aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19396 x

Khotbah
Minggu, 07 Juni 2020
Efesus 1: 3-14
HIDUP YANG BERMAKNA SEBAGAI UMAT PERCAYA.

HIDUP YANG BERMAKNA SEBAGAI UMAT PERCAYA.


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Pengenalan akan diri merupakan sesuatu yang penting sebab ketika seseorang tidak mengenal dirinya sendiri maka gambaran diri orang tersebut akan bermasalah. Seringkali pengenalan akan diri menjadi titik masuk pada kehidupan yang lebih baik karena dengan demikian seseorang dimungkinkan untuk terus merawat dan menjaga identitasnya. Demikian juga dalam hal spiritual atau rohani sebab mengenal siapa diri sendiri di hadapan Tuhan akan memberi cara pandang yang berbeda. Setiap orang percaya tidak sekedar percaya tetapi percaya itu perlu dimunculkan dalam tindakan (iman tanpa perbuatan adalah mati seperti dikeumukakan Yakobus). Artinya setiap orang percaya memerlukan pemahaman yang mendasar tentang siapa dirinya dalam perjumpaan dengan Allah sehingga seluruh karyanya adalah karya yang mendapat pengaruh semangat pengenalan akan Allah tersebut.


Dalam surat Efesus ini kita menjumpai semangat yang begitu indah sebagai hasil dari spiritualitas Paulus. Keindahan pengajaran ini tidak hanya berhenti dalam bentuk pengajaran tetapi akan muncul dalam tindakan yang penuh gairah untuk memuliakan Allah. Keindahan pernyataan iman ini menunjukkan bahwa hidup dalam relasi dengan Allah selalu menghadirkan semangat yang tidak pernah luruh di tengah berbagai ajaran yang hadir dan berpotensi meruntuhkan iman Kristen. Firman Tuhan ini memperlihatkan adanya alasan yang kuat bagi setiap orang percaya untuk tetap hadir secara mempesona dengan iman kepada Yesus Kristus secara nyata, secara kongkrit seperti di pasal 5 tentang kasih Kristus sebagai dasar keluarga Kristen.



Sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,


Pengajaran utama dalam bagian Firman Tuhan yang hendak dikemukakan sebagai pondasi yang kokoh dimulai dengan doxologi atau pujian yang melambungkan nama Tuhan oleh karena tindakan-Nya yang besar. Pujian kepada Allah menjadi awal dari pengajaran saat ini karena dengan pujian tersebut hendak dikemukakan bahwa hidup orang percaya bukanlah hidup dalam pola yang lama tetapi dalam pola yang baru. Corak berpikir yang utuh tersebut memberi sebuah pemahaman bahwa beriman kepada Allah selalu menukik dalam kehidupan setiap hari yakni kehidupan yang melambungkan nama Allah. Pengajaran itu meliputi:


1. Ayat 3-6. KARYA ALLAH.


Allah dalam tindakan penyelamatan melalui Yesus Kristus telah mengaruniakan berkat rohani di dalam sorga yakni Allah memilih kita. Dalam memilih ini dikemukakan suatu tindakan yang tidak dapat dimengerti dalam perspektif manusia. Pemilihan itu bahkan dikemukakan jauh sebelum dunia dijadikan untuk menunjukkan bahwa pemilihan itu bukan didasarkan pada keisitimewaan manusia tetapi pada kasih karunia-Nya yang mulia (ayat 6). Pemilihan sebagai anak sekaligus menunjukkan adanya pola kehidupan yang baru yang KUDUS. Jadi setiap orang percaya perlu memahami ajaran yang fundamental ini sehingga apa yang dimunculkan dari kehidupan yang kudus adalah mengarahkan seluruh kehidupan hanya kepada Allah.


Memuji Allah yang dinyatakan baukan tanpa alasan tetapi memiliki landasan pemahaman yang kokoh yakni keterpilihan sebagai anak Allah. Hal itu berarti dalam kehidupan kita pada masa kini perlu terus dikemukakan bahwa kita adalah anak-anak pilihan-Nya yang dilakukan berdasarkan kasih karunia.


