Dibaca : 17836 x
KhotbahMinggu, 19 September 2021 Yosua. 24: 15-16 TETAP BERTUMBUH DAN BERTUNAS
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Peristiwa di Sikhem menjadi peristiwa penting sebab berkaitan dengan masa depan umat yakni sebagai umat Allah.
Peristiwa Sikhem hendak mengaskan betapa kehidupan selaku umat Allah patut dipahami dengan segala konsekuensinya karena hal itulah yang menentuakan kualitas relasi umat dengan Allah. Allah yang telah membangun hubungan perjanjian dengan nenek moyang Israel adalah Allah yang tetap setia pada perjanjian tersebut. Kesetiaan-Nya diperlihatkan melalui peristiwa pembebasan dan penyertaan yang dialami umat Israel. Maka hubungan perjanjian adalah cahaya yang menerangi pola hidup umat Israel di hadapan-Nya.
Kesadaran inilah yang hendak ditegaskan kembali oleh Yosua bahwa kehadiran selaku umat Allah perlu diwujudkan secara antusias (dari bahasa Yunani, enthousiasmos, atau enthous yang oleh kamus vocabulary.com artinya "possed by God"). Antusiasme itu muncul sebagai tanggapan atas beragam pengalaman yang sudah dialami dalam perjalanan panjang menuju tanah perjanjian.
Setiap peristiwa yang dialami perlu mengendap dengan pesan yang kuat sehingga setiap peristiwa dalam terang penyertaan Tuhan selalu bermuara pada ucapan syukur kepada Allah. Hal ini penting sebab antusiasme selalu didasarkan pada harapan dan harapan bisa bertumpu pada fakta-fakta penyertaan Allah yang tidak dibiarkan berlalu begitu saja.
Kehadiran selaku umat Allah memiliki sisi yang unik karena dalam berbagai pengalaman kehidupan mereka, mereka mengalami pertolongan Allah dan bukan itu saja mereka juga mengalami teguran, arahan dan ajakan untuk terus hadir secara istimewa.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Melalui pengajaran ini hendak dikemukakan hal penting bahwa:
1. Bertumbuh tidak terjadi dengan sendirinya tetapi dalam kesatuan (ayat 15)
Penegasan Yosua agar umat memilih untuk beribadah kepada Allah atau illah lain didasarkan pada pengalaman bahwa beribadah kepada allah orang Amori adalah penyangkalan terhadap segala karya Allah. Di sisi lain komitmen kepada Allah sekaligus akan dihadapkan pada ajakan yang bersifat praktis untuk bersandar pada ilah Amori.
Bersandar pada rencana dan kehendak-Nya berarti ada totalitas untuk terus menempatkan semua potensi dalam kehendak-Nya. Hal ini tidaklah mudah sebab kehendak-Nya menuntut kesatuan dan kebersamaan. Kesatuan itulah yang ditunjukkan dengan kata "kami` , "seisi rumah` untuk menegaskan adanya kebersamaan adanya kesatuan adanya ikatan. Semua terjadi tanpa jarak dalam arti setiap keberagaman dalam kebersamaan selalu menghadirkan kekuatan.
Hal ini penting sebab dalam pertumbuhan yang diwarnai dengan perubahan selalu diperlukan kesatuan. Kesatuan yang harus ditampilkan sejak dari keluarga. Keluarga yang bertumbuh adalah jemaat yang bertumbuh sebab dalam keluarga setiap pemulihan terjadi jika bertemu dengan tantangan, setiap kekuatan dijumpai ketika mengalami pergumulan, setiap korekasi yang dilakukan ketika mengalami kekeliruan.
Inilah pengajaran yang perlu terus disegarkan dalam kehidupan berjemaat di Ora et Labora agar dalam 12 tahun perjalanan sebagai umat-Nya. Keluarga besar OeL selalu menjadi keluarga yang bertumbuh berdasarkan pengalaman-pengalaman. 12 tahun bukan saja soal angka tetapi soal keterlibatan Allah yang tidak terhingga. OeL bukan saja sebagai keluarga yang bertumbuh dalam kebersamaan tetapi juga dalam kesediaan untuk bertumbuh dengan antusiasme.
2. Ibadah adalah totalitas penyerahan (ayat 16)
Jawaban umat yang menunjukkan bahwa tanggapan terhadap ajakan Yosua demikian kuat. Apa yang dikemukakan oleh Yosua tidak dibantah sebab mereka menyaksikan totalitas kepemimpinan Yosua sebagai teladan. Umat juga melihat bagaimana pengalaman iman dalam perjalanan panjang di padang gurun selalu memberi warna yang jelas bahwa mereka adalah umat kesayangan-Nya.
Ibadah bukan saja soal ritual tetapi soal keluarga yang aktual karena ibadah menyangkut keseluruhan kehidupan dan bukan saja pada waktu tertetntu (Roma 12:1). Ibadah sekaligus menunjukkan bahwa pengakuan terhadap karya Allah tidak berhenti pada ruang dan waktu tertentu tetapi mejelma dalam keseluruhan kehidupan sebagaimana keluarga. Kehidupan yang belajar dari berbagai pengalaman kehidupan menjadi model peribadahan yang selalu hadir dengan antusiasme. Pertumbuhan kehidupan umat juga kelihatan dalam cara umat menghayati ibadah mereka. Ibadah tidak sama dengan menonton ibadah sebab dalam menonton, keterikatan dengan ibadah itu tidak berkualitas.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Maka dalam kehidupan keluarga yang bertumbuh selalu terwujud kebersamaa. Kehidupan keluarga yang diwarnai dengan kebersamaan adalah kebersamaan yang terus beribadah dalam ikatan yang penuh syukur. Maka bertumbuhlah dan selalu bertunas agar baik bertunas maupun bertumbuh selalu berujung pada pengakuan sungguh Tuhan sungguh baik.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|