Dibaca : 18972 x
KhotbahMinggu, 10 Mei 2020 1 Korintus 4:6-13 SEBERAPA PENTING?

Sahabat-sahabat yang Tuhan kasihi,
`Jika engkau mencintai-Ku, janganlah ciptakan `aku�.
Kemampuan dan daya nalar manusia yang tinggi adalah anugerah. Kemampuan mengelaborasi nalar sampai pada tahap yang paling rumit adalah kejelasan manusia dalam memaknai diri sendiri. Dalam seni tari misalnya, mengalirnya gerak yang tenggelam dalam musik adalah kemampuan manusia yang hebat. Cara manusia beradaptasi dengan ruang dan waktu telah menghasilkan karya mutakhir yang bermakna. Ritme dalam jangkauan panca indera lalu mengkristal dalam gemulai gerak dan membawa semua energy menyatu dalam kehidupan.
Inilah asal muasal pengaruh yang memberi makna bagi manusia. Seluruh bangunan kesadaran manusia kini ditempatkan dalam corak berpikir yang tidak utuh. Misalnya, dibalik kecermelangan para ilmuwan dengan hasil temuannya, ada binatang, tumbuhan dan alam yang terpapar. Dalam perspektif demikian maka sikap meninggi sungguh tidak bermanfaat apalagi dalam aksi kerendahan hati.
Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Dalam paham demikian kita dapat disapa oleh 1 Kor. 4: 6-13 yang memuat pemahaman yang indah tentang pengenalan diri dalam hubungan dengan sesama. Paulus menarasikan dirinya sebagai bagian dari panggilan dan pengutusan yang dipercayakan Allah. Ia mempersoalkan perilaku warga jemaat di Korintus dalam konfrontasi ide dengan dirinya (band. Ayat 2)
Paulus menyatakan pentingnya sikap percaya pada diri sendiri yang bermanfaat dan percaya pada sesama yang berguna. Dengan menggunakan akal sehat Paulus menempatkab dirinya dalam kesejajaran dengan Apolos (ayat 6). Artinya Paulus hendak menunjukkan kepada warga jemaat Korintus tentang pentingnya menjaga jarak dengan pikiran yang mampu menciptakan segala sesuatu sebagai akibat dari kepiawaian dalam mengolah dan mengelola seluruh panca indera.
Paulus hendak menunjukkan bahwa nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh seberapa tinggi seseorang itu menjejak tetapi pada seberapa tinggi seseorang berpikir dengan akal sehat.
Dalam konteks demikian maka pesan yang mendasar dan penting ialah:
A. JANGAN MERASA DIRI PENTING (Ayat 6-8).
Ketika kemampuan nalar manusia dapat berfungsi secara luar biasa maka manusia perlu memahami bahwa dirinya tidak menciptakan orang lain. `aku� bukanlah AKU sebab keduajya memiliki perbedaan yang hakiki. AKU yang seharusnya mengendalikan seluruh gagasan manusia kini tersingkir akibat hadirnya `aku�.
Maka manusia perlu menempatkan dirinya di hadapan AKU dan bukan aku. Hal ini penting agar seluruh gagasan yang dikemukakan tentang AKU dapat memberi pengaruh positif bagi manusia.
Dalam konteks inilah kehadiran kita selaku warga Gereja selalu membutuhkan terang yang mencerdaskan dan bukan kegelapan yang membodohkan. Yesus Kristus yang adalah Terang adalah Yesus yang menerangi perjalanan hidup kita sehingga selalu berujung pada kesadaran bahwa kita hidup untuk kesaksian yang aktual.
B. TERUSLAH MENJAGA KERENDAHAN HATI (Ayat 9-13)
Kerendahan hati bukanlah keadaan sekali jadi namun perlu perlu terus dirawat dan diolah. Kerendahan hati bukanlah soal kalah terhadap tinggi hati tetapi soal kearifan menilai diri dan tidak sekedar menilai orang lain.
Paulus hendak menunjukkan bahwa dengan pertanyaan tentang siapakah yang menganggap penting (ayat 7) hendak diperlihatkan tentang pentingnya memiliki cara pandang yang luas. Sehingga perilaku terhadap sesama menjadi bernilai dan bermartabat.
Kepada kita semua hendak dikemukakan bahwa dalam menggunakan nalar, kita tidak sedang mengendalikan Allah sebab ia yang sekedar hadir dalam benak kita bulanlah ALLAH dqlam arti yang sesungguhnya.
Maka sahabat terkasih, milikilah kejernihan akal sehat sehingga kita tidak menciptakan tuhan lain berupa karir, kedudukan maupun harta, namun mampu mendayagunakan semua potensi bagi kemuliaan Yesus Kristus.
Maka jemaat terkasih, hendaklah kita selalu mengingat kebaikan Tuhan sehingga akal sehat kita dipenuhi oleh kebajikan dalam akta dan bukan harta.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab Dalam Persekutuan dengan-Nya hidup kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|