Maka kehidupan kita adalah kehidupan yang tetap memuji Allah sebab kita mengenal siapa diri kita. Memuji Allah merupakan bentuk kongkrit dari pengenalan tersebut sehingga di tengah suasana muram sekalipun kita dimungkinkan untuk memuji Allah.



2. Ayat 7-12, KARYA YESUS.


Tindakan Allah didalam Yesus Kristus menunjukkan bahwa Ia tidak hanya berdiam di surga namun menjumpai manusia dengan rencana keselamatan. Hikmat dan pengertian (ayat 8) menunjukkan bahwa hikmat dan pengertian manusia tunduk didalamnya. Hikmat dan pengertian dalam Kristus mengarah kepada kepastian utama bahwa Kristus adalah Kepala dari seluruh jalinan ikatan di surga dan di bumi (ayat 10). Di dalam Yesus Kristus lalu memberi pemahaman yang kokoh bahwa hidup kita memiliki tujuan yang pasti yakni terikat kepada-Nya baik di surga maupun di bumi.


MelaluI Yesus ditunjukkan sebuah pondasi yang penting bahwa adanya pengharapan yang tidak bersifat personal saja tetapi melalui pengharapan personal lalu diwujudkan harapan kolektif. Hal ini berarti bahwa sebagai anak-anak pilihan setiap orang percaya diundang memasuki kehidupan yang aktif dan berpartisipasi mewujudkan rencana-Nya bagi sesama sebab kita dapat tiba pada tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus dan mengarah kepada Dia (4: 14-15). Hal ini menunjukkan bahwa hidupa sebagai anak-anak Allah adalah hidup yang bertumbuh kearah Dia. Kepenuhan sebagai anak-anak Allah memberi pengertian yang mendalam ketika kita melihat berbagai peristiwa.


Pandemi ini tidak boleh membuat kita menjadi kerdil dalam pengharapan sebaliknya kita semakin bertumbuh dalam pengharapan. Persoalan dan pergumulan tidak boleh membuat kita menjadi terpapar bagai virus covid-19 tetapi semakin memahami bahwa kehidupan kita tidak terelpas dari pemeliharaan-Nya. Itulah sebabnya sekalpun berada dalam penjaran, Rasul Paulus tidak kehilangan pengharapannya, tidak mengalami kemerosotan iman tetapi sebaliknya semakin memahami bahwa hidupnya sungguh berarti.



3. Ayat 13-14, KARYA ROH KUDUS.


karya Roh Kudus menjadi jaminan tentang keselamatan dalam Injil sebab kebenaran dalam Injil itulah yang memungkinkan kita semakin memuji kemuliaan-Nya. Karya Roh Kudus menjadi penolong yang selalu mengarahkan kita untuk menghayati bahwa di berbagai ajaran yang hendak meruntuhkan makna kehadiran kita. Dengan mengenal siapa diri kita dalam kuasa Roh Kuduslah yang memberi pengertian kepada kita bahwa jalan yang harus ditempuh memang tidak mudah namun kita memiliki semangat yang tidak pudar, antusiasme yang memberi kita cara pandang yang luas. Dengan begitu kita tidak menjadi orang yang mudah diomabng-ambingkan angin pengajaran palsu yang nampak rupawan tetapi racun yang mematikan. Roh Kudus menuntun kita memahami bahwa seluruh karya kita sekecil apapun adalah bentuk partisipasi kita dalam mewujudkan panggilan dan pengutusan.


Pengenalan akan diri kita yang dikuasai oleh Roh Kudus akan membuat kita mengangkat kepala dan tidak ditundukkan oleh beragam persoalan maupun pergumulan.


Maka dewasa ini di tengah kenyataan yang sedang terjadi dengan berbagai berita yang beredar di sekitar kita, mari teduhkan diri, tenangkan diri, hayati kembali kuasa-Nya dan rasakanlah pemeliharaan-Nya. Roh Kuduslah yang memberi pengertian bagi kita dalam menjawab berbagai persoalan yang kita hadapi. Tetaplah bertumbuh kearah Dia agar kehidupan kita tetap optimis.

Maju terus bersama Tuhan Yesus Kristus, sebab didalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518