aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 17072 x

Khotbah
Minggu, 5 Desember 2021
Yesaya 40:1-11
KEINDAHAN DAN PEMBEBASAN BERDASARKAN KASIH

KEINDAHAN DAN PEMBEBASAN BERDASARKAN KASIH
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi

Mengasihi adalah Tindakan manusia yang lahir dari manusia yang merdeka, merdeka dalam pikiran dan merdeka dalam rasa. Mengasihi adalah kesatuan antara ‘aku’ dan ‘aku’ yang lain sehingga dalam mengasihi ‘aku’ tidak lagi berdiri sendiri. Maka mengasihi bukanlah sebuah ungkapan yang berhenti pada istilah romantis tetapi berlanjut pada sifatnya berkorban. Mengasihi hanya terwujud jika memenuhi beberapa unsur ini:

1. Apakah mengasihi menjadi sebuah tindakan yang bernilai.

2. Apakah yang dikasihi menjadi tujuan utama.


3. Apakah mengasihi bertumpu pada kesediaan untuk berkorban.

Hal ini penting sebab tanpa menghayati kedalaman makna kasih maka manusia hanya pandai berbicara mengenai kasih dan merendahkan nilai kasih.


Tidak demikian dengan Allah, Ia menyatakan kasih-Nya kepada manusia dengan menjabarkan ketiga unsur kasih. Ia mengasihi manusia yang berujung pada tindakan yang bernilai yang berkualitas. Ia menyatakan kehendak-Nya untuk mengasihi manusia dalam kemerdekaan-Nya dalam kebebasan-Nya sehingga yang dikasihi-Nya menjadi tujuan utama dan kemudian kesediaan untuk berkurban menjadi tindakan kasih-Nya.

Seruan dalam Yesaya 40:1 agar umat mengalami penghiburan adalah seruan yang dilandasi oleh kasih-Nya karena dalam hiburkalah terkandung makna keterpurukan, tersingkirkan. Pengalaman ini muncul karena dosa umat yang berakibat pada rendahnya kualitas hidup mereka sebagai umat Allah. Dosa telah hadir dengan kuasa yang mencengkeram umat sehingga umat kerdil dalam memaknai kehidupan (band. Yes. 39:6-9). Apa yang dikumandangkan oleh sang nabi hendak menegaskan adanya kasih yang tidak dapat dimanipulasi dengan wajah, dengan harta, dengan kuasa.

Diskriminasi kemanusiaan terjadi ketika kasih tidak lagi hadir dengan keindahannya yang memerdekakan tetapi hadir dalam wujud ketidaktertiban menjalani kehidupan. Mengasihi dibangun diatas reruntuhan keberdosaan sehingga mengasihi tidak bernilai dan mudah runtuh ketika pondasinya terbongkar. Tidak demikian dengan kasih Allah yang dibangun dengan pilar tertib sebab Ia bertindak dalam ketertiban. Kasih tanpa ketertiban hanya dapat diwujudkan oleh oleh generasi Hizkia yang bangga dengan segala kepemilikan sebagai hasil karyanya (Yes. 39:1-3).

Di sisi lain Allah mengasihi dengan memperlihatkan bahwa Ia bergerak dalam kemerdekaan-Nya sehingga perjumpaan dengan manusia adalah perjumpaan yang memerdekakan. Dalam kemerdekaan yang demikian maka tindakan-Nya sangat bernilai (ayat 2). Ia mengasihi umat-Nya dengan kasih yang memerdekakan karena mengasihi haruslah muncul dalam tindakan yang bernilai yakni perhambaan yang berakhir, kesalahan yang diampuni. Maka pada bagian ini hendak dikemukakan bahwa mengasihi adalah tindakan dimana seseorang ‘keluar’ dari dirinya sendiri dan menyatu dalam kesatuan dengan yang dikasihinya. Jadi jangan pernah menggadaikan istilah kasih dengan segala ketidaktertiban dalam hidup, tidak setia dan pengkhianatan, sebaliknya selalu hadir dengan tertib dan dilandasi dengan sikap setia.

Minggu advent ke-2 ini mendorong kita semua untuk memahami kedalaman kasih Allah bagi manusia yang membebaskan. Perjamuan Kudus ini adalah bukti bahwa manusia bernilai tinggi dimata Allah, manusia menjadi tujuan karya keselamatan dan kesediaan-Nya untuk berkurban. Allah yang seperti inilah yang menjadi tonggak keselamatan sehingga perlu direnungkan dengan serius tentang keberdosaan manusia. Apakah manusia sudah mengakui tuntunan kasih-Nya sehingga kehidupan tidak menjadi kering seperti rumput atau layu seperti bunga (Yes. 40: 7). Jika Firman Tuhan tidak mendominasi kehidupan manusia maka kehidupan manusia hanyalah soal rentetan waktu yang tidak berarti. Namun dalam keadaan yang tidak berarti dan tidak bernilai umat patut mengangkat kepala untuk melihat bahwa Allah dating kekuatan-Nya dan kuasa-Nya. Allah datang dan bertindak sebagai gembala yang menertibkan domba-domba-Nya sehingga anak domba dipangkunya dan induk domba dituntun dengan hati-hati (Yes. 40: 11). Seluruh tindakan Allah merupakan tindakan yang dikuasai oleh kekuatan Kasih yang memberi kabar baik bagi manusia.

Seluruh karya Allah yang dibangun berlandaskan kasih kemudian berujung pada peringatan bahwa pembebasan dari kuasa dosa hanya mungkin oleh-Nya. Ia mengasihi kita semua untuk menunjukkan bahwa hidup yang tidak dilandasi oleh kasih adalah hidup yang kering dan tak berarti. Kasih yang tidak mengatakan OK pada segala sesuatu tetapi juga NOT OK. Dengan begitu minggu-minggu Advent adalah minggu untuk merenung, kontemplasi betapa berdosanya manusia dan dosa tidak perlu dirayakan. Marilah kita hadir sebagai warga jemaat yang tidak hanya ramai beraktifitas tetapi sunyi dalam makna. Menyelami karya Agung Allah yang menunjukkan bahwa Ia pasti bertindak sebab Ia berjerih payah menuntun kita semua. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih Lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518