aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16883 x

Khotbah
Minggu, 8 Januari 2023
Ibrani 1: 1-4
TOTALITAS KARYA DAN KASIH ALLAH

TOTALITAS KARYA DAN KASIH ALLAH
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kehidupan sebagai orang percaya selalu berkorelasi dengan fakta-fakta peristiwa sebab menjadi orang percaya yang hadir dalam dunia dan tidak hidup diawan-awan. Konsekuensi dari kehidupan demikian adalah penolakan dan bahkan persekusi yang merendahkan nilai kemanusiaa. Setiap orang percaya dalam panggilan dan pengutusan memang hadir dengan nilai yang khas yang tidak sama dengan nilai yang ditawarkan dunia. Setiap orang percaya hidup dengan gagasan yang besar sebab yang Maha Agung dan Besar menyatakan diri kepada manusia dalam rupa manusia. Dalam Filipi 2: 6-11 bahkan dikemukakan bahwa Ia telah merendahkan diri-Nya menjadi sama dengan manusia. Inilah bentuk komunikasi yang paling mendasar setelah Allah secara verbal mengkomunikasikan pikiran-Nya, kehendak-Nya kepada manusia melalui para nabi namun semua bentuk komunikasi verbal itu diabaikan oleh manusia. Allah adalah Allah yang tidak wajib untuk berbicara dengan manusia maka ketika Ia berbicara melalui para nabi maka Ia telah merendahkan diri-Nya. Allah yang secara verbal berbicara dengan manusia diperhadapkan dengan berbagai penolakan-penolakan yang dilakukan manusia dengan menolak para nabi. Allah melakukan sesuatu yang dengan sukarela menurunkan diri-Nya (voluntary condescension) sehingga Firman Allah hadir dengan kuasa yang besar dan tidak malu menyapa sebagai saudara (Ibr. 2:11) dan bahkan seperti pedang Firman Tuhan hadir menusuk amat dalam (Ibr. 4:11)

Hal ini penting sebab dalam keadaan yang sedang mengalami pergumulan dan tekanan oleh Roma karena tidak menyembah kaisar dan penolakan ini menimbulkan penyiksaan. Hal ini penting sebab menjadi murid Yesus memang tidak dijanjikan kehidupan yang sama dengan kemuliaan dunia, tidak sama dengan penawaran dunia maka jalan untuk menyangkal Yesus sangat terbuka lebar. Penyangkalan berkaitan dengan penderitaan dan persoalan yang dihadapi oleh orang percaya menjadi ruang dimana iblis dapat dengan leluasa memberi tawaran yang menyesatkan agar meninggalkan Yesus. Penulis surat Ibrani hendak menunjukkan bahwa kehidupan bersama Yesus memang tidak mudah tetapi setiap keputusan untuk hidup bersama-Nya dalam derita yang dialami tidak akan berujung sia-sia (Ibr. 9: 28). Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan melalui Ibrani 1: 1-4 adalah demikian:



1. Tuhan Berbicara Dengan Banyak Cara (ayat 1-2)

Penulis Ibrani mengemukakan bahwa Tuhan berbicara kepada manusia dengan perantaraan nabi-nabi dan nabi-nabai tidak sekedar berbicara tetapi melakukan apa yang di firman Tuhan (Yeremia 19: 1-4, Hosea 1:2). Hal ini menunjukkan bahwa ketika Ia berfirman maka penyampaian Firman kepada manusia tidak hanya secara verbal tetapi dalam tindakan yang actual. Tindakan yang actual menjadi firman yang relevan di setiap waktu dan tempat sehingga firman Tuhan dapat senantiasa menghadirkan pembaruan.

Dewasa ini sebagai orang Kristen kita perlu terus mendalami firman Tuhan dengan sikap mau untuk belajar sehingga firman Tuhan tidak sekedar hadir melalui kata-kata tetapi hadir dalam tindakan. Kehadiran Yesus Anak-Nya yang Tunggal menunjukkan adanya suatu perbedaan mendasar dengan nabi-nabi. Jika nabi-nabi disebut dalam bentuk jamak ‘prophets’ maka bentuk tunggal hanya kepada ‘His Son’. Firman yang menjadi manusia adalah firman yang harus diterima sebagai kebenaran yang mendewasakan.

Sebab dalam kedewasaan secara badaniah haruslah terisi dengan kedewasaan dalam iman yang memungkinkan setiap orang piawai dalam menentukan sikap dalam apa yang disebut sebagai kesadaran distingtif yakni cara berpikir dengan pembedaan yang tepat. Misalnya trotoar untuk pejalan kaki bukan tempat parker, beribadah untuk menyembah Tuhan bukan untuk mencari berkat. Kalua manusia mendefinisikan berkat sebagai kepemilikan yang utama maka kita bisa belajar dari Alexander The Great (Lord of Asia) yang berkata:

Bury my body and don’t build any monument. Keep my hands out so the people know the one who won the world had nothing in hand when he died.

Memiliki segala sesuatu itu penting tetapi dalam kebersamaan dengan Yesus itulah yang utama. Ia berhak menerima segala sesuatu (ayat 2a) untuk menunjukkan bahwa dalam mempersembahkan hidup kepada-Nya kita hadir dan memberi yang terbaik bagi-Nya sebab Ia layak. Ini penting agar kita tidak berhenti pada rasa takjub tapi lalu menolaknya (Markus 6: 2-3)



2. Superiority and Exellency Of Jesus ( ayat 3-4)

Penulis surat Ibrani hendak menjelaskann tentang perlunya kedewasaan iman dalam Yesus dan Ia melampaui segala sesuatu karena Ia taat (band. Ibr. 4: 13-14). Kedewasaan dalam iman bukanlah sebuah benda yang sekali jadi tetapi ada dalam proses yang mendahuluinya. Kehadiran-Nya dalam ketaatan didasarkan pada kasih setia kepada manusia. Ia yang demikian tinggi telah menyatakan kasih kepada manusia. Ia yang demikian superior telah menjadi rendah agar manusia dapat menemukan Kembali harapan dalam kehidupan yang diliputi pergumulan.

Jadi saudara-saudara superioritas dan excellency Yesus pertama-tama dalam kerangka menempatkan manusia dalam keutamaan menghadapi segala sesuatu. Kecenderungan untuk meninggalkan Yesus bisa menjadi tawaran yang menggiurkan tetapi bagi saudara yang dewasa dalam iman hal ini tidak berlaku. Saudara menjadi kuat untuk tetap berjalan dalam panggilan dan kesaksian. Saudara tidak ragu untuk berkata ‘bagiku Yesus segalanya’ sebab Ia begitu baik dan kebaikan-Nya kekal.



Sahabat-sahabat Tuhan Yesus

Firman Tuhan ini hendak mendorong kita semua selaku umat Tuhan untuk tidak berkcil hati dalam menjalani hari-hari kedepan. Ia yang sudah menyatakan diri-Nya agar kita dapat terus berpengharapan dalam menjalani hari-hari anugerah-Nya sekalipun dihadapakan dengan pergumulan. Persoalan dan tantangan memang tidak bisa dihindari tetapi keputusan untuk terus bertahan bersama Yesus yang superior dan exelent adalah keputusan yang tidak mengecewakan.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih Lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518