aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16825 x

Khotbah
Minggu, 16 Oktober 2022
2 Samuel 9: 1-8
KESETIAAN PADA JANJI

KESETIAAN PADA JANJI

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Loyalty is from above, betrayal is from below (Bob Sorge). Kesetiaan itu dari atas, dari langit, dari para manusia langit sementara pengkhianatan selalu berasal dari bawah, dari dunia kematian sebab muara dari pengkhianatan adalah kematian. Kesetiaan menjadi bahasa agung dan indah tetapi sekaligus bahasa imajinasi yang semakin lama semakin tergerus oleh berbagai kepentingan. Kesetiaan menjadi suatu keindahan ketika ditempatkan dalam relasi yang menghidupkan dan bukan mematikan. Maka hidup dalam kesetian menjadi sebuah kebutuhan sebab percayalah hanya kesetiaan yang membawa hidup sedangkan pengkhianatan penuh dengan rencana kematian.


Pada bacaan ini dikemukakan betapa indahnya kesetiaan yang diperlihatkan oleh Daud. Kesetiaan Daud pada janjinya kepada Yonathan adalah kesetiaan yang tidak dibatasi peristiwa. Kesetiaan yang melampaui peristiwa adalah kesetiaan seorang abdi sebab dalam diri abdi terdapat pengabdian yang abadi. Apa yang diperlihatkan dalam teks ini adalah Daud yang ketika berada dipuncak singgasana sebagai raja bukanlah Daud yang melupakan janjinya, ia setia pada janjinya.


Mefiboset yang adalah anak Jonathan dan cucu Saul adalah seorang penyandang disabilitas yang hidupnya sangat rentan terhadap berbagai tindakan yang destruktif. Hal ini berkaitan dengan posisi raja yang baru dan akan membinasakan semua keturunan raja yang lama. Policy melenyapkan setiap sumber ancaman terhadap pemerintahan yang baru menjadi kelaziman. Musuh raja bukan hanya raja tetapi seluruh anggota keluarga raja yang lama sehingga tidak boleh ada celah yang dapat membahayakan pemerintahan raja yang baru.

Sahabat terkasih,

Melalui kisah Daud dan Mefiboset ini dapat dikemukakan bahwa pengajaran yang tidak bisa diabaikan adalah:

a. Janji Dalam Perspektif Kesetiaan  (ayat 3)


Kesetiaan bukanlah perkara sederhana sebab kesetiaan selalu dibangun dengan tiga pondasi penting yaitu kejujuran, integritas dan komitmen. Setiap bentuk kesetiaan yang ditunjukkan kepada sesama pada dasarnya adalah bentuk kesetiaan pada diri sendiri.


Kesetiaan selalu berupaya untuk tetap tenang di tengah gejolak hati yang bergemuruh oleh berbagai peristiwa. Artinya kesetiaan apakah peristiwa itu menyenangkan atau menggelisahkan maka mereka yang setia akan tetap berada pada jalur kebenaran. Pertanyaannya setia pada apa atau siapa? Maka jawabnya adalah kesetiaan pada karya Allah yang selalu hadir dengan semangat membebaskan.

Daud yang membebaskan Mefiboset adalah Daud yang tetap setia pada janjinya kepada Jonathan. Janji yang dilakukan antara Daud dan Yonathan sebagaimana dikemukakan dalam 1 Samuel 20: 23 adalah hubungan perjanjian yang didasarkan pada kehadiran Allah ditengah-tengah mereka. Kehadiran Allah menentukan kualitas kesetiaan sehingga kehadiran Allah dapat mengarahkan kesetiaan untuk menukik pada tindakan yang memerdekakan. Kehadiran Allah menentukan kualitas dari kesetiaan sehingga dimana ada kasih dan kebajikam disana Allah hadir (ubi caritas et amor, Deus ibi est). Kesetiaan lalu hadir dengan prinsip JUJUR. Jujur, sebab dalam kesetiaan yang dipayungi oleh penipuan adalah kesetiaan yang rapuh dan rentan disalahgunakan.
Kesetiaan juga sangat membutuhkan KOMITMEN, yakni sebuah pengabdian atau tanggung jawab diri.

Dalam konteks inilah maka hadirnya kesetiaan untuk mewujudkan kebajikan adalah kesetiaan yang menukik pada peristiwa. Maka diperlukan sebuah kesetiaan yang melibatkan Tuhan ketika kita harus mewujudkan panggilan dan pengutusan. Keluarga yang melibatkan Allah adalah keluarga yang selalu diwarnai dengan kesetiaan yang menghidupkan.


B. Kebajikan Dalm Perspektif Kehidupan.(ayat 8)
Kebajikan kepada sesama adalah kebajikan yang menghasilkan kehidupan sebab kesetiaan dalam kebajikan adalah kesetiaan Allah yang menghidupkan. Dalam uangkapan ‘the first law of God is LOYALTY’ menunjukkan bahwa pelayanan yang diberlakukan kepada Mefiboset adalah perwujudan kasih Allah yang menghidupkan. Apa yang dikemukakan Mefiboset di ayat 8 menunjukkan bahwa ia memandang dirinya sendiri sangat rendah dan hina. Secara politis ia adalah kelompok keluarga raja yang dikalahkan, secara fisik ia hadir dengan keterbatasan (disabel).

Melalui pengajaran ini dikemukakan bahwa kebajikan yang diberlakukan adalah kebajikan yang memulihkan nilai kehidupan. Mefiboset memandang dirinya sebagai pihak yang paling hina bahkan mati. Mefiboset menunjukkan betapa hinanya di hadapan raja Daud tetapi sekaligus mengalami pemulihan oleh karena Allah yang hadir di tengah persahabatn Daud dan Yonathan. Peristiwa ini memberi pengajaran bahwa memahami diri sendiri adalah jalan untuk mengalami pembaruan. Di dunia yang penuh dengan kekerasan dan dendam kita melihat perspektif yang berbeda.



Sahabat-sahabat terkasih,

Maka dikehidupan yang penuh dengan kekerasan dalam kata dan pikiran yang muncul dalam tindakan, kita semua diingatkan bahwa tampil dengan loyalitas persahabatan adalah hal penting. Dalam dunia yang mengagumi kesempurnaan kosmetik dan mengabaikan makna yang mendalam maka persahabatn selalu bermuara pada kehidupan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518