Dibaca : 18697 x
KhotbahMinggu, 6 Juni 2021 Markus 1: 16-20 MELAKUKAN PANGGILAN-NYA
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Sebuah pertanyaan klasik yang tetap relevan hingga saat ini adalah `apakah saya sungguh-sungguh seorang pegikut Yesus?�. Pertanyaan ini menjadi penting sebab dalam setiap panggilan hal yang menonjol adalah kesediaan untuk menjawab panggilan tersebut. Yesus yang yang memanggil para murid menunjukkan bahwa secara tersirat ada rencana besar yang dipersiapkan-Nya. Ia tidak memanggil para murid untuk sekedar menunjukkan wibawa-Nya tetapi sekaligus memperlihatkan adanya rencana yang disertai dengan kuasa-Nya. Panggilan-Nya dengan segera menghadirkan keterputusan yakni keterputusan dengan gaya hidup sebelumnya, keterputusan yang dilakukan dengan sengaja dan bukan peristiwa insidentil. Yesus yang memanggil para murid adalah Yesus yang mengundang para murid memasuki keadaan yang baru keadaan yang bisa saja menggelisahkan, meresahkan, membuat galau. Namun kesetiaan pada panggilan akan menentukan kualitas jawaban atas panggilan tersebut.
Perikop bacaan saat ini menunjukkan bagaimana Yesus memanggil Simon dan Andreas saudaranya (ayat16) dan Yakobus serta Yohanes (ayat 19). Dalam peristiwa panggilan Yesus yang tidak terlepas dari peristiwa sebelumnya dimana Ia dibaptis oleh Yohanes (ayat 9). Melalui peristiwa tersebut maka identitas Yesus semakin dipertegas dalam kerangka memberitakan Injil. Injil yang diberitakan oleh Yesus kemanapun Ia pergi sebab diri-Nya adalah Injil itu sendiri. Maka setiap murid yang menjawab panggilan-Nya dengan menjadi pengikut Yesus adalah mereka yang juga mendapat identitas baru, identitas sebagai pemberita Injil. Pembelajaran yang hendak dikemukakan adalah:
1. `Mari ikutlah Aku� (ayat 17)
Hal penting yang perlu diperhatikan ialah Ia memanggil para murid untuk memasuki keadaan yang baru. Menjadi pengikut Yesus dengan segera menempatkan para murid pada kesadaran bahwa mereka tidak berdaya. Keterputusan mereka dengan masa lalu bukanlah keadaan yang harus diratapi sebab keterputusan dengan masa lalu menghadirkan keadaan yang baru. Undangan Yesus membutuhkan tekad kuat untuk menjawabnya. Marilah ikutlah Aku menjadi ungkapan yangharus dijawab dengan kesungguhan pada aksi yang nyata.Panggilan demikian menunjukkan bahwa setiap jawaban adalah kesediaan untuk menatap kedepan dan tidak terkulai dengan masa lalu. Baik Petrus maupun Yohanes serta anak-anak Zebedeus memiliki posisi yang berbeda ketika panggilan tersebut dijawab oleh mereka.
Sebagai orang percaya saat ini kitapun memasuki ruang panggilan dan pengutusan-Nya dengan kepastian bahwa Ia akan menyertai. `Mari ikutlah Aku� menjadi pernyataan yang eksplisit bahwa hanya Yesuslah yang menjamin kehidupan kita saat ini dan sekaligus menjanjikan kehidupan yang semakin bermakna dari sebelumnya. Maka ketika kita menjawab panggilan-Nya kita sedang menyatakan identitas yang baru, identitas sebagai murid Tuhan Yesus.
2. `Kujadikan penjala manusia� (ayat 17).
Para murid yang adalah nelayan tentu tidak asing dengan istilah jaring namun kini mereka memasuki keadaan yang baru, identitas yang baru. Dengan keadaan yang serba baru ini hendak diperlihatkan adanya perubahan yang mendasar. Adanya perubahan menjadi penjala manusia menunjukkan bahwa panggilan Yesus kristus akan selalu membawa dampak perubahan. Maka pertanyaan kita semua adalah apakah kita bersedia memasuki ruang yang membawa perubahan. Mengikut Yesus bukanlah sekedar mengikuti-Nya tetapi sekaligus adalah kesediaan untuk mengalami pengajaran-Nya, diasah, dibentuk agar dapat menjadi penjala manusia.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Dengan pemahaman yang demikian maka kita bersyukur sebab dilibatkan dalam rencana-Nya yang besar yakni menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah. Untuk hal itulah diperlukan kesediaan untuk menjawab panggilan Tuhan serta kesediaan untuk terus mengalami pembentukan-Nya. Maka sebagaimana pertanyaan klasik di awal khotbah ini dapat dikemukakan bahwa kehidupan warga jemaat adalah kehidupan yang mahal dan sudah ditebus oleh darah Yesus Kristus. Sehingga dapat dipahami bahwa panggilan ini bukan sekedar membangun relasi tetapi sekaligus adalah tuntutan untuk mengalami perubahan dalam kerangka memberitakan Injil.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya kjerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|