Dibaca : 19376 x
KhotbahMinggu, 28 Juni 2020 KELUARGA ADALAH KEAJAIBAN KARYA ALLAH
 Sahabat - sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Ajakan pemazmur untuk memuji Allah merupakan undangan yang dibangun dalam kesadaran pemazmur akan peristiwa yang karya Allah dalam hidupnya. Menyadari karya Allah demikian penting sehingga kesadaran akan karya Allah melampaui pikiran tentang Allah. Kesadaran (consciousness) akan karya Allah merupakan pintu masuk untuk menghayati bahwa seluruh pikiran kita tentang Allah bertolak dari sudut pandang yang bernilai. Hal ini penting agar setiap bentuk pujian yang ditujukan kepada Allah tidak dikaburkan oleh peristiwa (entah yang menyenangkan atau tidak menyenangkan).
Pemazmur memberi pengajaran yang penting agar umat memiliki kesadaran akan karya Allah sehingga ungkapan pujian kepada-Nya bukan sekedar ungkapan tanpa makna. Ungkapan tanpa makna tersebut dapat muncul dari pikiran umat secara sempit. Pikiran yang seperti ini akan mendangkalkan seluruh karya Allah yang dipersempit untuk sesuai dengan keinginan umat semata. Maka dibutuhkan kesadaran umat yang merengkuh pikiran umat agar ungkapan syukur sebagai sebuah kesadaran menjadi ungkapan syukur yang selalu baru dan tidak terikat pada peristiwa yang menyenagkan atau tidak menyenangkan ( band. 1 Tesalonika 5: 18). Pengajaran inilah yang dikemukakan oleh pemazmur dalam dua bagian penting yakni:
1. KESADARAN AKAN KASIH SETIA ALLAH (ayat 1-3).
Pondasi atau dasar dari kesadaran ini bertumpu pada pemahaman bahwa hidup adalah keputusan. Ketika hidup kita diwarnai dengan berbagai keputusan maka diperlukan keputusan yang jernih yang dikuasai oleh kesadaran bahwa keputusan kita bermakna vertikal dan horisontal. Artinya ungkapan syukur kita merupakan tanggapan atas kasih setia Allah dan tanggapan atas peristiwa yang kita jalani. Ungkapan syukur yang demikian akan memberi pengaruh bagi kehidupan orang lain. Kejernihan kesadaran ini tidak membuat kita mengabaikan setiap peristiwa sebaliknya memberi arti bagi diri kita sendiri dan sesama.
Demikianlah juga dengan keluarga, jika kita menyadari bahwa keluarga adalah keajaiban karya Allah maka kesadaran ini membuat kita selalu memiliki pikiran yang jernih tentang keluarga. Ketika kita sekeluarga mengucap syukur atas kasih setia Allah, hal itu tidak bertolak dari peristiwa yang keluarga alami. Baik atau tidak baiknya keadaan keluarga tidak menentukan bagaimana kita mengucap syukur. Suami-istri dengan segala peristiwa yang dialami adalah suami-istri yang terasah kesadarannya bahwa kasih setia Allah berlangsung untuk selama-lamanya.
Edmund Husserl mengemukakannya sebagai hidup yang kembali pada kenyataan apa adanya dan kenyataan itu tidak membelenggu kehidupan kita. Artinya persoalan dan pergumulan memang menerjang kita dengan luar biasa tetapi dengan kesadaran adanya kasih Tuhan yang kekal maka kita perlu untuk selalu mengucap syukur bahwa pergumulan itu tidak menguasai kita sebab kita dikuasai oleh kasih setia-Nya (Mazmur 31:8). Kasih setia-Nya adalah keajaiban dalam kehidupan keluarga sehingga kita menyadari bahwa kita hidup bukan untuk diri sendiri tapi kita hidup dan berarti bagi sesama. Karya-Nya yang ajaib itu menunjukkan bahwa ruang dan waktu dan semua peristiwa tidak mampu membatasi-Nya (Roma 8: 38-39)
Kehidupan dan pelayanan Yesus Kristus memungkinkan kita semua bersyukur karena kasih setai-Nya ajaib. Ia mengundang kita memasuki setiap peristiwa dengan kepastian bahwa kita terjamin oleh-Nya. Keluarga bukanlah keluarga yang berjalan dalam ketidakpastian namun di tengah kepungan berbagai kekerasan, kejahatan, silent crime, milkilah kesadaran bahwa Yesus selalu menyertai.
2. KESADARAN PADA KETERATURAN KARYA ALLAH (Ayat 4 - 9)
Allah berkarya dalam karya yang teratur dan tertib sehingga setiap karya ciptaan-Nya menjadi bukti betapa istimewa ciptaan-Nya. Pemazmur menunjukkan bahwa Allah adalah Allah yang berkarya dengan penataan yang baik. Ketertiban itu diwujudkannya dengan kebijaksanaan sehingga seluruh rangkaian ciptaan Allah berlangsung dengan teratur.
Karya Allah yang tertib itulah yang memberi makna teradap segala ciptaan-Nya. Artinya dengan kesadaran bahwa karya Allah yang tertib menguasai setiap aspek kehidupan maka bersyukur adalah bersyukur dalam ketertiban (band. 2 Timotius 1:7). Bersyukur dalam ketertiban artinya bersyukur terwujud dalam tindakan yang tertib dan teratur. Bersyukur tidak pernah bisa diwujudkan oleh hidup yang mengabaikan Allah dalam seluruh aktifitas kehidupan.
Pemazmur mengundang umat agar mampu menempatkan karya Allah yang tertib sebagai pengarah. Pekerjaan Allah yang tertib dan teratur sekaligus menunjukkan bahwa alam semesta berada dalam kuasa-Nya.
Dalam kehidupan berkeluarga yang perlu mengucap syukur karena pekerjaan-Nya didasarkan pada rencana yang tertib dan teratur. Dengan segala penetapan yang tertib dan teratur itulah maka keluarga selalu bertumbuh dalam kepastian. Masa lalu dan masa depan adalah keadaan yang teratur sehingga masa kini disambut dengan lapang dada dan penuh syukur karena jaminan masa depan (1 Petrus 5:7)
Dalam rangka Hari Keluarga Nasional (HARGANAS ke-27 tanggal 29 Juni 2020) kita bersyukur karena dua hal ini yaitu kasih setia Allah tetap menyertai keluarga kita dan akibat dari penyertaan itu adalah kehidupan keluargayang tertib dan teratur. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|