aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 18072 x

Khotbah
Selasa 15 Maret 2022
Markus 8:14-21
BUTA ROHANI DAN TANDA ROHANI

BUTA ROHANI DAN TANDA ROHANI
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi



Menuju kehidupan yang penuh dan utuh merupakan hal yang mendasar sebab dalam kepenuhan hidup seperti itulah dijumpai kebenaran. Kata Gabriel Marcel, hidup yang utuh dan penuh selalu didasarkan pada tiga aspek penting yakni: ADMIRATION (kekaguman), REFLEXION (refleksi), dan EKSPLORATION (penjelajahan atau pencarian untuk menemukan sesuatu). Kagum pada bagaimana Allah bertindak dalam kehidupan kemudian disambut dengan menghayatinya lalu menjadi sumber kekuatan untuk menjalani kehidupan anugerah-Nya adalah puncak dari kehidupan Kristiani. Kehidupan yang tidak hingar bingar suara hati dan pikiran yang bisa menyesatkan tetapi dengan mengambil jarak dengan setiap peristiwa memungkinkan setiap murid Yesus tidak terjebak dengan pengaruh atau ragi yang membusukan adonan. Pembusukan itulah yang kemudian dikemukakan oleh Tuhan Yesus dengan pengajaran-Nya.



1. BUTA SECARA SPIRITUAL

Spiritualitas yang buta adalah spiritualitas yang hanya fokus pada apa yang dilihat mata dan tidak dilihat oleh mata hati (Efesus 1:18-20). Sebaliknya spiritualitas dengan mata hati yang terang tidak menakar kehidupan hanya apa yang bisa dilihat. Buta secara spiritual inilah yang terus dikemukakan kepada para murid dengan ungkapan yang jelas (ayat 18). Para murid yang mengikuti Yesus memang membutuhkan penjelan-Nya sebab mereka masih fokus hanya soal roti dan bukan soal yang substansial yakni kebenaran. Apa yang dikemukakan oleh Yesus menunjukkan bahwa ketidakmengertian para murid adalah sasaran empuk dari pengaruh ragi Farisi dan Herodes yakni gaya hidup yang hipokrit dan memakai kuasa untuk kejahatan. Yesus hendak mengingatkan para murid bahwa soal roti memang penting tetapi ada yang lebih penting yakni kebenaran Firman Tuhan (Matius 4:4). Melalui pengajaran inilah Yesus mengarahkan para murid untuk selalu melihat apa yang tidak terlihat, mendengar apa yang tidak terdengar.

Maka sebagai murid Yesus kita diundang untuk selalu melihat berbagai peristiwa dengan penglihatan rohani. Artinya dalam setiap peristiwa yang menyenangkan atau pergumulan kita semua diundang memasuki ruang kontemplasi. Apakah yang harus saya kerjakan dalam perspektif rencana dan kehendak Tuhan sehingga setiap murid dapat memasuki kepenuhan hidup yang utuh dalam pelayanan. Pelayanan tidak saja sebagai kegiatan yang nampak secara indrawi tetapi apakah pelayanan itu juga nampak dalam keseharian kehidupan yang utuh. Kita diajak memiliki kesediaan untuk belajar dari setiap peristiwa agar selalu tiba kesimpulan bahwa Yesus yang kita percaya adalah luar biasa. Dengan tetap mengasah spiritualitas kita maka pelayanan dapat mengatasi ragi yang membusukkan adonan. Pelayanan yang hipokrit kelihatan melayani Tuhan tetapi sebenarnya melayani ke-egois-an diri. Pelayanan dengan ragi Herodes menjadi tantangan yang harus dicermati sebab pelayanan itu tidak boleh menghalalkan segala cara agar kelihatan bahwa pelayanan itu baik tetapi sejatinya pelayanan seperti itu justru merendahkan pengajaran Tuhan.



2. TANDA ROHANI

Kita hidup dengan berbagai tanda yang mengelilingi aktifitas kita. Setiap tanda lalu mengarahkan kita menjalani kehidupan secara teratur karena lampu merah misalnya adalah tanda untuk berhenti. Kita ada dalam dunia yang kaya dengan tanda-tanda bahkan diri kita sendiripun adalah tanda. Dalam Yohanes 2:11 dikemukakan bahwa mujisat Yesus di Kana adalah tanda untuk mengaskan bahwa tanda mengarahkan kepada apa yang diusung oleh tanda tersebut. Yohanes memakai kata "semeion" yakni tanda untuk membawa seseorang percaya kepada Yesus. Murid-murid diingatkan tentang tanda-tanda karya Yesus dengan terkumpulnya dua belas bakul dan tujuh bakul. Semua roti itu adalah tanda yang menunjuk kepada Yesus sehingga melalui tanda-tanda itulah Yesus mengarahkan para murid untuk bisa mengerti apa yang dilakukan-Nya.

Tanda rohani ini penting dan tidak bisa terbaca oleh kebodohan dan kejahatan sebab tanda rohani hanya bisa dimengerti dalam kebeningan diri. Melalui tanda rohani inilah Yesus menghantar para murid untuk tiba pada pengertian tentang kebenaran. Karena itu untuk dapat memahami ragi farisi atau herodes tidak perlu belajar tentang ragi farisi dan herodes tetapi berpeganglah pada ajaran yang utama yang akan menjadi perisai dalam menghadapi ragi farisi dan herodes. Hal utama tersebut adalah kesediaan untuk selalu diwarnai dengan kemauan kuat tidak menyerah menghadapi setiap kuasa kemunafikan dan menghalalkan segala cara. Orang bisa saja mengatakan apapun tentang pelayanan tetapi hal itu tidak meruntuhkan semangat untuk terus berpelayanan.

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Dalam konteks inilah kita akan tiba pada pemahaman yang utuh bahwa hidup kita selalu mengarah pada pemenuhan dalam kebersamaan dengan Dia yang kita cintai. Maju terus bersama Tuhan sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518