Dibaca : 16970 x
KhotbahKamis 26 Mei 2022 Kiah Para Rasul 1: 6-11 GEREJA YANG SETARA DAN ADIL
Kenaikan Tuhan Yesus ke surga Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Kualitas sebuah relasi menjadi penting ketika ditempatkan dalam peristiwa perpisahan. Perpisahan tidak selalu berujung keterputusan sebab jika perpisahan berarti keterputusan maka relasi yang terjalin perlu menjadi dipertanyakan. Kualitas sebuah relasi tidak bergerak dalam rentang waktu tertentu tetapi senantiasa bermuara pada aktifitas yang lebih cair dalam perjumpaan dengan berbagai peristiwa. Inilah yang perlu dimegerti oleh para murid sekalipun mereka tetap tidak mengerti yang dinarasikan dalam pertanyaan. Pertanyaan yang dikemukakan oleh para murid (ayat 6) menunjukkan bahwa relasi mereka dengan Yesus adalah relasi yang tidak berkualitas.
Pertanyaan para murid masih didasarkan pada sebuah relasi yang dilandasi untung rugi. Jika kami sudah mengikuti tentu harus jelas keuntungan atau ‘benefit’ apa yang kami dapatkan. Inilah pertanyaan yang mengarah kepada kepastian adanya kuasa. Peristiwa kenaikan Yesus dengan lantang menyuarakan kedangkalan berpikir bahwa kehidupan sebagai pengikut Yesus adalah urusan kuasa yang bersifat politis dan kehilangan bahasa nurani. Nurani mereka tumpul sehingga perlu mengalami perubahan yang mendasar melalui sebuah peristiwa yang besar yakni kenaikan Yesus ke surga.Jika persoalan kuasa yang lebih dominan maka perpisahan akan menjadi keterputusan.
Perpisahan menjadi peristiwa yang destruktif karena menempatkan manusia pada posisi yang terputus. Beberapa alasan yang bisa menjadi alasan terputusnya sebuah relasi seperti kurangnya pengetahuan (Yoh. 14:5), pengkhianatan (Mat. 26: 48-49). Jika relasi Yesus dan para murid tidak berdampak pada kualitas pengetahuan mereka tentang Yesus maka tidak dapat dinafikan bahwa pengkhianatan juga bisa terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa sebuah keterpisahan jika disertai dengan keterputusan maka ada yang salah dalam membangun relasi.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Jika demikian pesan apakah yang hendak diperlihatkan oleh peristiwa kenaikan Yesus ke surga?
Yang pertama adalah motivasi yang perlu dijernihkan dalam sebuah relasi (ayat 6-8). Motivasi para murid ketika mengangkat issu kerajaan Israel adalah soal kuasa. Kekuasaan demikian penting dalam pikiran para murid sehingga soal kerajaan Israel adalah soal prestisius. Posisi para murid ketika kerajaan Israel dipulihkan adalah cita-cita yang dapat merusak sebuah relasi. Haus kuasa pada gilirannya akan hadir dengan semangat berkuasa untuk menaklukkan, untuk mencengkeram. Yesus memberi pengajaran penting bahwa ada kuasa yang berbeda yang tidak dapat diberikan oleh dunia. Kuasa yang dihasilkan dari karya Roh Kudus adalah kuasa yang membangun dan memperbarui. Kuasa yang menunjukkan bahwa pembaruan kualitas relasi antara murid dan Yesus adalah relasi yang menumbuhkan pengetahuan, kualitas yang ant pengkhianatan.
