aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19068 x

Khotbah
Minggu, 3 Mei 2020
Imamat 1: 1-9
MEMBERI YANG TERBAIK

MEMBERI YANG TERBAIK


Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,



Relasi Allah dan manusia adalah relasi yang hidup artinya relasi tersebut dibangun oleh Allah yang membebaskan umat agar menemukan nilai kehidupan yang bermutu. Relasi antara Allah dan manusia bukanalh relasi dengan dewa-dewi yang tidak hidup sehingga Allah harus dihayati umat sebagai Allah yang hidup. Kualitas kehidupan manusia nampak dari cara manusia memelihara relasi yang hidup dengan Allah. Manusia yang menghayati hubungannya dengan Allah adalah hubungan yang hidup akan menyambut hubungan tersebut dengan sukacita. Artinya ketika manusia memahami bahwa Allah adalah Allah yang hidup maka semua karyanya diterangi dengan semangat kehidupan.

Dalam bacaan kita saat ini dikemukakan bahwa hubungan umat dengan Allah ditandai dengan persembahan korban dengan segala aturannya. Hal ini dimulai dengan pernyataan Allah kepada Musa di Kemah Pertemuan. Perjumpaan Allah dan Musa adalah perjumpaan antara manusia hidup dan Allah pemberi kehidupan. Firman Allah kepada sekaligus menjadi penanda tentang pentingnya memahami diri sendiri di hadapan Allah yang memberi kehidupan. Maka pengajaran yang kita dapatkan dari perikop ini adalah:



1. Perintah tentang tata laksana persembahan ditujukan kepada umat Israel tanpa kecuali (ayat 2). Umat yang hendak memberi persembahan adalah umat yang harus menyadari bahwa korban persembahannya kepada Allah haruslah yang terbaik yang tidak bercela (ayat 3). Dengan memberi persembahan yang terbaik maka hendak dikemukakan kepada umat betapa luhurnya Allah dan betapa rendahnya manusia. Allah yang mulia adalah Allah yang memberi menyatakan kasih-Nya kepada umat dengan memberi kehidupan. Umat tidak berada dalam ancaman kematian sebagaimana di Mesir tetapi umat telah memasuki ruang kehidupan yang disediakan Allah. Jika hidup itu sudah menjadi milik umat maka mereka perlu untuk terus menjaga kehidupan mereka sebagai jawaban atas kebaikan Allah. Untuk itulah mereka memberi persembahan atau korban bakaran yang terbaik kepada Allah, bukan untuk kepentingan Allah tetapi untuk kepentingan umat. Korban bakaran itu bukan untuk mengendalikan wewenang Allah tetapi untuk menunjukkan bahwa Allah terlibat dalam kehidupan umat. Hal ini berarti seluruh umat Israel patut menghargai kehidupan anugerah Allah dan karena itu mereka memberi korban syukur sebagai bentuk penghargaan mereka pada anugerah Allah.

Tatanan persembahan itu untuk memperlihatkan bahwa Allah memang menjumpai manusia dan menyatakan tindakan pembebasan yang menghidupkan namun sekaligus adalah Allah yang kemulian-Nya tidak boleh diabaikan. Umat yang memberi persembahan (korban bakaran) adalah umat yang memahami bahwa hidup anugerah-Nya haruslah mewujudkan kehidupan yang baik. Maka manusia yang memualiakan Allah adalah manusia yang tidak hanya berpikir tentang persembahan yang terbaik tetapi bahkan hidupnya haruslah dijalani dengan baik (Roma 15:7)



Sahabat-sahabat terkasih

Korban persembahan yang diwujudkan oleh Yesus Kristus adalah sebuah tindakan yang menghidupkan. Apa yang terwujud dalam kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus memberi kepastian bahwa manusia perlu mewujudkan kebajikan hidupnya (Yakobus 2:8) sebagai korban persembahan yang terbaik.

Pada masa ini di tengah suasana yang tidak pasti tentang kapan pandemi ini berakhir kepada kita semua dinyatakan kebaikan Allah yang selalu pasti menghadirkan kehidupan. Kita memberi persembahan yang terbaik namun juga perlu diperhatikan agar hidup kitapun adalah hidup yang terbaik sebab hanya dari kehidupan yang terbaik maka persembahan menjadi persembahan yang terbaik.



2. Persembahan itu adalah persembahan pendamaian yang berujung pada menyenangkan hati Tuhan (ayat 9). Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan, siapakah yang tidak merindukan hal demikian. Menyenangkan hati Tuhan atau yang manis bagi Tuhan (sweet savour-KJV) hanya bisa terwujud dalam ketaatan. Korban persembahan yang menyenangkan hati TUhan tidak terlepas dari gaya hidup yang taat kepada Tuhan. Ketaatan demikian adalah ketaatan yang terbentuk dari pemahaman yang kuat bahwa cita-cita untuk menyenangkan hati-Nya berawal dari ketaatan. Kisah Abraham yang taat pada Allah ketika hendak mepersembahkan Ishak sebagai korban bakaran (Kej. 22:2). Persembahan yang harum bagi Tuhan juga dipersembahkan oleh Nuh seorang yang taat sebagaimana dinyatakan dalam Kejadian 8: 20-21. Ketaatan itu berarti pikiran dan tindakan yang tetap konstan, tidak berubah-ubah sekalipun kenyataan bisa berubah. Sikap taat dan setia bukanlah sikap sederhana melainkan sikap yang bermutu bahwa hidup anugerah-Nya memang berkualitas.



Sahabat-sahabat yang terkasih,

Ketaatan sebagaimana diperlihatkan oleh Yesus kepada Bapa-Nya adalah model ketaatan yang perlu dihidupkan dalam kehidupan kita. Ketaatan yang berpengaruh besar pada setiap bentuk persembahan sehingga berbau harum dihadapan Sumber Kehidupan. Maka ketaatan pada aturan yang ditetapkan adalah ketaatan yang bermuara pada kehidupan dan dilakukan sebagai wujud hormat dan takjub. Persembahan/korban bakaran bukanlah ruang kendali untuk mengarahkan Allah namun persembahan / korban bakaran adalah bentuk pernyataan yang konkrit bahwa hidup kita adalah hidup yang taat kepada-Nya.

Maka dihari-hari yang menantang kehidupan baiklah kita selalu taat kepada-Nya agar kehiudpan semakin bernilai dan setiap bentuk korban bakaran selalu berbau harum. Hadirlah dengan kehidupan yang berkualitas sebab Ia yang memberi hidup selalu menyertai kita dan tidak takjub dengan persembahan kita tapi kagum dengan ketaatan. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin.


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518