aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 16731 x

Khotbah
Minggu, 12 Juni 2022
Amos 5: 14-17
MENYATAKAN KEADILAN (MINGGU TRINITAS)

MENYATAKAN KEADILAN (MINGGU TRINITAS)
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Keberhasilan dalam menjalani kehidupan merupakan harapan dan cita-cita semua orang. Keberhasilan itu demikian penting sehingga manusia berusaha untuk mendapatkannya dengan sungguh-sungguh. Keadaan ini dengan segera memunculkan pengakuan bahwa manusia mengalami keutuhannya sebagai manusia ketika hidupnya berhasil. Ketika manusia tiba pada keberhasilan hidup maka yang diperlukan adalah kemauan untuk menelisik kembali nilai dirinya sebagai manusia. Apakah keberhasilannya merupakan puncak dari kehidupan yang bernilai, kehidupan yang utuh sebagai manusia.

Dalam konteks kitab Amos hal ini telah diwujudkan oleh Israel karena secara ekonomi mereka berhasil dengan Yerobeam sebagai raja. Tidak berhenti disitu saja tetapi dalam peribadahan mereka juga melaksanakan peribadahan di dua tempat yag bernama Betel dan Gilgal (Amos 4:4 dan 5:5). Seluruh rangkain ritual yang dilaksanakan dengan begitu luar biasa tetapi menampilkan wajah spiritualitas yang muram dan berdebu. Kenapa? Sebab seluruh rangkain keberhasilan Israel dan peribadahan yang dilakukan ternyata dilakukan dengan meningggalkan puing-puing kehancuran nilai kemanusiaa yaitu ketika keadilan diabaikan (Amos 4:7) dengan menginjak-injak orang lemah dan menjepit orang benar (Amos 5:11,12). Dengan konteks seperti itulah maka Amos dari Tekoa di Yehuda diutus Allah untuk menyampaikan kepada Israel bahwa Allah menolak bahkan membenci semua bentuk peribadah mereka dan semua persembahan mereka (Amos 5: 21-22). Hal ini dikemukakan karena semua perilaku mereka bertentangan dengan hakikat Allah yang bersifat Esa dan Relasional.

Ketika keberhasilan demikian luar biasa dan peribadahan menjadi luar biasa hal ini telah menimbulkan ilah yang lain yakni keberhasilan itu sendiri. Ketika peribadahan demikian luar biasa maka pusat peribadahan telah bergeser dari Allah kepada diri sendiri. Semua penolakan ini juga diakibatkan oleh hilangnya atau gugurnya sifat membangun relasi. Relasi yang terbentuk waktu itu adalah relasi yang tidak adil dan sebab itu dikecam oleh Allah.

Jawaban atas kenyataan yang demikian dikemukakan pada bagian bacaaan kita hari ini yakni carilah yang baik dan bencilah yang jahat (Amos 4: 14-15). Frasa ini memberi pengertian bahwa yang baik itu haruslah terus diperjuangkan yang baik itu harus dicari dengan sengaja. Hal ini menunjukkan bahwa kebaikan yang terus dikembangkan dengan sendirinya akan berkata tidak kepada yang jahat. Untuk bisa berhadapan dengan yang jahat maka pertama yang penting adalah dengan menumbuhkan kebaikan. Kenapa? Sebab kebaikan selalu bersifat relasional, kebaikan tidak pernah berhenti untuk diri sendiri tetapi selalu berhubungan dengan orang lain.

Keesaan dan sifat relasional Allah perlu menjadi perhatian sebab tanpa hal itu maka seluruh bangunan keberhasilan menjadi tidak bernilai. Maka pesan apakah yang perlu kita pahami melalui firman Tuhan hari ini?


1. Di Minggu Trinitas ini hendak dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang melampaui semua doktrin. Minggu Trinitas ini hendak menunjukkan bahwa hadirnya pengakuan Una Substantia Tres Personae -satu Allah tiga pribadi adalah hakikat Allah yang relasional. Allah Bapa didalam Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus adalah Allah yang bertindak adil kepada manusia. Keadilan Allah diwujudkan dalam tindakan-Nya yang menjumpai manusia dan membangun relasi dengan manusia. Allah yang adil nampak nyata dalam segala ketetapan-Nya bagi manusia yang penuh kasih tetapi sekaligus dalam kasih-Nya Ia menghukum (1 Kor. 6:9). Keadilan Allah adalah keadilan yang membangun mereka yang lemah dan tidak berdaya dan sekaligus juga menghukum mereka yang menciderai keadilan-Nya (Mazmur 7: 10-12). Di minggu Trinitas ini kepada kita dikemukakan bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah Allah yang merawat relasi dengan manusia dan manusia merawat relasinya dengan sesama.


2. Di Minggu Trinitas ini kita semua diundang memasuki fase seorang pencari kebaikan. Menjadi seorang pencari kebaikan adalah seorang yang mengakui bahwa semua kebaikannya perl uterus mengalami koreksi. Apakah kebaikanku adalah kebaikan sebagai tanggapan atas kebaikan Allah atau kebaikanku adalah kebaikan yang berporos pada diriku sendiri. Ketika kebaikan itu berpusat pada Allah maka kebaikan yang dibangun secara terus menerus adalah kebaikan yang kemudian menjadi gaya hidup (the way of life). Sikap demikian mencerminkan bahwa seluruh alur kehidupan kita dikuasai dan dikendalikan oleh kebaikan Allah. Maka mencari kebaikan perlu dilakukan dengan antusias, dengan optimis, dengan kerendahan hati. Kebaikan manusia sebagai jawaban atas kebaikan Allah menjadi model yang penting untuk menangkal setiap unsur kejahatan yang bisa saja dialami karena kehidupan yang relasional adalah kehidupan yang selalu bernilai melampaui semua keberhasilan kita.


Sahabat-sahabat yang terkasih,

Mulailah semua kebajikan dan relasional itu dalam kehidupan keluarga. Apakah relasi dalam keluarga kita adalah relasi yang diwujudkan sebagai akibat hubungan kita dengan Tuhan. Apakah keadilan juga kita terapkan dalam kehidupan keluarga ketika kasih dan teguran tetap berjalan seimbang dan tidak bersifat destruktif? Marilah kita mencari yang baik sehingga dengan mencari baik dengan sendirinya akan menangkal yang jahat yaitu setiap tindakan yang merendahkan nilai kemanusiaan. Marilah mencari yang baik sebab hidup tidak berhenti hanya pada sukses tetapi juga bernilai. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah mewujudkan keadilan tidak pernah sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518