Dibaca : 20896 x
KhotbahKamis, 21 Mei 2020 Lukas 24 : 50 - 53 KENAIKAN YESUS KRISTUS MENGHADIRKAN KUASA DAN SUKACITA

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Ketika perpisahan dimaknai sebagai keterputusan maka peristiwa perpisahan bersifat merusak. Perpisahan yang dimaknai keterputusan adalah runtuhnya relasi yang terbentuk selama ini. Maka perpisahan seperti ini seringkali bernada negatif sebab sifatnya yang merusak. Namun jika keterpisahan itu dimaknai sebagai hubungan yang baru maka peristiwa perpisahan tidak memutuskan relasi. Perpisahan lalu disambut dengan cara istimewa sebab mutu relasi tetap terjaga sekalipun secara badaniah tidak lagi bersama.
Relasi yang terpelihara memungkinkan jarak dan waktu tidak lagi penting sebab relasi itulah yang utama dan terutama. Dalam pemahaman demikian dapat kita mengerti peristiwa dimana Yesus mengatakan `...berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya (Yoh. 20: 29). Pernyataan itu mengangkat kualitas relasi yang tadinya hanya bersifat badaniah menjadi bersifat rohani. Inilah perpisahan yang justru mengeratkan relasi.
Peristiwa kenaikan Yesus ke surga adalah peristiwa penting sekalipun tidak diperlakukan seperti Natal atau Paskah. Kenaikan Tuhan Yesus menjadi penting tidak berdasarkan bagaimana kita memperlakukannya, sebab kenaikan Tuhan Yesus menjadi penting dari sudut yang lebih utama yakni perubahan. Apa yang terjadi dalam peristiwa kenaikan Tuhan Yesus merupakan pernyataan kuat bahwa sedang terjadi perubahan dalam diri para murid. Para murid akan menempati situasi baru yang berbeda dengan situasi mereka selama ini. Para murid membangun sebuah relasi yang tidak lagi berdasarkan badaniah tetapi rohani. Era baru inilah yang akan mengguncang dunia melalui rangkaian pelayanan yang dibingkai pernyataan Yesus `..sampai keujung bumi�
Maka beberapa pengajaran penting berkaitan dengan kenaikan Tuhan Yesus ialah:
1. Ayat 50-51. Peristiwa kenaikan Yesus ke Surga adalah menjadi peristiwa menggembirakan sebab para murid mendapat kepastian tentang masa depan. Mereka tidak lagi melihat masa depan sebagai keadaan yang kabur tetapi memaknainya dalam pengertian bahwa penyertaan Tuhan terus berlangsung. Ini yang menggembirakan bahwa kta tidak lagi terpaku pada aspek jasamni tetapi menghayatinya dalam perspekgtif baru yakni relasi spiritual.
Peristiwa kenaikan Yesus di surga sekaligus memberi makna bahwa segala kuasa takluk pada-Nya. Kuasa Roh Kudus yang dijanjikan. Maka kenaikan Yesus Ke surga menjadi kegembiraan yang mendorong para murid meneruskan karya pelayanan mereka.
Peristiwa naiknya Tuhan Yesus ke surga sekaligus menegaskan bahwa tahap baru kehidupan para murid sudah dimulai. Para murid akan memberitakan injil sampai ke ujung dunia menegaskan bahwa ruang panggilan dan pengutusan semakin terbuka seperti diperlihatkan dalam peristiwa Pentakosta. Mereka akan memiliki kuasa yang dianugerahkan Tuahn dalam kerangka panggilan dan pengutusan selaku murid Kristus. Maka dapat dipahami bahwa peristiwa naiknya Tuhan Yesus ke surga menunjukan adanya pengutusan yang disertai oleh kuasa-Nya.
Dalam kenyataan yang sulit saat ini maka peringatan naiknya Tuhan Yesus ke surga menjadi peristiwa yang mengaskan peran gereja untuk terus memberitakan kabar sukacita. Ketika manusia menjadi lunglai oleh beratnya tekanan masalah kehidupan akibat pandemi virus corona disitulah peran gereja mewujudkan panggilan dan pengutusannya. Gereja mewujdukan tugas panggilan dan pengutusan dalam perspektif penyertaan Tuhan yang tidak berubah.
2. Ayat 52-53 dikemukakan bahwa para murid kembali ke Yerusalem dengan penuh sukacita dan memuliakan Allah. Para murid yang sujud kepada-Nya adalah para murid yang menegaskan bahwa hidup mereka hanya bermakna dalam penyertaan-Nya. Ketika hidup ditempatkan dalam keadaaan yang demikian maka sujud dan menyembah-Nya merupakan tindakan yang diwarnai sukacita. Sukacita yang terwujud bukan tertuju kepada mereka namun sukacita itu untuk memulaikan Allah.
Hal ini menegaskan kepada kita semua betapa pentingnya peristiwa kenaikan Tuhan Yesus ke surga sebagai peristiwa yang menghadirkan ketaatan dan sukacita. Peristiwa sukacita terjadi bukan karena tiadanya permasalah dan pergumulan sebab para murid juga dihadapkan dengan situasi yang sulit dan menekan. Tetapi sukacita tetap dimiliki karena setiap murid tidak berjalan sendiri tapi melangkah dalam kebersamaan dengan Tuhan.
Pengajaran ini menunjukan bahwa kehidupan setiap murid yang menghayati peristiwa naiknya Tuhan Yesus ke surga adalah para murid yang tetap bergerak dalam panggilan dan pengutusan secara antusias. Pengajaran ini sekaligus menunjukan bahwa di tengah dunia yang penuh konflik dan terpapar virus namun ruang sukacita tidak pernah berkurang sebab penyertaan Tuhan tetap belangsung.
Maka kenaikan Tuhan Yesus ke surga sekaligus menyatakan pemeliharaan Tuhan yang tidak pernah berubah dan sukacita dalam ketaatan kepada Tuhan adalah buah sukacita senantiasa terwujud di dalam panggilan dan pengutusan.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan denganb-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|