aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 17698 x

Khotbah
Minggu, 29-Agustus-2021
Mikha 3: 1-4
HATI-HATI JADI PEMIMPIN

HATI-HATI JADI PEMIMPIN



Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Pemimpim tanpa nilai kepemimpinan hanyalah masalah bagi mereka yang dipimpin. Pemimpin tanpa semangat kepemimpinan hanyalah batu sandungan bagi yang dipimpinnya. Pemimpin yang hadir tanpa menghayati kuasa dari yang memberinya kuasa sebagai pemimpin akan menghadirkan pemimpin yang menyelewengkan kekusaan yang dimiliki. Teguran Allah melalui Mikha menunjukkan bahwa pada saat itu para pemimpin memang ada tapi kehilangan nilai kepemimpinan yang hakiki yakni mewujudkan keadilan dan kebaikan (band ayat 1,2). Melalui nabi Mikha Allah mengecam perilaku yang merusak bahkan dengan gambaran yang kejam diperlihatkan kejahatan para pemimpin dan nabi palsu. Hilangnya keadilan dan kebaikan telah menjadi gaya kepemimpinan yang tidak segan-segan merendahkan sesama dan nilai-nilai kebenaran itu sendiri.



Teguran Allah kepada para pemimpin yang mencintai kejahatan pada dasarnya adalah untuk mengingatkan umat tentang siapakah sebenarnya yang menjadi pemimpin. Hal ini secara jelas dikemukakan dalam Mikha 2: 13b dan Mikha 2: 1. Celakalah orang-orang yang merancang kedurjanaan karena kuasa yang dimiliki para pemimpin demikian adalah kuasa yang merusak dan bertentangan dengan kuasa yang menghidupkan. Maka pengajaran apakah yang diperlihatkan melalui bacaan ini adalah:




1. Pemimpin yang mencintai kebajikan dan keadilan (ayat 1-3).
Ketika kuasa dimiliki oleh seorang pemimpin maka kuasa itu menjadi penggerak yang menghadirkan kebajikan dan keadilan. Pemimpin yang mencintai kebajikan dan keadilan adalah pemimpin yang dapat mewujudkan kebijaksanaan (prudence). Pemimpin yang bijaksana selalu bertumpu pada kesadaran bahwa kehidupan haruslah berarti. Maka menjadi pemimpin bukan saja soal kuasa dan menguasai tetapi soal kebijaksanaan dalam mengelola kekuasaan. Disinilah diperlukan pemimpin yang tidak berlaku kejam terhadap yang dipimpin. Narasi yang dikemukakan menunjukkan bahwa seorang pemimpin yang mencintai kejahatan adalah pemimpin yang akan menghasilkan keluahan dan teriakan. Keberanian untuk menyatakan kebajikan dan kebenaran merupakan alur perjalanan yang akan diikuti. Keberanian untuk mewujudkan kebajikan dan keadilan merupakan pilar penting bagi seorang pemimpin. Pemimpin yang mampu untuk mendengar nasihat di tengah kesunyian maupun diam di tengah keramaian.



Amsal 4: 23 mengemukakan bahwa mewaspadai hati merupakan kehidupan yang bermakna bagi sesama. Berlawanan dengan para pemimpin yang meruska dengan keteladanan yang buruk maka kepemimpinan yag mencintai keadilan dan kebaikan selalu menghadirkan kehidupan. Maka pertanyaannya dimanakah pemimpin seperti ini dijumpai? Pertama ialah keluarga. Keluarga menjadi ruang pembelajaran yang kuat untuk menjadi seorang pemimpin sebab bagaimana mungkin memimpin orang lain sementara memimpin keluarga saja tidak bisa. Mulailah dengan memimpin diri sendiri sehingga dalam kebijaksanaan dapat melakukan kebaikan yang bernilai dan tidak sekedar ikut arus. Markus 10: 43-45 dimana Yesus menasihati kehadiran sebagai pemimpin bukanlah untuk menunjukkan kekuasaan tetapi menjadi pelayan. Dalam kepemimpinan seperti ini selalu dihadirkan sejahtera bagi sesama.

2. Hati-hati, sebab selalu ada tanggungjawab (ayat 4)
Penderitaan akibat kepemimpinan yang merusak dan mengabaikan kebajikan juga akan dialami oleh pemimpin. Hal ini dikemukakan oleh Mikha untuk menunjukkan bahwa pemimpin yang menghadirkan penderitaan adalah pemimpin yang juga mengalamai penderitaan. Mereka sendirilah yang akan berseru-seru kepada Tuhan tetapi Ia tidak menjawab mereka (ayat 4). Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan seperti apapun yang dilakukan harus dipertanggungjawabkan. Pemimpin yang selalu menyadari hal ini akan berhati-hati sebab menyusahkan orang lain pada waktunya akan menyusahkan diri sendiri. Ketika Allah menyembunyikan wajah-Nya, hal itu memperlihatkan adanya kejahatan besar yang dilakukan. Mereka yang merancang kejahatan kepada sesame sudah pasti akan menanggung akibatnya kelak.



Pengajaran kepada kita ialah tanggung jawab yang Tuhan percayakan bukanlah sebuah kesempatan untuk berbuat kejahatan sebab bagaimanapun juga kejahatan itu akan dipertanggungjawabkan. Apalagi jika kejahatan itu dirancang dengan sistematis, diberi ayat-ayat Alkitab padahal tujuannya adalah hal yang jahat bagi sesama, Tuhan akan menyembunyikan wajah-Nya dari orang-orang seperti ini. Jangan sekali-kali berpikir bahwa Allah tidak melihat segala yang kita lakukan, sebab saatnya akan tiba kita bertanggung jawab (bacalah Lukas 6:31)

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Maka hadirlah sebagai pribadi-pribadi yang mencintai keadilan, kebajikan sebab hanya yang demikianlah yang akan menghasilkan kepemimpinan yang bertangung jawab. Seorang pemimpn bagi diri sendiri, bagi keluarga dan barulah keluar di ruang publik. Pemimpin yang dengan rendah hati mengakui kerapuhannnya dan dengan sukacita mengharapkan pertolongan Tuhan. Kenapa hal ini penting? Sebab Allah membenci setiap perilaku yang jahat dan Ia menyembunyikan wajah-Nya dari mereka. Maju terus Bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih Lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518