Dibaca : 16755 x
KhotbahMinggu, 02 Oktober 2022 Kolose 1: 1-14 BERSEKUTU DAN BERSYUKUR
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Pusat iman Kristen adalah Yesus Kristus yang telah memberi keadaan baru berdasarkan kasih karunia-Nya. Sebagai puncak doktrin yang harus terus dihidupkan dalam lingkungan jemaat Kolose maka Paulus berharap bahwa surat Kolose bisa menjadi surat yang juga dibaca oleh banyak pihak. Di surat Kolose rasul Paulus mengetengahkan pondasi imannya yang membuat Paulus secara terbuka menunjuk kepada Yesus Kristus yang memeprcayakan pemberitaan Injil kepadanya (ayat 1).
Pengajaran ini penting sebab sekaliun tidak terlibat dalam pembangunan jemaat di Kolose tetapi Paulus mengasihi jemaat yang didirikan oleh anak rohaninya yakni Epafras yang menyampaikan berita tentang Kolose kepadanya. Epafras mengemukan berita secara seimbang tentang bagaimana cara hidup jemaat sehingga dipuji oleh Paulus (ayat 4). Di sisi lain juga dikemukakan tentang guru-guru palsu yang telah merasuk dalam persekutuan umat yang akan berujung pada tumpulnya tugas missional. Jadi kepada Paulus dikemukakan keadaan yang baik dan sekaligus keadaan yang menantang. Kisah Kolose ini sekaligus menunjukkan bagaimana jemaat harus berhadapan dengan ajaran-ajaran sesat yang kelihatan baik tetapi sebaliknya berujung kematian sebab menjauh bahkan menolak-Nya.
Rasul Paulus menunjukkan kedewasaan iman yang berpusat kepada Yesus Kristus ( ayat 18) sehingga segala sesuatu harus ditempatkan dalam perspektif tindakan-Nya yang melepaskan dari kuasa kegelapan (ayat 13). Rasul Paulus memperlihatkan bahwa pengalaman di Damsyik turut memberi andil pada sikap militant yang dimiliknya.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Pengajaran yang diberikan kepada jemaat di Kolose ialah bahwa kehidupan yang didasarkan kasih karunia adalah kehidupan yang bermakna. Kasih karunia yang memungkinkan umat dapat bergerak leluasa untuk menyatakan kebajikan kepada sesama sebagai semangat missional. Beragam nasihat yang diberikan oleh Paulus menunjukkan bahwa Paulus mengasihi jemaat di Kolose sekalipun Epafras yang membangunnya. Hal ini menunjukkan bahwa persoalan di Kolose bukanlah persoalan di Korintus dimana jemaat terbelah menjadi kelompok-kelompok. Baik Paulus, Timotius maupun Epafras telah menghadirkan contoh trio pelayanan yang berhadapan dengan ajaran-ajaran sesat. Relasi ketiganya menunjukkan bahwa setiap tantangan dalam pelayanan haruslah dijawab dalam persekutuan. Persekutuan yang saling menopang dan melindungi sebab persekutuan tersebut tidak dibatasi dengan perbedaan suku bangsa (Kol. 3: 11). Maka jemaat tidak saja mengalami pertumbuhan dalam iman mereka kepada Yesus tetapi hal itu menghasilkan buah yakni jemaat yang memberi kesaksian bahwa hidup mereka berpusat kepada Yesus.
Pengajaran penting yang hendak dikemukakan adalah:
1. Pengharapan yang berpusat pada Yesus Kristus (ayat 1- 😎
Pengajaran yang dikemukakan Paulus adalah keberadaan jemaat sebagaimana keberadaan Paulus berpusat kepada Yesus. Hal ini penting untuk dimengerti karena dalam persekutuan sebagai satu tubuh dengan Kristus dengan beragam latar belakang. Sekalipun tantangan hadir dengan semangat untuk mengoyak persekutuan tetapi umat selalu bersyukur sebab damai sejahtera memerintah dalam hati (3:15). Paulus berdoa agar seluruh keberadaan jemaat di Kolose diwarnai dengan keyakinan bahwa pengharapan mereka kelak (ayat 5) telah menggerakkan kehidupan yang memberi kesaksian. Pengharapan mereka telah menjadi semangat yang terus berjuang menyatakan diri sebagai umat-Nya yang bersaksi. Hal ini memberi pengajaran kepada kita semua bahwa kehadiran sebagai keluarga Kristen memang selalu diperhadapkan dengan tarikan yang hendak mendegradasikan nilai keluarga. Mengasihi telah turun kualitasnya sehingga yang terjadi adalah relasi suami-istri yang transaksional. Keluarga Kristen adalah keluarga yang memberi kesaksian bahwa seluruh gaya hidup mereka didasarkan pada pengharapan yang kokoh dan pengharapan itu tidak mengecewakan (Kolose 1:27, Roma 5:5). Maka sekalipun perjalanan hidup sebagai orang percaya tidak mudah namun kita tidak pernah kehilangan pengharapan. Keluarga yang berpusat pada Kristus adalah keluarga yang selalu berpengharapan bahwa bahwa hidup ini sungguh berarti (1 Timotius 4:10)
2. Hikmat dan Ucapan Syukur (ayat 9-14)
Hadirnya jemaat di Kolose merupakan wujud dari karya Yesus yang mengampuni dosa sehingga persekutuan itu adalah persekutuan orang-orang yang mengalami pengampunan. Kesadaran ini demikian penting sebab sadar bahwa karya Kristus demikian penting merupakan jalan masuk untuk terus menyatakan kualitas sebagai persekutuan. Kesadaran individual inilah yang akan menggerakkan semua potensi umat dalam langgam bahasa ibadah yang sama. Kesadaran individual ini kemudian hadir dalam persekutuan yang kokoh untuk menghadapi ajaran sesat. Maka dalam konteks ini hendak dikemukakan bahwa memiliki hikmat adalah kebutuhan yang fundamental bagi persekutuan. Hikmat tentang kesadaran diri di hadapan Allah akan memungkinkan terjadinya persekutuan yang bersyukur (ayat 12). Hal ini menunjukkan bahwa dibutuhkan kemampuan yang tajam dalam melihat berbagai peristiwa sehingga keluarga bukanlah keluarga yang reaktif. Bukanlah keluarga mengalami halusinasi seolah-olah keluarga yang baik dengan menyatakan hal yang tidak baik. Tanpa rasa syukur maka kehadiran selaku orang percaya masa kini tidaklah mengakar sebab kekuatan dari mengucap syukur adalah pengenalan Allah yang kuat dan perkasa dalam karya keselamatan (ayat 14). Dengan mengucap syukur kita dimungkinkan melihat peristiwa dengan sudut pandang yang berbeda ketika menghadapi kesulitan dalam hidup. Maka hadirlah sebagai keluarga yang selalu mengucap syukur, bukan karena keluarga lain celaka tetapi keterlibatan Allah dalam segala sesuatu.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Maka kehadiran kita selaku orang percaya dewasa ini memiliki kesempatan yang luas untuk memberi kesaksian bahwa diperlukan persekutuan yang solid untuk menghadapi tantangan. Diperlukan kesadaran diri bahwa membutuhkan Tuhan yang akan menyertai. Dan muaranya adalah ungkapan syukur. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|