yang menjadi pemberitaan gereja adalah yang utama sebab bisa saja kecenderungan menempatkan Yesus sebagai ‘alat’ yang mendominasi. Misalnya pernayataan bahwa ‘Yesus adalah jawaban’ hal ini bisa saja benar tetapi harus ditambahkan juga ‘Yesus adalah pertanyaan’ sebab bukankah seharusnya mengikut Yesus menimbulkan banyak pertanyaan yang tidak pernah tuntas jawabannya? Sebuah kesaksian yang dibangun dengan sifatnya yang orisinil jauh lebih bermakna disbanding kesaksian palsu yang kini banyak bertebaran. Kesaksian palsu lebih disukai sebab menyenangkan pancaindra tetapi seringkali gagal mengelabui Nurani. Hidup dalam kepalsuan seperti inilah yang harus ditanggapi dengan kehidupan yang ‘asli’.

Dalam bacaan kita dikemukakan oleh Yohanes sebuah pengajaran yang mendasar yakni tentang siapa Yesus. Siapa Yesus perlu diwaspadai dan dihayati dengan sungguh-sungguh sebab jika tidak maka secara perlahan implikasi mengikut Yesus dianggap sebagai Yesus. Contoh: mengikut Yesus sebagai sarana untuk mendapat berkat maka berkat jadi tujuan utama dan bukan Yesus. Mengikut Yesus sembuh dari sakit maka kesembuhan menjadi yang utama dan bukan Yesus. Hal ini menjelaskan kenapa mengikut Yesus haruslah yang utama sehingga ukuran mengikut Yesus kadangkala tidak selaras dengan logika berpikir. Ketika materi yang menjadi perhatian dan bukan Yesus maka Yesus hanya alat untuk mencapai materi. Dan ini berbahaya, sekali lagi berbahaya.



Yohanes mengemukakan bahwa Yesus yang menjumpainya adalah Yesus yang diimani berkarya sejak dahulukala (from the beginning-KJV) sebab itu apa yang isi kesaksian Yohanes adalah soal iman kepada Yesus sebagai hasil dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab oleh logikanya. Yesus yang membuat mujisat, menyembuhkan dan semua tindakan-Nya kini dipahami oleh Yohanes bukanlah tujuan tetapi akibat sebab yang utama dan terutama adalah Yesus. Dalam keindahan bahasa puitis Yohanes hendak menjawab berbagai ajaran sesat yang tidak meyakini Yesus sebagai manusia sepenuhnya (1 Yoh. 4:2). Ajaran ini sepenuhnya menyesatkan sebab Nampak rohani tetapi mengabaikan kemanusiaan Yesus adalah sekaligus mengabaikan keilahian-Nya. Pengajaran Yohanes bertumpu pada beberapa aspek penting yakni:



1.Bersaksi secara bertanggungjawab (ayat 1-2). Dengan menyatakan bahwa dirinya sudah melihat (seen) menyaksikan (looked) dan meraba (KJV handled-genggam) maka hendak dikemukakan bahwa Ia yang demikian agung telah menyatakan diri-Nya kepada manusia dan hadir bersama manusia serta mengalami segala keadaan manusia. Kristus tidak berdosa, tetapi Allah membuat Dia menanggung dosa kita, supaya kita berbaik kembali dengan Allah karena bersatu dengan Kristus.(2 Korintus 5:21-BIS). Maka bersekutu dengan Yesus menjadi persekutuan yang penuh sukacita (ayat 4). Persekutuan dengan Yesus yang diwarnai sukacita menjadi isi kesaksian kepada sesama. Pengenalan akan Yesus akan menghasilkan kehidupan yang bernilai orisinal sebagai manusia tebusan.



Nilai orisinal itu adalah kehidupan yang tidak diwarnai dengan tipu muslihat sehingga berkat jadi ukuran, materi jadi patokan dan jabatan jadi berhala. Berkat itu perlu, materi juga demikian namun ketika karena itu semua lalu pengenalan akan siapa Yesus diabaikan maka kehidupan penuh dengan tipu muslihat dan tidak orisinil. Pertanyaannya apakah yang menjadi isi kesaksian palsu selain dari kepalsuan itu sendiri?



2.Persekutuan yang bersaksi (ayat 3-4). Pemahaman tentang siapa Yesus menghasilkan persekutuan sebab Ia adalah Allah persekutuan. Persekutuan bukanlah kumpulan massa sebab dalam persekutuan selalu hadir apresiasi sementara kumpulan massa hanyalah kumpulan manusia impulsive. Persekutuan hanya bisa memberitakan isi kesaksian yang benar tentang siapa Yesus sebab mengalami perjumpaan dengan-Nya dalam sukacita sehingga perjumpaan yang bersifat horizontal juga mengalami hal yang sama. Persekutuan dalam semanagat dijumpai oleh Yesus adalah persekutuan yang berkualitas sebab hidup bukan saja soal kuantitas tetapi juga kualitas. Hidup kekal adalah hidup berkualitas yang dihasilkan dari perjumpaan dengan Yesus sehingga akibatnya adalah persekutuan yang dijiwai oleh keaslian dan bukan kepalsuan.



Sahabat-sahabat terkasih

Dengan pemahaman demikian maka keluarga adalah ruang pertama perjumpaan yang diliputi kebenaran. Keluarga menjadi ruang untuk terus mengasah kepekaan pengenalan akan Yesus secara benar sehingga yang lain adalah akibat sebab yang utama dan pertama adalah Yesus. Keluarga adalah ruang dimana kualitas persekutuan semakin dimantapkan sehingga perlu untuk terus mengakui bahwa dalam kerapuhan setiap anggota keluarga terjadi pemulihan yang bermuara sukacita. Kebiasaan menghadirkan sukacita di rumah akan terus memberi kemampuan untuk bersukacita di tengah ruang public yang sesak dengan tipu daya dan moralitas yang semakin memburuk. Maka kesimpulannya adalah berpeganglah pada Yesus Kristus dan hanya Dia yang utama maka yang lain hanyalah akibat, hanyalah tambahan sebab sukacita sejati tidak diukur dari materi dan jabatan. Sukacita sejati hanya terwujud dalam kesediaan untuk bersekutu dengan sesame dengan keaslian dan bukan kepalsuan, kesombongan dan iri hati. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih Lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518