Dibaca : 18754 x
KhotbahMinggu, 06 Desember 2020 Mazmur 86: 8-13 EKSISTENSI KASIH ALLAH
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Allah adalah kasih maka kehadiran Allah tidak pernah terlepas dari hakikat-Nya yakni kasih. Allah adalah Kasih dengan segera menukik pada tindakan sebab salah satu factor dari kasih adalahtindakan. Hal itulah yang dikemukakan dengan indah dalam Yohanes 3: 16 bahwa mengasihi adalah sebuah tindakan dan dalam tindakan kasih berujung pada keselamatan. Allah adalah kasih dengan pemahaman demikian tidak berarti adalah adalah Allah yang pasif sebaliknya dalam kasih itulah Ia aktif dalam gagasan kreatif sehingga manusia dalam keberbagaian peristiwa yang dialami tetap mengalami kasih Allah yang berdaya besar.
Ia yang mengasihi manusia telah menunjukkan hal itu dengan tindakan memberi sebab dalam tindakan memberi maka kasih menemukan bentuknya yang berarti. Ketika manusia memiliki pertimbangan-pertimbangan tentang sanggup atau tidak sanggupdalam memberi sehingga `memberi terlupakan maka Allah memberi dalam kasih-Nya dan memberikan yang terbaik dan mahal. Jadi hal penting yang hendak dikemukakan ialah bahwa eksistensi kasih Allah adalah mengasihi adalah tindakan dan mengasihi adalah memberi.
Dalam bagian kitab suci yang kita baca saat ini dikemukakan beberapa hal penting oleh pemazmur yakni:
1. Allah adalah Allah yang tidak terbandingkan. Tidak ada yang seperti Engkau demikian kata pemazmur di ayat 8. Hal ini menunjukkan bahwa Allah tidak terbandingkan dengan yang lain. Allah yang tidak terbandingkan itu adalah dalam hal mengasihi sehingga semua orang mendapat ruang yang sama untuk menyembah-Nya. Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan siapapun adalah Allah yang melakukan tindakan-tindakan ajaib yakni karya keselamatan.
Allah adalah Allah yang tidak dapat dibandingkan dengan siapapun karena keistimewaan-Nya adalah dalam kasih yang disertai tindakan Ia menyatakan diri-Nya sebagai yang utama dalam kehidupan manusia.
Di Minggu Adven ke-2 ini kita semua diingatkan bahwa dalam masa penantian kedatangan Yesus kembali maka selaku warga gereja kita mensyukuri semua karya kasih-Nya. Kasih-Nya terwujud dalam tindakan penyelamatan sehingga bagi kita semua diperlukan kesadaran bahwa hidup kita sungguh terjamin dalam kasih-Nya.
Melalui tindakan kasih inilah Ia menunjukkan bahwa ruang penerimaan-Nya amat luas sebagaimana dikatakan Paulus dalam Efesus 3: 18-19. Kasih-Nya yang tinggi, dalam dan luas melampaui pengetahuan kita. Ia menyatakan kasih yang menerima dan bukan menolak sehingga setiap orang yang hadir dengan segala pergumulan dapat mengalami karya kasih-Nya yang menyelamatkan.
2. Allah adalah Allah hidup dan sekaligus menghidupkan (ayat 11). Kuasa kematian memang dapat dialami setiap orang karena kuasa itu merusak relasi, merusak struktur dalam kehidupan. Namun Allah yang kita percaya adalah Allah yang hidup artinya kematian tidak menguasai-Nya. Kuasa kematian yang merusak sudah dikalahkan sehingga kuasa kehidupan yang berkuasa.
Allah adalah Allah yang hidup dan kehidupan-Nya memberi makna baru bagi setiap warga gereja. Makna baru kehidupan itu dikemukakan sendiri oleh Yesus dalam Yohanes 15: 13. Kasih-Nya menempatkan setiap warga gereja pada posisi baru sebagai seorang sahabat.
Relasi persahabatan inilah yang patut disyukuri oleh kita semua sebab dalam relasi persahabatan itulah kita menempati posisi yang menguntungkan. Ya menguntungkan sebab ketika semua orang bisa meninggalkan kita ketika kita ada dalam pergumulan maka sahabat sejati yakni Yesus tetap menyertai.
Ketika kehidupan kita diwarnai oleh persoalan sahabt sejati hadir untuk menolong kita mengurai setiap persoalan tersebut dan mengatasinya.
Di Minggu Adven ke-2 ini kita semua kembali diingatkan bahwa masa penantian bukanlah masa yang mudah. Tapi masa penantianadalah masa dimana sang sahabat selalu mendampingi. Agar di setiap peristiwa pada masa penantian ini kita senantiasa mengarahkan pandangan kita kepada-Nya. Ia hadir sebagai sahabat yang membebaskan (ayat 13).
Sebagai sahabat Allah kita semua mendapat posisi baru yakni sahabat yang mengalami keselamatan.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|