aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 17153 x

Khotbah
Minggu, 03 Juli 2022
1 TAWARIKH 29: 10-19
INGATLAH ALLAHMU

INGATLAH ALLAHMU
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Melakukan suatu tindakan dengan alasan yang benar akan menumbuhkan pengaruh yang besar sebab alasan yang tepat akan akan menghasilkan tindakan yang tepat juga. Di sisi lain berada pada posisi tertentu memerlukan pendekatan yang tepat sebab berada pada posisi tertentu tanpa pendekatan yang tepat akan meruntuhkan nilai dari posisi tersebut. Melalui dua hal penting inilah maka khotbah tentang ‘spirit of exelence’ adalah sebuah pengajaran yang hendak menuntun kita untuk memahami posisi kita dan apa yang hendak kita lakukan dengan alasan yang tepat. Dalam Ulangan 8: 17-18 dikemukakan bahwa mengingat siapakah sesungguhnya yang telah memberikan segala kemungkinan bagi kita merupakan hal penting sehingga tidak terjebak pada keangkuhan dan kesombongan yang akan menjatuhkan. Kemampuan untuk memberi bukanlah soal benda saja bukan juga soal potensi karena kedudukan tetapi dalam jangka panjang akan menuntun seseorang untuk secara bijak menentukan apakah yang menjadi prioritas dalam dalam hidupnya. Sebuah persembahan dengan lasan yang benar dengan segera akan menuntun seseorang pada pengenalan akan Allah sumber segala sesuatu. Efesus 3: 20 dikemukakan bahwa ‘Ia melakukan jauh lebih banyak dari yang didoakan atau pikirkan’ memperlihatkan bahwa apapun yang diberikan kepada-Nya haruslah didasarkan pada alasan demikian.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Melalui pembacaan hari ini kepada kita dikemukakan bagaimana tanggapan Daud kepada keputusan Allah. Daud bisa saja merencanakan pembangunan Rumah Tuhan tetapi Salomo sesuai kehendak Allah yang akan mewujudkan hal itu. Daud mengajukan proposal pembangunan Rumah Tuhan dan Allah menjawab ‘tidak’ untuk hal tersebut namun Daud tidak kehilangan antusias untuk memanjatkan puji-pujian kepada Allah. Raja Daud memberi puji-pujian kepada Allah bukan tanpa alasan tetapi dengan alasan yang kuat yakni ‘cinta akan rumah Allahku’ (ayat 3). Jadi tindakan Daud didasarkan pada alasan cinta kepada Allah yang sudah menyatakan cinta-Nya kepada bangsa Israel sejak Abraham, Ishak dan Israel (ayat 18). Maka pengajaran yang hendak dikemukakan bagi kita adalah:



1. Memahami Alasan Puji-pujian (ayat 10-13)

Puji-puji Daud bertolak dari alasan yang tidak bersifat imajiner tetapi berdasarkan pada fakta-fakta pemeliharaan Allah yang hebat. Keterlibatan Allah dalam sejarah kehidupan umat-Nya adalah fakta yang tidak terbantahkan dan dihayati oleh Daud. Daud tidak sedang mengumandangkan nyanyian tanpa alasan tetapi mendasari semua puji-puji kepada Allah yang bertindak dalam kehidupannya dan tidak pernah mengecewakannya. Karakter seperti inilah yang memungkin sebuah puji-pujian tidak berlangsung semu dan hampa tetapi didasarkan pada pengakuan betapa besar cinta Allah bagi Daud maupun Israel (lihatlah ayat 14). Sebuah puji-pujian berkualitas hanya bisa diwujudkan oleh orang-orang yang berjiwa besar.



Orang-orang yang mengakui bahwa segala sesuatu bersumber dari Allah sehingga 102 ton emas atau 203 ton perak (ayat 3-40) bukanlah hal yang luar biasa sebab umat memberi dengan lebih banyak lagi (ayat 7). Ungkapan pujian Daud dan seluruh Israel hendak memberi pengertian bagi kita semua bahwa dalam memberi pujian kepada Allah adalah jawaban atas semua tindakan Allah dalam kehidupan. Memberi kepada Allah bukan karena Allah kekurangan tetapi memberi sebagai perwujudan ‘cinta’ yang mendalam. Memberi pujian bagi Allah akan menolong setiap orang percaya untuk hadir sebagai teladan yang mempesona.



2. Memahami Posisi Diri (ayat 14-19)

Posisi seseorang akan memengaruhi tindakannya sebab sebuah tindakan akan menampilkan sebuah sikap yang berbeda (‘jangan hidup lagi SAMA-Efesus 4:17-18). Kehadiran yang bertanggungjawab adalah kehidupan yang Tuhan anugerahkan sehingga cara menanggapi suatu peristiwa akan menentukan bagaimana masa depan. Apa yang dikemukakan oleh Daud menjadi penting sebab berkaitan dengan caranya memahami posisi diri atau lebih tepatnya tahu diri. Dengan menyatakan bahwa kehidupan adalah sementara seperti bayang-bayang saja(ayat 15) maka dalam kesementaraan kehidupan ini hendak dilakukan sesuatu yang pasti sesuatu yang kokoh yakni membangun rumah Tuhan. Pengakuan Daud bahwa dirinya seperti orang asing menegaskan bahwa betapa singkatnya waktu kehidupan dan tidak permanen. Tetapi dalam hubungannya dengan Rumah Tuhan Daud melakukan persiapan dengan serius sekalipun Salomo yang akan mewujudkannya.



Sebagai orang percaya kita perlu juga memahami bahwa cara kita memberi respon atas kebaikan Tuhan haruslah dengan bertanggungjawab. Respon yang benar akan menunjukkan kualitas kebenaran itu sendiri dan bagaimana masa depan pembangunan rumah Tuhan yang sedang dipersiapkan.



Maka kepada kita dikemukakan sebuah pengajaran yang penting bahwa kita perlu tahun posisi kita dimanapun berada. Dalam keluarga, dalam pelayanan, dalam pekerjaan, semuanya memerlukan respon yang tepat. Sebagai pemimpin yang memberi teladan kepada banyak orang kita perlu menunjukkan sikap yang berkualitas. Jika kita selalu mencermati dengan sungguh-sungguh posisi kita maka kecenderungan yang merusak bisa kita hindari. Maka belajarlah memahami posisi sebagai murid Yesus Kristus sejak dari rumah sehingga dengan kecenderungan hati kepada Allah selalu terjaga.



Menjadi orang percaya ketika berhadapan dengan situasi apapun kita mampu untuk terus berharap (bacalah Roma 15:13 - pengharapan yang berlimpah). Hal ini menjelaskan bahwa ketika banyak orang memberi respon yang sama di tengah kesulitan hidup maka respon yang berbeda akan memungkinkan orang memuliakan Tuhan.



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,

Marilah kita menjalani kehidupan yang selalu dimulai dengan memahami alasan yang kuat dan memahami posisi secara tepat. Dengan demikian maka kehidupan kita menjadi berarti sebab kehidupan itu diwarnai dengan cinta kepada rumah Tuhan dan memungkinkan respon yang tepat. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518