Dibaca : 19984 x
KhotbahMinggu, 15 Desember 2019 Zefanya 3:9-15 SETIALAH PADA TUHAN

Sahabat yang Tuhan Yesus kasihi
Kesetiaan adalah awal dari sebuah persekutuan antar umat manusia yang jika diabaikan akan menyisakan kepiluan. Hidup yang setia bertolak dari sebuah pemahaman bahwa Allah adalah Allah yang setia. Dalam perspektif demikian maka kehadiran selaku umat yang setia adalah sebuah gaya hidup yang menghasilkan sukacita.
Kesetiaan umat kepada Allah merupakan pintu masuk menuju sukacita yang hakiki yakni kehadiran-Nya sebagai alasan yang kuat. Tindakan pemulihan yang diberlakukan oleh Allah bermuara pada kesetiaan yang diberlakukan oleh umat. Kesetiaan yang demikian bukan syarat untuk Allah berlaku setia dalam tindakan-Nya sebab hakikat-Nya adalah setia. Kesetiaan tidak hanya terjadi dalam ucapan (ayat 13) tetapi muncul dalam aksi peribadahan. Inilah bentuk pemulihan yang sesungguhnya dimana umat Allah menjadi umat yang memberlakukan kebajikan. Maka melalui bacaan ini kepada kita dikemukakan pembelajaran yang penting yakni:
1. Setia Artinya Tahu Menilai Diri.
Setiap orang yag mengenal dirinya sendiri tentu akan mengakui bahwa kehidupannya tidak bisa terlepas dari Dia. Hanya kesombongan dan keangkuhan yang dapat mewujudkan kebohongan dan pengkhianatan. Kesombongan dan keangkuhan akan menjadi daya dorong yang kuat untuk melepaskan diri dari pemeliharaan Allah sehingga berujung bencana. Ketika setia menjadi tindakan yang bernilai tinggi maka kesetiaan tersebut adalah jawaban terhadap kesetiaan Allah.
Maka kepada kita semua hendak disampaikan tujuan pembelajaran yang pokok yakni kehidupan yang tidak dikuasai dengan kesetiaan adalah kehidupan yang tidak bernilai. Ketika kita setia kepada Allah maka sebenarnya kita sedang mewujdukan pengakuan bahwa nilai diri kita amatlah mahal. Setia pada Allah selalu bertumpu pada pengakuan bahwa Dialah yang telah menempatkan kita sebagai pribadi dalam komunitas yang bermutu. Artinya kehidupan kita tidak digirig oleh kemauan diri sendiri tetapi selalu menyadari kebajikan yang bersumber dari kesetiaan-Nya. Maka dengan mengenal diri sendiri kita semakin mengenal keberadaan kita yang rapuh dan ringkih dan karena itu memerlukan Allah yang setia (band Mazmur 33:18)
2. Setia Artinya Tahu Apa Arti Pengharapan
Dalam kesetiaan kepada Allah maka setiap orang tahu persis harapan apakah yang terkandung dalam kesetiaan kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak pernah dipermalukan. Hidup yang berpengharapan adalah hidup yang bertumpu pada kesetiaan Allah (Ratapan 3:22-23). Di tengah berbagai kemelut kehidupan maupun di tengah tekanan dosa yang merusak, maka kesetiaan Allah merupakan kuasa yang memberi pengharapan baru.
Dalam kehidupan yang demikian maka kesetiaan Allah menjadi petunjuk kuat bahwa pengharapan yang terkandung dalam diri-Nya tidak pernah mengecewakan. Maka hidup dalam pengharapan dapat membuka ruang pemulihan sebagaimana dialami oleh umat yang setia. Dalam konteks ini hendak dikemukakan bahwa mengejar kehidupan yang berkualitas senantiasa diawali dengan penghayatan terhadap kesetiaan Allah (band. 1 Tim. 6:11)
Maka hadirlah dalam kesetiaan yang sejati yang tidak didasarkan pemahaman sebagai syarat bagi tindakan Allah. Sebab jika demikian yag terjadi maka manusiatidak pernah mampu memahami kasih setia Allah yang besar. Marilah kita senantiasa menilai diri sendiri sehingga kita bisa memahami betapa berharganya keehidupan anugerah-Nya.
Pada saat yang sama kita tahu bahwa pengharapan kita kepada Allah yang setia adalah pengharapan yang berwukud pada tindakan ibadah. Sebuah peribadahan yang selalu dihayati sebagai peribadahan yang menukik pada realitas yakni ibadah yang sejati (Roma 12:1). Dalam pemahaman yang demikianlah maka Minggu Adven menjadi bermakna karena didasari pada kepastian bahwa hanya oleh pertolongan Allah kita menjadi berarti. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|