Dibaca : 19293 x
KhotbahMinggu, 12 Juli 2020 1 Korintus 1 : 1-9 ALLAH SETIA MAKA BERSYUKURLAH
 Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Persoalan yang dihadapi bisa saja membawa perpecahan ketika persoalan itu tidak ditangani dengan baik. Persoalan bisa saja menjadi pembenaran untuk keputusan yang reaktif dan memunculkan persoalan baru. Manusia bisa berpikir dapat mengatasi segala persoalan namun pada kenyataan tidak setiap persoalan bisa diselesaikan oleh manusia atau paling tidak ialah tidak secepat yang diharapkan manusia. Maka hadirlah pemikir seperti Camus seorang filsuf Perancis yang berpendapat bahwa hidup ini absurb (konyol, tidak masuk akal bahkan menggelikan) dan hal itu bertolak dari pemahaman bahwa Allah tidaklah ada. Keadaan demikian bisa saja menimbulkan rasa frustrasi yang hebat bagi manusia sebab lingkaran masalah seolah virus yang mematikan.
Dalam konteks inilah cara jitu diperlihatkan oleh Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus. Paulus menjelaskan hal yang paling mendasar bagi manusia yang mengakui kedaulatan Allah dalam Yesus Kristus. Hal yang penting dan utama dalam menyoroti setiap masalah dalam pandangan Paulus adalah dengan memahami bahwa:
1. Hidup ini bernilai tinggi (ayat 1-3)
Pemahaman bahwa hidup ini bernilai tinggi dikemukakan Paulus melalui pernyataan bahwa kasih karunia-Nya menyertai kamu (ayat 3). Pernyataan ini bertolak dari pengalaman iman Paulus bahwa hidupnya berubah sebab dipanggil oleh-Nya (ayat 1). Dalam panggilan itu Paulus menegaskan bahwa hidupnya menjadi bermakna di tengah semua permasalahan yang dialami sebagai rasul. Hal ini penting untuk mengajar jemaat di Korintus bahwa mereka perlu menghayati dengan sungguh bahwa mereka memiliki hidup yang bermakna dalam panggilan tersebut. Paulus menyuarakan kebenaran yang paling mendasar bahwa nilai kehidupan ini tidaklah sederhana apalagi absurb sebaliknya dalam panggilan tersebut kehidupan menjadi sangat berarti.
Maka dalam menjalani kehidupan ini hendaklah kita selalu memandang pada Dia yang memanggil kita. Hal ini sebab siapakah yang suka dengan masalah? Namun masalahnya adalah siapakah yang tidak pernah mengalami masalah dalam hidup. Sebagai warga jemaat saat ini kita dihadapkan dengan masalah yang tidak sederhana yang menimbulkan masalah lain.
Covid ini bermasalah tetapi akibatnya juga bermasalah. Dalam suasana demikian apakah hidup kita menjadi absurb? Dalam keadaan demikian apakah kita dikuasai oleh masalah sehingga melupakan panggilan kita? Jawabnya tentu tidak sebab panggilan Tuhan membuat kita menelusuri kembali perjalanan bersama Dia yang memanggil kita.
2 Petrus 1: 5 dan 10 menunjukkan bahwa dengan sungguh-sungguh kualitas hidup harus terus terjaga dan terpelihara sehingga tidak mudah terjatuh. Hal ini menjelaskan kepada kita bahwa setiap masalah bisa saja hadir tetapi nilai diri kita sebagai umat yang dipanggil-Nya tidak berubah sebagai damai sejahtera-Nya tetap menyertai. Maka jangan menyesali hidup yang Tuhan sudah anugerahkan sekalipun berhadapan dengan masalah sebab Ia setia.
2. Ucapan syukur adalah puncak dari kualitas hidup (ayat 4-9)
Paulus memberi makna diawal pengajaran bahwa ia senantiasa mengucap syukur sebab mengucap syukur adalah gaya hidupnya. Mengucap syukur itu juga yang harus diperlihatkan jemaat di Korintus sebab mereka kaya dalam segala hal tetapi yang utama ialah kaya dalam perkataan dan pengetahuan. Hal ini memperlihatkan betapa lengkapnya kehidupan jemaat di Korintus sehingga ketika ancaman perpecahan muncul maka itu berarti miskin dalam kata dan pengetahuan. Paulus mendorong mereka agar selalu seia sekata sebab perpecahan dapat terjadi ketika mereka tidak seia sekata.
Inilah yang mendorong Paulus memberi petunjuk bahwa perbedaan sebagai Yahudi maupun Yunani kini berada dalam kesatuan yang baru yakni dalam Kristus (ayat 22-24). Dalam pemahaman yang demikian maka Paulus hendak menegaskan betapa pentingnya hidup dalam kesatuan sehingga melalui pengajaran ini juga dikemukakan kepada kita bahwa kesetiaan-Nya menjangkau setiap orang agar tidak satupun bisa meninggikan diri (ayat 29)
Seia sekata merupakan cara ampuh untuk menghadapi setiap masalah. Cara ini bertumpu pada kepastian bahwa Ia setia. Kesetian itulah yang menjadi kekuatan dalam menjalani kehidupan yang bisa bertemu masalah. Kesetiaan itulah yang menjadi landasan kuat untuk selalu mengucap syukur. Jadi melalui pengajaran ini hendak dijelaskan kepada kita semua bahwa dalam setia-Nya, Ia bertindak untuk memberi makna dalam kehidupan.
Sahabat-sahabat terkasih,
Maka jalani kehidupan yang bernilai ini sekalipun masalah belum selesai. Mengucap syukurlah bahwa Ia selalu setia menghadirkan penyertaan sekalipun masalah menghadang. Tetaplah melangkah dalam kepastian bahwa hidup kita sungguh bernilai karena-Nya.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|