Maka dapat dikemukakan bahwa peristiwa kenaikan Tuhan Yesus adalah peristiwa mengubah sudut pandang. Artinya Yesus yang naik ke surga bukan lagi Yesus yang hadir di lokasi tertentu yakni Yerusalem tetapi Yesus yang hadir di setiap pelosok kehidupan. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran yang kontradiksi antara Yesus dan para murid adalah bentuk berkuasanya Bagi para murid kuasa yang melkat pada kerajaan Israel adalah kuasa penaklukan. Sementara Yesus menunjukkan bahwa kuasa yang hadir oleh karya Roh Kudus adalah kuasa yang menghidupkan, kuasa yang memanusiakan dan kuasa yang mengubah kearah yang baik. Peristiwa kenaikan Yesus ke surge menunjukkan bahwa Ia berkuasa melampui lokasi tertentu sehingga sucinya Yerusalem kemudian menjalar ke setiap tempat. Melalui pengajaran ini hendak dikemukkan bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke Surga adalah peristiwa yang mendasar. Yesus yang naik ke surge adalah Yesus yang menyatakan bahwa kuasa-Nya bukanlah kuasa yang merusak sebaliknya adalah kuasa yang melindungu (band. Mazmur 91:3-7).
Dalam hal inilah kesaksian gereja adalah kesaksian yang mendemonstrasikan kuasa yang memulihkan. Kenapa hal ini penting sebab banyak peristiwa dapat menimbulkan luka tetapi dalam peristiwa kenaikan Yesus ada kuasa yang memulihkan, ada kuasa yang meneguhkan pengharapan, ada kuasa yang menghormati kemanusiaan. Maka peristiwa kenaikan Yesus adalah peristiwa berkuasanya Yesus atas segala sesuatu. Berkuasa-Nya selalu identik dengan panggilan dan pengutusan sehingga gereja yang mengaku kuasa-Nya haruslah gereja yang memberi kesaksian tentang kebenaran dalam kuasa kebangkitan-Nya.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,Yang kedua Peristiwa kenaikan Yesus ke surga juga menunjukkan bahwa cara pandang para murid adalah cara pandang yang harus diperbarui. Para murid perlu menempatkan cara pandang mereka secara seimbang agar tidak hanya memandang keatas. Ketika cara pandang para murid didominasi dengan memandang keatas maka pada saat yang sama mereka tidak memandang ke bawah. Memandang kepada yang transenden selalu selaras dengan cara pandang yang imanen. Inilah teguran kepada murid dan juga menjadi pelajaran bagi kita bahwa kesaksia gereja tidak hanya dalam aktifitas yang pincang tetapi keutuhan. Kenaikan Yesus ke surge memperjelas posisi setiap para murid dan dengan demikian adalah gereja bahwa keutuhan cara pandang perlu terus diperbarui. Dengan hanya memandang kepada pelayanan gereja dan melupakan pelayanan dalam relasi horizontal di tengah keluarga akan menjadi pelayanan yang tidak bermutu.
Apakah makna kenaikan Yesus ke surge bagi keluarga?
a. Selalu ada pengharapan bagi keluarga. Ketika berjumpa dengan pergumulan dan penolakan maka keluarga adalah oase yang menyegarkan. Pengharapan ini penting agar Yesus yang naik ke surge bukan saja konsumsi di gereja tetapi menukik dalam kehidupan keluarga dengan pengharapan yang tidak mengecewakan (Roma 5:5)
b. Selalu ada pemulihan di tengah keluarga. Ketika berhadapan dengan luka-luka penolakan dan pengkhianatan di tengah dunia maka keluarga hadir dengan kuasa yang memulihkan dengan kuasa yang menyembuhkan yang bersumber dari kuasa Roh Kudus. Maka kenaikan Yesus ke surge menjadi pesan yang yang harus disaksikan dalam dalam gerak aktifitas pelayanan yakni pemulihan (Zefanya 3: 17)c. Selalu ada pengakuan bahwa manusia pada daarnya rapuh dan tidak berdaya. Kenaikan Yesus ke surge adalah peristiwa Ia yang merengkuh segala kerapuhan manusia, Ia yang tidak berkata ‘tidak’ kepada manusia sehingga manusia mengalami sukacita (Lukas 24: 50-52)
Sahabat-sahabat terkasih,Maka peristiwa kenaikan Tuhan Yesus semakin mempertegas kehadiran kita sebagai warga gereja yang bersaksi dan kesaksian itu berawal dari rumah. Rumah yang selalu mengakui bahwa ada kuasa kenaikan Yesus ke surge adalah kuasa menghadirkan pengharapan, kuasa yang memulihkan dan kuasa yang membawa sukacita. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|