Dibaca : 16846 x
KhotbahMinggu, 04 September 2022 Titus 1:1-4 MERAWAT IMAN PADA KEBENARAN
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dalam satu sesi pendalaman Alkitab di Sidang WCC di Karlsruhe Germany dikemukakan bahwa penderitaan bisa saja menyakitkan tetapi kesakitan itu bisa menjadi kesaksian. Setiap upaya untuk menyatakan kebenaran memang tidak selalu selaras dengan kenyamanan. Kebenaran bisa saja hadir dan mengganggu nurani dan menghasilkan ketidaknyamanan tetapi keadaan demikian bisa memberi kesaksian pada diri sendiri betapa kebenaran harus tetap dipertahankan. Kebenaran dalam perspektif Firman Tuhan saat ini bukan saja pada tataran doktri atau ajaran tetapi lebih dari itu sebuah tindakan. Tindakan yang dilakukan dengan alasan kebenaran memang sulit dan alibi yang dipergunakan adalah ‘saya manusia’. Pernyataan ini nampak rendah hati tetapi menyimpan bahaya besar yakni sikap permisif terhadap ketidakbenaran. Sekali lagi dikemukakan bahwa kebenaran memang menyakitkan tetapi dalam keadaan demikian kesaksian akan muncul sebagai keteladanan.
Maka pertanyaan yang dapat dikemukakan ialah ‘apakah kebenaran?’ sebagaimana bacaan kita saat ini. Apakah makna kebenaran tersebut dalam panggilan dan pengutusan yang dipercayakan oleh-Nya? Hari ini kita mendapat pembelajaran dengan pesan yang sangat kuat bahwa kebenaran dalam konteks bacaan ini ialah: manusia yang tidak benar dibenarkan oleh karya Yesus Kristus. Manusia yang dibenarkan tersebut adalah manusia baru sehingga Saulus berubah menjadi Paulus, sehingga masa lalu adalah sampah (Fil.3:8). Dalam ketaatan pada kebenaran itulah maka surat Titus ditulis Paulus ketika masih berada dalam penjara. Penjaran adalah kenyataan yang menyakitkan tetapi keadaan yang menyakitkan ini berubah menjadi kesaksian sehingga surat Titus bisa kita baca saat ini. Kebanaran yang berikut sebagaimana dikemukakan Paulus adalah menyatakan damai sejahtera bagi orang lain. Damai sejahtera bagi sesama ketika kita berada dalam keadaan baik tentu biasa. Tetapi damai sejahtera kepada sesama dan kita mengalami luka tentu hal luar biasa. Hal inilah yang hendak dikemukakan oleh Paulus bagi Titus. Maka pengajaran yang penting dari bacaan saat ini ialah:
1. PERCAYALAH PADA KEBENARAN-NYA YANG MEMBENARKAN.
Pada bagian awal bacaan kita dikemukakan oleh Paulus bahwa dirinya adalah hamba Allah dan Rasul Yesus Kristus (ayat 1). Sebagai hamba maka Paulus bekerja bagi tuan-Nya yakni Allah. Dalam kapasitas sebagai hamba maka Paulus harus taat kepada-Nya sekalipun dalam penderitaan penjara di Roma. Kenapa demikian? Sebab Paulus sudah mengalami pembenaran oleh Yesus Kristus yang kini mengutusnya sebagai rasul Yesus Kristus. Sebaai rasul Yesus Kristus maka tugas Paulus adalah menyampaikan kebenaran yang hakiki bahwa manusia telah mengalami kehidupan baru oleh karya penebusan Yesus Kristus. Percaya pada kebenaran inilah yang akan menggerakkan Titus untuk selalu hadir sebagai utusan yang memberitakan kebenaran. Keberanaran tersebut ialah manusia mengalami pemulihan dan penebusan oleh Kristus sehingga manusia selalu dikuatkan menjalani hari-hari yang dianugerahkan-Nya. Setiap orang percaya patut menghayati hal ini dengan sungguh-sungguh agar tidak bersandar pada kebenaran dunia ini. Kebenaran dunia adalah kebenaran yang sifatnya transaksional tetapi kebenaran Tuhan bersifat menghidupkan.
Dalam perspektif inilah maka sebagai keluarga Kristen perlu dihayati bahwa keluarga kita adalah keluarga kebenaran yang telah mengalami pembenaran. Artinya dalam kehidupan sebagai keluarga Kristiani kita tidak lagi memakai ukuran-ukuran kebenaran dunia tetapi kebenaran yang hakiki yakni kebenaran-Nya. Hal itu berujung pada kehidupan dan tidak pernah memakai alibi untuk membenarkan dosa. Maka dalam pergulatannya dengan berbagai ajaran yang dapat hadir dan menyesatkan, keluarga Kristen tetap berpegang teguh pada kebenaran-Nya dan melakukan kebenaran sebab hal itulah yang lebih bernilai dari korban (persembahan) " Amsal 21:3. Sekalipun kesulitan hadir dengan kuasa yang mematikan namun setiap orang percaya tidak goyah dari jalan kebenaran yang ditetapkan Allah. Keluarga kita semua adalah keluarga yang bersaksi bahwa Yesus Kristus adalah juruselamat yang menghidupkan.
2. JANGAN BERHENTI UNTUK MENJADI SALURAN BERKAT (ayat 4)
Sekalipun berjuang dalam segala keterbatasan penjara namun Paulus tidak pernah berhenti menjadi saluran berkat. Ia hadir sebagai utusan yang memberitakan tentang kebenaran akan pengharapan pada saat penyataan Yesus Kristus kelak (ayat 2-3). Menjadi saluran berkat bukanlah dibatasi pada aspek tertentu saja tetapi selruh kehidupan orang percaya adalah saluran berkat bagi sesama. Hal inilah yang dengan lugas dikemukakan oleh Paulus kepada Titus bahwa kebenaran dalam Yesus itulah yang memerdekakan (Yoh. 8: 31-32). Hal ini jugalah yang perlu dihidupkan dalam keluarga Kristen agar selalu menjadi saluran berkat. Setiap bentuk kesaksian keluarga Kristen dapat muncul bukan hanya saat yang bahagia tetapi kesaksian juga bisa muncul saat menderita. Kita tidak mengejar penderitaan tetapi keberanian untuk berjalan sendiri di jalan sunyi adalah konsekuensi dari hidup dalam kebenaran.
Maka setiap keluarga Kristen adalah keluarga yang terus bersaksi dan untuk itulah diperlukan asupan ajaran/doktrin yang benar. Dengan begitu maka keluarga Kristen sungguh menjadi sarana kesaksian yang handal.
Sahabat-sahabat terkasih
Melalui pengajaran inilah kita semua diundang memasuki pemahaman yang benar yang perlu terus dirawat yakni iman pada kebenaran. Mengimani kebenaran akan selalu berdampak pada gaya hidup menyampaikan damai sejahtera pada sesama. Sebuah gaya hidup yang nampak merugikan bagi tetapi dalam Yesus selalu hadir dengan gaya yang menawan, gaya hidup kebenaran.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya kehadiran kita sebagai saluran berkat bagi sesama tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|