aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 26290 x

Khotbah
Selasa, 28 Agustus 2012
IBRANI 13 : 1 - 5
PERTUMBUHAN KELUARGA ALLAH

KHOTBAH SERIAL KE-1
PERTUMBUHAN KELUARGA ALLAH
IBRANI 13 : 1 - 5

Pendahuluan.

Berpuluh-puluh kali dalam sehari, hakim mengetukkan palunya di meja hijau dan mengucapkan kata-kata yang menyedihkan: " permohonan untuk perceraian diluluskan." Pernikahan yang dimulai dengan kesukaan itu telah diakhiri dengan kekecewaan. Apa yang mula-mula nampaknya gemerlap di mata pasangan-pasangan itu, sekarang berubah menjadi kesuraman. Sesuatu yang dimulai dengan kegembiraan dan harapan, telah diakhiri dengan kepahitan dan permusuhan. Ada tragedi lain yang tidak begitu digembor-gemborkan, tetapi sama menyedihkan seperti perceraian yang resmi. Ini adalah perceraian secara psikologis, yaitu pasangan yang tetap hidup bersama tetapi komunikasi di antara mereka sedikit sekali. Hubungan suami istri hancur, de yure suami istri, de facto pernikahan mereka telah mati.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Penyebab bisa bermacam-macam, mulai dari suami yang memiliki WIL alias wanita idaman lain atau istri yang menggandrungi PIL alias Pria idaman lain sampai persoalan yang seolah menjadi langganan seperti bencana alam di negeri kita yakni masalah ekonomi atau materi.

Jemaat yang terkasih,
Pertumbuhan bukan hanya soal bertambah banyak, pertumbuhan bukan hanya sekedar bertumbuh, tetapi bertumbuh dan berbuah ( Yoh 15 : 4 ). Jadi setiap suami istri yang mau bertumbuh dan berbuah syarat utama harus dalam Yesus Kristus.
Belajar dari apa yang dituturkan oleh penulis Ibrani, paling tidak kita dapat belajar tiga hal supaya keluarga kita menjadi keluarga yang bertumbuh
Pertama, hidup saling mengasihi dan menghormati. Kasih adalah dasar dari keluarga, oleh sebab itu mengasihi bukan hanya tugas seorang suami tetapi juga seorang istri (Titus 2:4-5). Perempuan diciptakan oleh Allah dengan tujuan menjadi penolong bagi laki-laki. Jadi istri adalah "penolong" bagi suami bukan penodong atau perongrong. Demikian pula dengan para suami harus mengasihi istri dengan tulus, jujur dan sungguh-sungguh. Didalam menanggung beban suami istri harus saling tolong menolong (Gal 6:2). Hidup tolong menolong adalah bukti bahwa orang itu saling mengasihi, seperti memberi tumpangan kepada yang membutuhkan dan memperhatikan orang hukuman dan orang yang diperlakukan sewenang-wenang ialah bukti dari kasih persaudaraan (Ibrani 13: 1-3)
"brotherly love" is literally the Greek word (Philadelphia) it is composed of two root words phileo (tender affection) and adelphos (brother).

Mengasihi sesama bisa lebih mudah kalau tidak kenal tetapi kalau sudah kenal bagaimana bisa. Jeleknya ketahuan, kalau tidur ngorok ya ketahuan. Jadi sebenarnya untuk hidup dalam mengasihi sesama kelihatan sepele padahal susah, karena ya itu tadi ketahuan belangnya. Justru disini kekristenan menjadi berkualitas sebab yang dikasihi bukan orang sempurna.
Suami istri tidak sempurna, maupun sempurna ya boneka Barbie...sempurna bentuknya tapi mati. Jadi arti philkadephia adalah mengasihi dalam keadaan jelek. Love Strangers (Exercise Hospitality) (v. 2) "Do not forget to entertain strangers, for by so doing some have unwittingly entertained angels." Our first responsibility is to our brothers and sisters in Christ, but our responsibility does not end there. The word translated "entertain" in the NKJV is (philoxenias) or "love of strangers." A stranger by definition is someone we do not know personally.

Romans (12:13) Paul exhorts the believers to be "given to hospitality" or literally to "pursue hospitality." But I want to share again because I believe it has some powerful points to make about hospitality.
"Hospitality means being friendly to strangers, not just having friends over. Christian hospitality differs from social entertaining. Entertaining focuses on the host - the house has to be spotless; the food must be well prepared and abundant; the host must appear relaxed and good-natured.. Hospitality, in contrast, focuses on the guest. Their needs - whether for a place to stay, nourishing food, a listening ear, or acceptance - are the primary concern. Hospitality can happen in a messy home. It can happen around a dinner table where the main dish is canned soup. It can even happen when the host and the guest are doing chores together. Believers should not hesitate to offer hospitality just because they are too tired, too busy or not wealth enough to entertain."


