aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19392 x

Khotbah
Minggu, 16 Agustus 2020
2 Samuel 6: 9-12
RUMAH TANGGA BUKAN RUMAH DUKA

RUMAH TANGGA BUKAN RUMAH DUKA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Sebuah motivasi berangkat dari pemahaman bahwa apa yang dilakukan manusia bertolak dari pengalaman dan nalar yang mengerucut pada tindakan. Motivasi sangat memengaruhi sebuah tindakan sehingga sebuah tindakan menjadi berarti bagi manusia ketika selaras dengan motivasi yang mendahului tindakan tersebut.


Dalam pemahaman demikian maka tindakan Daud membawa Tabut Allah dari Baale Yehuda ke Yerusalem didasarkan pada motivasinya yang kuat dan berdasarkan dukungan dari masyarakat luas (ayat 1). Apa yag dilakukan oleh Daud sebagai raja di seluruh Israel dengan menempatkan Tabut Allah di Yerusalem sekaligus menunjukkan bahwa Daud punya pengakuan yang kuat bahwa Allah adalah Raja utama Israel. Dengan tindakan demikian maka Daud menunjukkan kebenaran yang hakiki bahwa Allah adalah pusat dari seluruh keberadaanya sebagaimana relasi yang terjalin dengan baik (2 Samuel 5: 10, 19, 23, 25).


Motivasi raja Daud yang didasarkan pada hubungannya yang baik dengan Allah telah memberi kesempatan yang luar biasa ketika membawa Tabut Allah yang secara signifikan menunjukkan bahwa Allah yang memerintah umat-Nya, Allah yang mengampuni umat-Nya dan sekaligus Allah yang menyatakan wahyu-Nya kepada umat. Namun peristiwa kematian Uza yang memegang Tabut Allah telah memberi suasana yang menakutkan. Tindakan Allah kepada Uza telah mengubah seluruh perjalanan sukacita itu dan membuat Daud membelokkan arah perjalanan Tabut Allah yang semula menuju ke Yerusalem dan kini ke rumah Obed-Edom.


Jika sebelumnya Tabut Allah yang diyakini sebagai lambang kehadiran Allah telah mengakibatkan kematian Uza dan sebaliknya ketika Tabut Allah di rumah keluarga Obed-Edom selama tiga bulan telah membawa berkat maka bisa timbul pertanyaan kenapa demikian? Kenapa kepada Uza Allah bertindak keras dan kepada Obed-Edom Allah mengahdirkan berkat baginya dan keluarga.


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Melalui kisah ini kepada kita semua hendak dikemukakan sebuah pengajaran tentang pentingnya sebuah motivasi yang benar namun motivasi tersebut perlu mendapat alasan yang juga benar. Pengajaran yang hendak dikemukakan adalah demikian:


1. Diperlukan pengetahuan yang benar di samping motivasi yang benar.


Pemindahan Tabut Allah yang dilakukan dengan iringan tarian sukacita dan diiringi nyanyian, kecapi, gambus, kecapi (ayat 5) nampaknya luar biasa. Namun seluruh kegembiraan itu terjadi tanpa pengetahuan yang benar tentang sikap terhadap Tabut Allah. Daud telah keliru memperlakukan Tabut Allah sebagaimana dikemukakan dalam kitab 1 Tawarikh 15: 11-15. Aturan tentang Tabut Allah adalah aturan yang ditetapkan oleh Allah sendiri sebagaimana dikemukakan dalam kitab Bilangan 4: 15 dan 20.


Jadi ketika pemindahan tabut dilakukan dengan motivasi yang benar hal itu tidaklah cukup sebab harus juga dengan aturan yang benar. Bermain-main dengan aturan Allah yang telah ditetapkan akan berujung pada malapetaka sebab segala aturan yang ditetapkan-Nya adalah acuan terhadap semua motivasi yang akan muncul dalam tindakan. Jadi motivasi yang baik saja tidak cukup, tetapi harus disertai juga dengan pemahaman tentang aturan dan ketetapan yang Allah tentukan.


Hidup berkeluarga tentu didasarkan motivasi yang baik sebab adakah motivasi buruk yang dibalik sebuah pemberkatan perkawinan? Tentu setiap rumah tangga selalu diawali dengan motivasi yang baik. Namun yang perlu diingat ialah motivasi saja tidaklah cukup sebab rumah tangga juga ada aturannya. Ada ketetapan yang Allah sendiri tentukan.


