Dibaca : 19861 x
KhotbahMinggu, 23 Februari 2020 Efesus 4:1-10 GEREJA YANG MEMAHAMI PANGGILANNYA

Sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Gereja tidak hadir sesuai dengan kemauannya sendiri tetapi hadir dalam perspektif panggilan dan pengutusan Allah. Panggilan tersebut menjadi pondasi dari pola kehidupan gereja sebab kehadiran gereja selalu terkait dengan Yesus Kristus sehingga yag jauh kini sudah menjadi dekat (2:13). Hal ini menunjukan hilangnya sekat-sekat dominasi yang selama ini dianut oleh bangsa Yahudi. Panggilan Tuhan ternyata melampaui berbagai perbedaan yang ada sehingga kesadaran bergereja adalah kesadaran memadukan beragam eksistensi yang menyatu dan tunduk hanya kepada Yesus Kristus.
Gereja tidak hadir sesuai dengan kehendaknya sendiri tetapi hadir dalam rencana-Nya yakni meneruskan kabar sukacita. Gereja mengalami pertubuhan yang mendasar yakni menjadi tempat kediaman Allah didalam Roh (2: 22) merupakan konsekuensi dari panggilan-Nya. Konsekuensi itulah yang secara jelas dinyatakan oleh rasul Paulus di Efesus 3: 1 dan 4: 1 (Itulah sebabnya aku ini Paulus orang YANG DIPENJARAKAN dan AKU ORANG YANG DIPENJARAKAN). Pernyataan ini meunjukan bahwa efektifitas sebuah panggilan akan nyata dari pengalaman empiris yang menunjukkan keberadaan Paulus.
Maka nasihat Paulus kepada jemaat di Efesus menunjukkan bahwa panggilan sebagai perekutuan orang percaya adlah pangilan yang bernilai besar. Nilai besar sebuah panggilan disebabkan oleh kesadaran bahwa bukan karena kehebatan umat tetapi semata-mata oleh kasih karunia. Nilai besar sebuah panggilan yang dihayati akan berdampak pada:
1. Kesatuan jemaat adalah jawaban atas setiap panggilan (ayat 1-6)
Pada bagian ini ditunjukan bahwa kesatuan jemaat menjadi penting sebab kesatuan jemaat sejajar nilainya dengan panggilan Tuhan. Kesatuan jemaat menjadi bernilai ketika kesatuan itu didasarkan pada pemahaman nilai panggilan yang luar biasa. Kerendahatian merupakan wujud nyata dari tanggapan terhadap panggilan. Kerendahatian sebagaimana di tunjukan di Filipi 2: 3, keredahatian berkaitan dengan menganggap yang lain lebih utama dari diri sendiri. Inilah pengajaran tentang panggilan Tuhan yang luar biasa sehingga setiap orang dimungkinkan untuk terus menjawab panggilan tersebut melalui perilaku yang sepadan (ayat 1) `walk worthy of the vocation� (KJV)
Pengajaran pertama yang kita dapatkan adalah nilai panggilan yang demikian istimewa telah menghadirkan gereja yang bergerak sesuai dengan otoritas-Nya. Kuasa yang dipercayakan itulah yang memungkinkan setiap warga gereja hidup dalam persekutuan yang berarti sehingga padanan dari panggilan adalah kehidupan yang bertanggungjawab pada panggilan-Nya. Kesatuan jemaat merupakan hal utama yang perlu terus dijaga dan dirawat untuk menunjukan bahwa hidup sungguh berarti ketika berpadanan pada panggilan.
Maka bagi kita dewasa ini makna panggilan itulah yang harus terus dijaga dan dirawat dengan sungguh-sungguh. Panggilan itulah yang akan menjadi `payung� dari kehidupan yang berpadanan pada panggilan sehingga bermuara pada damai sejahtera (ayat 3)
2. Kasih karunia yang berbeda namun menjadi satu dalam Kristus (ayat 7-10)
Pokok utama dalam pengajaran ini adalah bahwa setiap orang menjadi layak di hadapan Allah oleh karena karya Kristus. Kepada Yesus Kristus, Ia berkenan sebagaimana peristiwa baptisan dimana terdengar suara `....kepada-Mu lah Aku berkenan� (Lukas 3: 22). Dengan demikian hendak dikemukakan bahwa manusia menjadi berkenan kepada Allah ketika manusia `melekat� kepada Kristus sehingga cara Allah memandang manusia adalah dengan memandang Kristus.
Melalui pemahaman demikian maka dapat dikemukakan bahwa panggilan kepada gereja sungguh merupakan peristiwa yang bernilai tinggi. Kenapa? Sebab dalam panggilan tersebut sekaligus terwujud kasih karunia-Nya yang besar atas manusia. Jika Allah demikian berkenan kepada manusia maka cara kita menjawab panggilan tersebut haruslah dengan hormat. Gereja sebagai persekutuan yang dipanggil adalah warga gereja yang menjawab panggilan tersebut dengan memanfaatkan kehidupan anugerah-Nya.
Menurut ukuran Kristus memang setiap kasih karunia berbeda namun dalam pikiran yang terpusat pada Kristus menjadi ikatan damai sejahtera. Perbedaan kasih karunia bukan alasan untuk tercerai berai sebab kesaksian apakah yang bisa ditampilkan dari cara hidup yang tidak tertib?.
Bagi kita dewasa ini menjadi pengajaran yang penting bahwa warga gereja hidup dalam kesatuan yang bernilai tinggi sekalipun karunia kita berbeda. Kita semua telah mengalami karya Kristus yang mengharuskan kita untuk terus bertumbuh mengarah pada kedewasaan penuh (ayat 13). Dengan demikian panggilan kita tidak mudah mengalami erosi sekalipun penderitaan dan pergumulan bisa kita alami. Panggilan kita tetap bernilai tinggi sebab cara kita menjawab setiap pergumulan dan penderitaan tidak merendahkan nilai kehidupan kita.
Sahabat terkasih
Melalui pengajaran inilah hendak dikemukan kepada setiap warga gereja, peliharalah kesatuan suci yang tidak terbentuk karena upaya manusia tetapi kasih karunia-Nya. Bangunlah kehidupan yang terus bertumbuh mengarah pada kedewasaan penuh sehingga kita tidak mudah terombang-ambing oleh pengajaran yang keliru.
Berdirilah teguh dalam panggilan masing-masing sesuai dengan karunia-Nya dan jawablah panggilan-Nya dengan cara hidup yang bermutu, cara hidup yang berkualitas. Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|