Dengan melayani secara baik maka suami istri dimungkinkan untuk memberi yang terbaik. Hospitality adalah keramahan yang mucul dalam relasi suami istri.
Maka hospitality menjadi entertain - keramahan menjadi menghibur.

Kedua, menjaga kekudusan keluarga. (ayat 4) Kekudusan perkawinan sangatlah berharga dihadapan Allah sebab kekudusan perkawinan pada dasarnya mencerminkan kekudusan Allah. Oleh sebab itu diperintahkan: " Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. Suami istri harus menjaga kekudusannya sebab dengan demikian mereka diberkatin oleh Tuhan dan menjadi alat bagi kemuliaan-Nya.


1, SEWAKTU KITA HIDUP KUDUS, ANAK DIINGATKAN BAHWA DI TENGAH DUNIA YANG KOTOR, MASIH ADA ORANG YANG HIDUP KUDUS. Oleh karena kita dilahirkan dalam dosa, maka dorongan alamiah pada diri kita adalah untuk berdosa. Dan, oleh karena kita hidup di dalam dunia yang telah tercemar oleh dosa, maka arah hidup kebanyakan orang di dunia adalah menuju dosa pula.
Itu sebabnya makin anak bertumbuh dewasa, makin ia harus bersentuhan dengan dosa. Makin ia bertumbuh dewasa, makin sering ia berhadapan dengan pilihan menaati Tuhan atau berdosa. Nah, di titik genting ini, penting bagi anak untuk diingatkan bahwa di dunia masih ada orang yang hidup kudus yaitu kita, orangtuanya. Jika anak tidak dapat melihat kita sebagai orang yang hidup kudus, maka makin melemah pulalah dorongan dan tekadnya untuk hidup kudus.

2, SEWAKTU KITA HIDUP KUDUS, ANAK PUN BERKESEMPATAN UNTUK BELAJAR BAGAIMANA HIDUP KUDUS. Makin anak dewasa dan bertemu dengan beragam manusia, makin besar godaan untuk menyamaratakan semua orang sebagai orang berdosa. Masalahnya adalah, manakala kita menyimpulkan bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna, maka makin besarlah godaan untuk mengatakan bahwa tidak mungkin kita dapat hidup kudus.
Anak perlu tahu bahwa bukan saja masih ada orang yang hidup kudus, tetapi juga bahwa ia pun dapat hidup kudus. Nah, untuk itu ia perlu belajar bagaimana hidup kudus dari kita. Sudah tentu pelajaran pertama hidup kudus adalah melihat contoh konkret hidup kudus. Sewaktu anak melihat kesetiaan kita kepada Kristus dan keluarga, ia melihat hidup kudus. Sewaktu ia melihat kesungguhan kita melayani Tuhan, ia melihat kekudusan. Sewaktu ia melihat kejujuran kita, ia pun melihat kekudusan.
Selain dari melihat, anak pun perlu mendengar bagaimanakah kita menghadapi pencobaan. Kita semua adalah manusia yang terbuat dari darah dan daging yang telah tercemar oleh dosa, itu sebabnya kita dapat dicobai dan mungkin sekali, kita pun pernah jatuh ke dalam dosa. Nah, sesuai dengan usia dan kondisi kehidupan anak, bagikanlah pengalaman hidup bergumul dengan dosa. Ceritakanlah kekalahan dan kemenangan kita agar anak mengerti dengan realistik bagaimanakah ia pun dapat mengatasi pencobaan.
Tatkala anak mendengar pengalaman kita bergumul dan menghadapi pencobaan dosa, bukan saja ia akan dikuatkan untuk bertahan, ia pun mungkin akan dapat menemukan jalan keluar yang dibutuhkannya. Ia pun diingatkan bahwa ia pun manusia sama seperti kita dan bahwa kenyataan ia tergoda, tidak berarti bahwa ia terlebih buruk dari kebanyakan orang. Sebab ternyata, pergumulannya tidak jauh berbeda dengan kita semua.


