Dibaca : 17407 x
KhotbahMinggu 12 Desember 2021 Mazmur 105:1-11 MERENUNG MAKNA SUKACITA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Hal yang paling mendasar dari sukacita adalah bahwa sukacita melampaui rasa dan tidak terkungkung oleh keadaan. Sukacita melampaui rasa sebab rasa gembira bisa berhenti ketika keadaan berubah namun tidak demikian dengan sukacita. Yesus merindukan sebuah sukacita penuh yang dialami oleh setiap murid yang terwujud karena sukacita-Nya menyatu dengan para murid (bnd. Yoh. 15:11). Sebuah penyatuan yang hanya dimungkinkan sebagai karya Tuhan sehingga senantiasa menukik pada kesadaran betapa pentingnya penyatuan itu. Jika demikian maka sukacita adalah perspektif atau sudut pandang orang percaya dalam perjumpaan dengan berbagai peristiwa. Sudut pandang ini memungkinkan seseorang untuk terus bersukacita sebagaimana dikemukakan Paulus bahwa sukacita adalah kehendak-Nya (Filipi 4:4). Sudut pandang ini bertumpu pada sumber yang utama yakni kasih Yesus Kristus. Contohnya Jane Nightbirde, seorang penyintas kanker paru-paru, tulang punggung dan hati dalam American Got Talent ia menyanyikan lagu ‘Its okay’. Inilah sukacita Ketika seorang perempuan mampu melihat semua keadaan yang rumit dan menyakitkan dengan sudut pandangnya sendiri. Demikianlah kehadiran murid Tuhan bahwa sukacita didapatkannya ketika mengalami penyatuan dengan sukacita Tuhan.
Dalam konteks inilah pemazmur mengundang setiap setiap orang percaya untuk tiba pada sukacita yang paling hakiki yakni memandang setiap karya Allah dan mensyukurinya. Untuk tiba pada pemahaman demikian pemazmur memperlihatkan ajakan dan sekaligus perintah. Perhatikan awal ayat 1, 2,3,4,5 diawali dengan ajakan yang sifatnya imperative. Pemazmur hendak menunjukkan bahwa Allah sudah berkarya dalam kehidupan umat-Nya maka harus ada kesadaran yang paling mendasar dalam diri setiap orang percaya untuk mampu menghadapi setiap peristiwa. Bahwa umat berbuat salah adalah kenyataan tetapi kehilangan rasa bersalah adalah bahaya besar. Dengan sudut pandang demikian maka ajakan untuk menyanyi, bersyukur, bermegah adalah akibat dari Allah yang menyatu dengan umat-Nya. Peristiwa-peristiwa penting bisa dialami oleh umat tetapi yang lebih penting bahwa Allah hadir di setiap peristiwa kehidupan tersebut dan menyatakan sukacita-Nya di tengah keberadaan umat.
Demikianlah kita saat ini sangat memerlukan sudut pandang yang kudus dalam melihat berbagai peristiwa agar dimungkinkan untuk terus mengalami sukacita. Bisa saja kita sedang dalam pergumulan yang berat namun dengan melihat semua pekerjaan Tuhan kita dapat mengalami sukacita. Sukacita tidak berarti tidak ada masalah atau adanya peristiwa spektakuler tetapi adalah sudut pandang yang kokoh dengan mata tertuju kepada Tuhan.
Di sisi lain Allah yang menyertai berlangsung dalam kekekalan sebagai pilihan-Nya untuk umat. Ia menunjukkan bahwa karya-Nya berhubungan dengan masa depan sehingga umat perlu mengetahui bahwa masa depan mereka memiliki kepastian. Disinilah terlihat abhwa sukacita mengarah kemasa depan. Sukacita kemasa depan itu tergambar dalam lagu ‘JOY TO THE WOLRD’. Syair yang dibuat Isaac Watss hendak menunjukkan bahwa ketika Mesias datang kembali maka dunia akan mengalami sukacita yang sempurna. Watss merindukan sebuah pengenalan yang bersifat pribadi sehingga umat tidak terpesona oleh hingar bingar kehidupan. Umat dapat menemukan Kembali makna terpenting dari perjumpaan dengan Allah dan tidak tergantung pada semua keduniawian. Maka diperlukan silent, silent is healing demikian ungkapaannya. Kehidupan yang demikian ramai seringkali mengaburkan makna kehidupan kita sendiri. Kita terlalu ramai dan kehilangan moment untuk kontemplasi atau bersaat teduh. Kita memerlukan waktu untuk jeda dan di minggu advent inilah kita membutuhkan jeda , berhenti sejenak dari semua keramaian aktifitas kita. Mengalami sukacita yang hakiki adalah adalah kerinduan kita bersama. JOY TO World. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya sukacita kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|