Firman Tuhan menyatakan hal tersebut dengan sangat jelas bahwa seorang suami harus memperlakukan istrinya dengan baik (1 Petrus 3:7). Setiap suami yang tidak memperlakukan istrinya secara baik Tuhan tidak dengarkan doanya. Jika demikian halnya maka itu berarti ada duka dalam keluarga. Doa yang tidak didengarkan oleh Allah adalah sebuah peringatan bagi setiap suami. Segeralah mengambil sikap untuk berhenti dari perilaku demikian, untuk berhenti dan merenungkan kembali seluruh kehendak Allah dalam kehidupan keluarga. Hal ini penting agar suami tidak menghadirkan duka di tengah keluarga.


Demikian juga seorang istri, motivasi saja tidaklah cukup sebab seorang istri juga harus hadir dengan ketetapan Allah sendiri. Seperti Maria, istri dapat berkata aku ini hamba Tuhan (Lukas 1: 38) sehingga kehadirannya selaras dengan panggilan dan pengutusan sebagai seorang hamba Tuhan dan bukan hamba suami. Seorang perempuan yang hadir dengan perhiasan batiniah (1 Petrus 3:4).

Gabungan antara pengetahuan dan motivasi inilah yang akan menghindarkan rumah tangga dari rumah duka. Rumah dimana kegelisahan menjadi santapan dan kemarahan menjadi minuman. Rumah dimana damai sejahtera hanyalah fatamorgana dan sukacita hanyalah bayangan.


2. Diperlukan kesediaan untuk berhenti dan instrospeksi


Apa yang dilakukan oleh Daud adalah mendiamkan diri dan bersedia untuk menunggu dengan tenang. Selama tiga bulan Tabut Allah di rumah Obed-Edom dan hasilnya adalah berkat bagi Obed-Edom dan keluarga mebuat Daud menemukan jawaban atas masalah yang dialminya yakni memeprlakukan Tabut Allah dengan benar. Ada aturan yang harus dipatuhi, ada regulasi yang tidak boleh diabaikan dan ada kesediaan untuk mengalami pembaruan. Itulah yang diperlihatkan Daud. Itulah yang membuatnya bersukacita bahwa ia menemukan kembali kehendak Allah. Kini Tabut Allah tidak lagi diletakkan diatas kereta yang ditarik lembu tetapi diangkat oleh para Lewi ( 1 Tawarikh 15: 2, 11-14)


Ini perubahan yang mendasar dalam keputusan yang dibuat Daud sebab dengan kesadaran inilah Tabut Allah diperlakukan dengan benar. Perubahan sikap karena kesediaan untuk dibentuk oleh Firman Tuhan menjadi sarana pembaruan yang luar biasa. Hal ini diperlihatkan Daud dengan penuh sukacita bahwa Allah adalah Allah yang tidak bisa diperlakukan dengan sewenang-wenang.


Dewasa ini keterbelahan manusia pada dua sisi yang kontradiktif pemahamannya bahwa Allah adalah Allah yang menghukum dan Allah adalah Allah yang penuh kasih. Kedua pandangan ini tidaklah tepat sebab Allah tidak pernah membiarkan manusia memahami hokum tanpa kasih dan kasih tanpa hukum. Allah menghukum namun sekaligus Allah juga penuh kasih.


Kesediaan untuk mengaku bersalah kepada pasangan merupakan syarat untuk menmukan kembali sukacita yang hakiki. Suami-istri yang saling mengampuni adalah pasangan yang akan menemukan kembali keindahan relasi mereka. Suami-istri harus selalu bertanya "sudah benarkah sikap saya?`, "sudah sesuaikah dengan kehendak Tuhan? Temukan jawaban yang tepat dan dari situlah muncul suakcita yang abadi.



Sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Marilah kita selalu belajar untuk memulai segala aktifitas kita dengan disari bukan saja motivasi yang benar tetapi aturan yang benar. Marilah kita selalu memiliki kesediaan untuk berhenti / jeda sejenak dan melihat setiap peristiwa sebagai waktu untuk bersaat teduh dan merenungkan ulang setiap keputusan kita sebagai suami-istri.


Apakah keputusan ini mendatangkan sukacita atau sebaliknya mendatangkan dukacita. Pilihlah yang pertama yakni suami-istri yang selalu mendatangkan sukacita sebab menghayati kehadiran Allah dengan aturan dan ketetapan-Nya. Itulah sebabnya setiap kali ada pemberkatan perkawinan selalu diberikan Alkitan untuk menunjukkan bahwa motivasi yang baik saja tidak cukup. Dibutuhkan juga pengetahuan yang baik tentang rencana Allah dalam kehidupan suami-istri.


Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin























Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518