3, SEWAKTU KITA HIDUP KUDUS, ANAK MELIHAT INDAHNYA DAN SUKACITANYA HIDUP DALAM KEKUDUSAN. Kadang orang beranggapan bahwa hidup kudus adalah hidup yang menyedihkan. Anggapan ini amatlah keliru ! Hidup kudus adalah hidup yang membahagiakan karena hanya di dalam kekudusan terdapat sejahtera.
Hidup dalam kekudusan membuat kita jauh dari kecemasan. Kita tidak perlu menyembunyikan diri dan kita bisa hidup dengan merdeka. Hidup dalam kekudusan membuat kita sejahtera sebab tidak ada konsekuensi dosa yang tengah menanti. Hidup dalam kekudusan membawa kebahagiaan bagi Tuhan dan ini membuat hati bersukacita. Sewaktu anak melihat "manfaat" hidup kudus, ia pun lebih terdorong untuk mengikuti jejak kita hidup kudus.
Firman Tuhan
Mazmur 84:12 berkata, "Sebab Tuhan adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela." Inilah janji Tuhan kepada kita yang hidup kudus-hidup tidak bercela. Ia akan melimpahkan kita dengan kebaikan, kasih dan kemuliaan.
Ketiga, percaya akan pemeliharaan Tuhan (ayat 5 - 6) Tidak dapat dipungkiri bahwa kecintaan akan materi secara berlebihan telah menjadi budaya umum dalam masyarakat. Segala sesuatu diukur berdasarkan kepemilikan atas materi. Demikian pula dalam kehidupan keluarga, masalah ekonomi, keinginan akan materi seringkali menjadi pemicu bagi retaknya bangunan kokoh sebuah keluarga. Oleh sebab itu diperingatkan: " Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu." Pemujaan akan uang pada hakekatnya ialah pengingkaran akan Allah. Pengingkaran bahwa Allah memiliki kesanggupan oleh kuasa-Nya untuk memelihara kehidupan kita dari sehari ke sehari. TERPUJILAH TUHAN.
Membangun di atas dasar Emas, Perak dan Permata.
Itulah sebabnya Alkitab berkata: "Entahkah orang membangun diatas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing2 orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dgn api dan bagaimana pekerjaan masing2 orang akan diuji oleh api itu. Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian...dst" (1 Kor. 3:12-15).
perhatikan! Alkitab mencatat bahwa ada kualitas Unggul yg membuat perbedaan ketika api datang. Yaitu terbuat dari bahan/materi yg tahan api (panas), yaitu:
EMAS, PERAK DAN BATU PERMATA.

Mari kita selidiki sifat2 ketiga bahan/materi ini...
a. Emas, sifatnya: Tahan karat, Logam mulia indah (Ezr.8:27, Yes.13:12), sangat mahal harganya, berkilau (Mzm.68:14), lentur (fleksibel), tidak gampang patah, sulit dilebur (tahan panas tinggi, sampai ribuan derajat celsius) (Kel.32:3-4, Ams.17:3, Za.13:9, 1 Ptr.1:7), dan merupakan perhiasan sorga (Why.21:18,21).
b. Perak, sifatnya: Tahan karat, Logam mulia, sangat mahal harganya, lentur (fleksibel), tahan panas tinggi (Yeh.22:20-22, Ams. 17:3, Za.13:9), warnanya putih dan berkilauan (Why.68:14-15).


c. Batu Permata, sifatnya: Tahan karat, Batu yg bercahaya (Yeh.28:14-16), sangat mahal harganya, tahan terhadap tekanan krn dlm proses pembuatannya maka permata harus digilas, digosok atau dipoles dgn "mesin pengasah" secara berulangkali, setelah itu terlihatlah gemerlap dan kilau cahayanya. Permata ini juga merupakan perhiasan yg sgt berharga, juga ada di sorga (Why.21:11, 18-21).
perhatikan!Bhw ketiga bahan tsb di atas (emas, perak, batu permata) ini memiliki kesamaan, yaitu tahan tekanan/panas tinggi.
Contoh dari orang2 yg tahan diuji imannya: Henokh (Kej.5:22-24, Ibr.11:5), Yusuf (Kej.37 s/d 50), Paulus (2 Kor.4:8-10, 2 Kor. 6:4-10, 2 Kor.11:23-31, 2 Kor.12:10, Flp.4:11-13).

Maka PERTUMBUHAN KELUARGA HANYA MUNGKIN TERJADI JIKA :


1. Hidup saling mengasihi.

2. Menjaga kekudusan.

3. Percaya pada pemeliharaan Tuhan.


MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERIH LELAH KITA TIDAK SIA-SIA. AMIN


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518