Dibaca : 19625 x
KhotbahSelasa, 31 Desember 2019 Yesaya 61:1-9 AKHIR TAHUN BUKAN AKHIR BERKAT

Sahabat-sahabat yang Tuhan Yesus kasihi,
Waktu dalam perspektif filsafat bukanlah detik dan menit serta jam dan seterusnya sebab waktu bukanlah kalender. Jika kalender bersifat imanen maka waktu bersifat transenden sebab waktu diciptakan oleh Allah. Allah sang penguasa waktu adalah Allah menempatkan waktu sedemikian penting sehingga bagi kita berkat-Nya berlangsung sepanjang waktu. Waktu tidaklah membatasi ruang karya Allah sebaliknya karya Allah dalam waktu membuat setiap orang percaya tiba pada rasa takjub sebab Allah sendiri yang telah memberi petunjuk dan nasihat.
Yes 48:17
Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.
Allah adalah Allah yang terus berkarya dalam lintasan waktu sehingga setiap penolakan untuk patuh terhadap karya Allah berarti menolak Allah. Manusia yang menolak patuh adalah manusia yang nilai kemanusiaannya tergerus oleh dosa. Dalam keadaan demikian maka waktu yang sepenuhnya ciptaan Allah menjadi waktu yang tidak bermakna.
Di sisi lain narasi tentang pembebasan merupakan idaman bagi manusia apalagi ketika berada dalam situasi yang sulit. Narasi pembebasan adalah narasi penting bagi kehidupan umat sebab hanya dalam suasana pembebasan waktu milik Allah dapat bermakna dalam setiap karya manusia.
Dalam bacaan hari ini kita diperhadapkan dengan pernyataan yang kuat dari sang nabi bahwa ia mendapat otoritas penuh dari Allah melalui karya Roh Kudus. Sang nabi menyuarakan berita demikian:
1. Roh Allah (ayat 1) ada padaku melalui pengurapan, maka mereka yang mengalaminya yakni pengurapan itu adalah umat kepunyaan Allah sendiri. Yes 43:1 `Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku�. Melalui pernyataan ini hendak dikemukakan bahwa setiap mereka yang telah membuka dirinya dikuasai Roh Kudus adalah mereka yang bersyukur sebagai umat kepunyaan Allah. Ketika memahami jatidiri sebagai umat kepunyaan Allah maka mereka tidak lagi dikuasai oleh kekuatan manusia sebaliknya setiap bentuk kekuasaan manusia tunduk pada kuasa Allah.
Hadirnya Roh Allah sekaligus menunjukkan bahwa kita diutus untuk terus menyampaikan kabar baik yakni kebenaran Allah, yakni Ia benci pada kejahatan, Ia benci pada kesombongan, Ia berhadapan dengan setiap pengkhianat. Jika Roh Allah ada padaku maka hal itu berarti kita istimewa dimata Allah dan sekaligus tugas-Nya juga istimewa bagi semua. Maka mengakhiri tahun 2019 ini kita perlu menghayati dengan sungguh-sungguh bahwa Dialah yang telah membebaskan kita dari setiap persoalan yang membelenggu kita. Allah adalah Allah yang tidak pernah kompromi dengan siapapun yang hendak menghempaskan kita sebagaimana dikemukakan dalam Yesaya 43:4a `Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau�. Maka berada diakhir tahun 2019 merupakan kemenangan kita sebagai umat Allah yang bukan sekedar melintasi waktu ciptaan-Nya tetapi sekaligus menjadi pembawa berita baik, bahwa Ia harus semakin besar dan kita harus semakin kecil. Dengan begitu maka malam akhir tahun ini kita semua diundang memasuki pengakuan yang sama bahwa Tuhan selalu menyertai kita.
2. Hadirnya Roh Kudus membawa antusiasme pembangun tetap berlangsung ( aya 3-5). Sang nabi mengingatkan umat bahwa pentingnya pembangunan Bait Allah. Setiap bentuk pembangunan Bait Allah hendak meneguhkan umat bahwa Allah adalah Allah yang terus berkarya karena pembangunan Bait Allah menjadi tanda kesetiaan umat. Pembangunan Bait Allah hendak meneguhkan betapa pentingnya keterlibatan Allah dalam kehidupan umat. Keterlibatan Allah menjadi energy bagi umat untuk terus melanjutkan karya mereka. Pembangunan pusat peribadahan bagi umat sekaligus menunjukkan bahwa mereka adalah Imam Tuhan dan pelayan Allah kita (ayat 6). Sungguh suatu berita yang menggerakkan semua potensi umat sebagai umat Allah.
Bagi kita saat ini ketika akan mengakhiri tahun 2019 kitapun perlu memahami bahwa Allah terlibat dengan kita dalam pembangunan di ruang keluarga dan ruang usaha dalam lingkaran besar ruang pelayanan. Allah adalah Allah yang bekerja menuntun kehidupan kita semua sepanjang tahun 2019. Keberadaan kita sebagai umat-Nya dengan imam Tuhan dan pelayan Allah kita memberi tanda betapa dekatnya hubungan yang dimulai dari insiatif Allah.
3. Penyertaan-Nya berkesinambungan (ayat 9)
Ayat 9 ini menjadi pernyataan bahwa Allah yang tidak terbatasi oleh waktu adalah Allah yang memberkati setiap waktu. Tidak dibatasi oleh waktu yang mebelenggu. Maka akhirnya di ujung tahun 2019 ini kita bersyukur bahwa akhir tahun berkatnya tidak berakhir.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|