Dibaca : 17082 x
KhotbahMinggu, 08 Mei 2022 1 Tawarikh 1: 1-4 DIBENTUK DAN DIPILIH
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Silsilah keluarga bukan saja menunjukkan nama-nama yang hadir dalam sejarah sebuah keluarga tetapi sekaligus menunjukkan bagaimana Allah berkarya dalam kehidupan keluarga. Silsilah keluarga juga saja soal nama tetapi soal yang fundamental adalah identitas keluarga tersebut ditampilkan melalui kehadiran nama-nama. Maka pengajaran utama dari Kitab Tawarikh dengan menampilkan silsilah keluarga bukanlah soal sejarah keluarga besar umat Allah tetapi soal bagaimana Allah turut terlibat dalam kehidupan umat. Hal ini penting sebab setelah kembali dari pembuangan, umat dengan mentalitas budak dan orang terjajah harus mengalami restorasi agar kembali menemukan pemahaman yang bermakna tentang hakikat mereka sebagai keluarga Allah. Sejarah yang dituliskan ini hendak memperlihatkan bagaimana Allah terlibat dalam kehidupan umat sejak dari awal sejaka dari Adam. Nama-nama yang dikemukakan adalah nama-nama yang kuat dalam ingatan bangsa Israel namun dibalik nama-nama itu ada yang sangat penting yakni Allah. Kehadiran Israel sebagai umat Allah tidak terpisahkan dari Allah sebab Ia telah terlibat dalam kehidupan umat sejak awal penciptaan. Hal ini dimaksudkan agar sekembalinya umat dari pembuangan di Babel haruslah dipahami bahwa Allah tetap menyertai mereka di tengah masa pembuangan. Keterlibatan Allah yang tidak pernah dipatahkan oleh suasana pembuangan menjadi pokok penting untuk menghayati kembali identitas mereka sebagai umat Allah.
Maka pengajaran penting yang hendak dikemukakan melalui kitab Tawarikh adalah soal pemulihan identitas mereka dan soal perjalanan mereka ke masa depan. Melalui pengajaran inilah hendak dikemukakan bahwa kehidupan sebagai umat Allah tidak bersifat temporer tetapi bersifat kekal dank arena bersifat kekal itulah umat diarahkan memasuki suasana kehidupan yang baru, kehidupan yang dihayati sebagai bagian dari karya Allah yang memilih dan membentuk mereka.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
1. Pemulihan Identitas. Dengan menarik silsilah sampai kepada Adam hendak dikemukakan kepada umat bahwa kehadiran mereka sebagai umat Allah haruslah berdampak luas. Artinya mereka tidak hadir untuk diri mereka sendiri tetapi mereka hadir sebagai umat yang memberi kesaksian secara universal. Dengan menulikan nama Adam sebagai awal dari silsilah maka penulis kitab Tawarikh hendak meneguhkan pengharapan umat yang kembali dari pembuangan melalui pernyataan bahwa penyertaan Allah tidak berubah. Allah yang telah memilih dan membentuk umat melalui berbagai peristiwa adalah Allah yang tetap setia dalam hubungan perjanjian dengan umat. Dengan mengemukakan nama Adam maka kembali ditegaskan bahwa sejak awal umat adalah umat Allah yang terus melakukan pemulihan. Pemulihan yang dikemukakan penulis Tawarikh adalah melalui nama Set yang lahir menggantikan Habel yang dibunuh oleh Kain (Kejadian 4:25). Set yang berarti karunia menunjukkan bahwa rencana Allah bagi dunia ini tidak bisa digagalkan oleh tindakan kekerasan yang diawali tindaka Kain. Dengan pemahaman inilah umat yang kembali dari pembuangan mendapat peneguhan untuk memahami bahwa peristiwa apapun yang menimpa umat tidak pernah meruntuhkan rencana Allah yang besar bagi umat.
Pengajaran ini tetap relevan bagi kita saat ini dimana sebagai umat-Nya kita selalu diarahkan untuk terus menghayati identitas kita selaku orang percaya. Keletihan dan kepenatan hidup yang kita jumpai serta berbagai kekerasan yang muncul dan itikad dan rencana jahat yang mungkin dialami bisa saja menggoyahkan pemahaman kita tentang kasih karunia Allah yang tidak tergoyahkan atas kehidupan orang percaya. Kuasa penyertaan Allah adalah kuasa yang melahirkan antusiasme untuk terus memberi kesaksian yang kokoh (Kisah Para Rasul 1:8). Dengan kuasa-Nya Allah telah memilih dan membentuk setiap orang percaya untuk memahami identitas selaku orang percaya. Keruhnya kehidupan dengan berbagai persoalan bukanlah saat untuk mengabaikan identitas ini yakni umat yang memberi kesaksian melalui keluarga. Bagaimana Allah telah menyatakan karunia-Nya melalui pelayanan dan pengorbanan Yesus yang terus mengarahkan setiap keluarga untuk tidak mengabaikan pilihan Allah dan bagaimana Ia membentuk setiap orang percaya dalam keluarga untuk memberi kesaksian di ruang public.
2. Pengharapan ke masa depan. Allah memilih umat untuk selalu bertekun dalam pengharapan dan pengharapan dalam diri-Nya tidak pernah mengecewakan (band. Roma 5:5). Penulis Tawarikh menunjukkan bahwa keterlibatan Allah yang terus berkarya dalam kehidupan umat sebagaimana diperlihatkan melalui peristiwa Nuh dan keluarganya (ayat 4). Bagaimana keluarga ini tetap setia dalam karya memenuhi perintah Allah di tengah-tengah derasnya pengaruh kehidupan yang berdosa (Kej. 6:11-12). Keluarga yang kemudian menjadi saksi tentang peristiwa air bah (Kej. 7) dan sekaligus keluarga yang menatap pengharapan baru melalui pelangi hubungan perjanjian yang menghidupkan (Kej. 9: 12-16). Jadi nuh dan keluarga ditempatkan dalam hubungan perjanjian yang diperbarui Allah dan mengarah ke masa depan. Hubungan perjanjian tersebut akan memuncak dan menjadi manusia Yesus Kristus. Jadi pengharapan yang hendak dikemukakan bukanlah sebuah pengharapan semu tetapi kepastian sebagai umat Allah yang meyakini keterlibatan-Nya. Dalam konteks inilah pengajaran penting dikemukakan bahwa hidup tanpa pengharapan adalah hidup dalam penyangkalan terhadap Yesus (band. Ibrani 6: 19-20). Keluarga dalam pengharapan adalah keluarga yang selalu melihat kenyataan tanpa kehilangan masa depan. Situasi saat ini bisa saja menggelisahkan dan menyakitkan tetapi setiap keluarga yang berpengharapan tetap setia dalam hubungan perjanjian dengan-Nya (band . Kejadian 6:9). Dengan begitu kehudpan menjadi sangat bermakna ketika ditempatkan dalam perspektif pengharapan sebab dasar pengharapan kita bukan hal yang biasa tetapi Allah yang luar biasa.
Sahabat - sahabat terkasih
Jadi melalui pengajaran inilah kita semua diarahkan untuk selalu bersikap terbuka dalam memahami pilihan Allah bahwa Ia memilih bukan karena kita istimewa tetapi jati diri pilihan itulah yang luar biasa. Dalam pemilihan itulah kehadiran sebagai keluarga yang dibentuk-Nya menjadi keluarga yang terus mengarah ke masa depan untuk memberi kesaksian yang jitu bahwa tidak satu peristwapun yang dapat menggalkan hubungan perjanjian Allah dengan umat-Nya. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya identitas dan pengharapan kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|