aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 17481 x

Khotbah
Minggu, 01 Agustus 2021
Kejadian 6: 1-8
KETIKA DOSA TAMPIL MEMIKAT KASIH KARUNIA TUHAN TETAP HEBAT

KETIKA DOSA TAMPIL MEMIKAT KASIH KARUNIA TUHAN TETAP HEBAT
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Dosa tidak hadir dalam ketidaksadaran sebab dosa hadir dalam bentuknya yang utuh mulai dari hati, pikiran dan tertuang dalam tindakan. Maka dosa bukanlah persoalan sederhana sebab kehadirannya yang memikat dengan segera menawan seseorang. Dosa tidak saja hadir dengan wajah pucat penuh prasangka dan menukik pada aksi yang memilukan tetapi ia hadir juga dengan wajah yang memikat sehingga membuka jerat bagi setiap orang yang terpesona olehnya. Dosa tidak hanya hadir dengan kekuatan yang merusak tatanan kehidupan bahkan merendahkan nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya dihormati.

Kesadaran inilah yang hendak dikemukakan melalui pengajaran berdasarkan Kejadian 6: 1-8 bahwa hidup yang membanggakan dosa pasti berujung bencana. Hidup yang berlangsung dalam sikap memberontak kepada Allah adalah kehidupan yang kehilangan makna. Padahal hidup itu dihadirkan oleh-Nya dan dengan kuasa-Nya Allah merawat dan menjaga kehidupan. Maka setiap aksi yang dibalut dengan pesona dosa adalah aksi yang dapat dipastikan merusak tatanan semua lini kehidupan. Pengajaran ini penting bagi umat Allah karena dalam penghayatan secara utuh bahwa kehidupan bukanlah ruang untuk memanjakan dosa dan sebaliknya adalah ruang untuk memuliakan Allah maka terwujudlah hidup yang bermakna. Maka dalam narasi yang dikemukakan melalui perikop ini hendak dijelaskan bahwa:



1. Dosa Tampil Memikat (ayat 1-4)

Apa yang dilihat itulah yang diinginkan sebagaimana Hawa melihat buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (Kej. 2: 17). Melihat dan menginginkan adalah gabungan dari hasrat yang menggebu untuk berbuat dosa. Dosa yang memikat itulah yang kemudian hadir bagaikan binatang buas yang mencengkeram mangsanya dengan kuku-kuku yang menusuk dalam daging. Memang dosa bisa tampil memikat sebab apa yang dilihat adalah apa yang diinginkan menjadi titik tolak kejahatan manusia. Dosa memang tampil menawan dan menebarkan ancaman maka ia (dosa) tak bisa diberi ruang bebas untuk berkeliaran.

Melalui pengajaran ini hendak dikemukakan bahwa umur manusia bisa terbatas (ayat 3) tetapi hasrat manusia untuk berdosa tidak terbatas. Inilah gagasan yang mengundang setiap orang percaya untuk bersikap waspada kepada dosa karena daya pikatnya yang kuat. Daya pikat yang berorientasi pada kepentingan diri sendiri akan menghasilkan hati yang cenderung jahat (thoughts of his heart was only evil continually-NKJV) sehingga tidak sedikitpun tersisa ruang untuk kebajikan.

Apa yang dikemukakan pada bagian ini hendak menjelaskan bahwa kejahatan manusia sungguh hebat sehingga tidak kecenderungan yang baik. Manusia demikian terpesona oleh dosa sehingga melihat dan menginginkan apapun tanpa disertai dengan pertimbangan-pertimbangan nurani (band. Efesus 4:19). Dalam keadaan yang demikian setiap perbuatan dosa adalah perbuatan yang melawan Allah dan bahkan memberontak terhadap-Nya. Tidak sedikitpun kebajikan bisa diharapkan dari manusia dengan keadaan demikian. Dosa yang tampil memikat namun punya daya rusak yang tinggi dalam kehidupan keluarga, pekerjaan dan pelayanan perlu terus diwaspadai dengan hati-hati (Ulangan 4:9 )

Maka pengajaran penting bagi setiap murid Tuhan dewasa ini adalah untuk hidup dengan waspada dan tidak menyerahkan diri kedalam perbuatan dosa. Jika perbuatan dosa telah terjadi maka bertobatlah dan jangan berbuat dosa lagi demikian kata Yesus (Yoh. 8:11). Setiap warga jemaat dipanggil dan diutus untuk melakukan perbuatan yang baik, untuk memberi kesaksian tentang kebaikan Tuhan yang sudah dialaminya. Itu sebabnya dikemukakan bahwa setiap orang baik bisa punya masa lalu kelam, tetapi setiap orang berdosa punya masa depan kelam. Umat yang memahami hal ini akan terus-menerus hadir sebagai umat yang berarti.



2. Kasih karunia-Nya Hebat (ayat 5-8)

Hukuman Allah kepada manusia adalah bukti bahwa Ia tidak pernah kompromi dengan dosa sebab dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah (1 Yoh.3:4). Hukuman Allah bagi manusia adalah tindakan-Nya yang menghendaki terwujudnya kehidupan yang benar dan selaras dengan kehendak Tuhan. Ia tidak menghendaki umat-Nya berada dalam cengkeraman kuasa dosa namun selalu berada dalam naungan kasih-Nya. Bahwa Ia menyesal (ayat 6) bukan berarti Ia menyesali semua karya penciptaan tetapi Ia menyesal untuk menunjukkan bahwa dosa manusia sungguh melukai, mendukakan, memilukan hati-Nya. Penghukuman kepada manusia dan segala binatang menjelaskan bahwa dosa telah merusak semua tatanan kehidupan yang baik.

Namun dalam keadaan yang demikian Ia tetap menyatakan kasih karunia-Nya (ayat 8). Ayat ini menjadi penegas bahwa sekalipun dosa berkecamuk dengan hebatnya tetap ada kasih karunia-Nya yang jauh lebih hebat dari kuasa dosa. Kasih karunia-Nya begitu besar sehingga menghadirkan generasi yang mahal, generasi yang ditebus dengan darah-Nya (1 Petrus 1:18-19). Maka kasih karunia-Nya yang hebat membawa perubahan yang hebat yakni sebagai umat yang dikasihi-Nya. Berada pada hubungan yang demikianlah yang akan membawa perbedaan dari yang lain. Hidup dalam kasih-karunia-Nya adalah hidup dengan cara yang mahal sehingga mutu kehidupan terpancar bagi sesama. Dalam konteks inilah diperlukan sebuah kesadaran bahwa selaku umat yang selalu memerlukan kasih karunia-Nya adalah jawaban terhadap dunia yang berdosa.

Dengan pengajaran inilah hendak dikemukakan bahwa Allah adalah Allah yang berpihak kepada kehidupan sebab dosa selalu berujung pada maut. Dengan pengajaran ini hendak dikemukakan juga bahwa kehadiran selaku warga gereja adalah kehadiran dengan kualitas kasih-Nya yang begitu besar (Yoh.3:16). Itulah yang menghadirkan paradigma hidup yang selalu bersyukur sebab sekalipun dosa hadir dengan daya pikat yang mematikan namun kasih-karunia-Nya hadir dengan daya hidup yang hebat. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518