Dibaca : 25763 x
KhotbahSabtu, 23 Nopember 2019 Rut 4:11-14 MEMAHAMI BATAS DALAM KETERBATASAN

Sahabat yang terkasih dalam Yesus Kristus
Pemikiran tentang "batas" menjadi penting bagi manusia sebab dengan memahaminya maka manusia dimungkinkan untuk mematuhi batasan yang berlaku. Batas tidak selalu hadir secara eksplisit tetapi dapat pula hadir dalam pikiran dan perasaan manusia. Manusia yang menyadari "batas" adalah manusia yang mengerti tentang "teritori" dimana ia hadir. Batas menjadi ukuran yang menukik pada pemahaman bahwa manusia adalah mahluk terbatas.
Dalam keterbatasan manusia, ia perlu memahami bahwa ada batas yang tidak dapat dilalui. Kehadiran pemahaman manusia sebagai mahluk terbatas sekaligus memerlukan kesadaran bahwa dirinya adalah mahluk yang tidak terbatas. Tidak terbatas dalam imajinasi, mimpi dan kreatifitas sebab bukankah manusia adalah puncak penciptaan?
Narasi bacaan saat ini menunjukkan bahwa di pintu gerbang (ayat 11) yang menjadi ruang perkumpulan dan keputusan menjadi "batas" bagi pihak-pihak yang terlibat. Bagi Boaz, pintu gerbang adalah keputusan penting untuk menebus Rut sekaligus menjadi "batas" penderitaan Rut bersama Naomi. Pintu Gerbang menjadi saksi bahwa yang terbatas mengalami perubahan teritori. Pintu gerbang menjadi saksi bahwa masa lalu ada batasnya dan masa depan dimulai. Bagi perempuan-perempuan yang hadir (ayat 14) pintu gerbang adalah kesaksian indah tentang seorang perempuan Moab yang melampaui batas memasuki teritori yang baru.
Maka pengajaran bagi kita ialah:
1. Pahamilah adanya batasan dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Manusia adalah mahluk terbatas yang sekaligus mampu menghayati tiada batasnya kasih Allah. Manusia perlu menghayati bahwa keterbatasannya adalah ruang dimana Allah menjumpainya secara tidak terbatas. berbuat baik adalah keadaan yang tidak boleh dibatasi sebab dalam perbuatan baiklah seseorang memahami kebaikan Allah dalam hidupnya.
Pergumulan ada batasnya demikian juga sukacita sehingga manusia yang memahami batasan ini akan semakin arif menghadapi persoalan dan teduh dalam sukacita.
2. Pahamilah adanya kasih karunia Tuhan yang tanpa batas (ayat 13). Dititik inilah Rut dan Boaz memang terbatas pada teritori mereka tetapi kasih karunia Allah tidaklah terbatas untuk membangun sebuah generasi yang percaya kepada-Nya sekalipun tidak melihat. Jangan biarkan seorangpun membuat diri menjadi terbatas sebab manusia yang membatasi kemanusia orang lainb adalah manusia yang tanpa sadar membatasi dirinya. Dengan menyertakan Allah dalam kehidupan yang terbatas maka semua segala sesuatu menjadi terbuka dengan lanskap yang semakin terbentang.
3. Pahamilah bahwa segala kebajikan sekarang tidak pernah mati begitu saja sekalipun raga dapat berjumpa dengan kematian. Tetapi karya keselamatan Allah yang berpihak pada kehidupan akan menghadirkan kehidupan. Kebajikan sebagai sifat Allah yang ketika dimunculkan manusia menjadi berarti sekalipun manusia terbatas. Hal ini penting dihayati agar supaya sedikit kebajikan selalu bergema di ruang hati Allah. Hal ini penting agar banyaknya kebajikan tidak pernah mengurangi luas hati Allah. Jadi manusia mensyukuri segala kebajikan Allah yang melampaui `batas� untuk menjumpai manusia yang terbatas agar manusia mengalami kebajikan-Nya.
Pengajaran ini mendasar sebab setiap kebajikan tidak akan berlalu begitu saja dalam dinginnya angin bulan November. Sebaliknya setiap kebajikan menghantar kehangatan sang mentari yang menjumpai manusia. Peristiwa di pintu gerbang menjadi tanda bahwa setiap air mata akan kering, setiap canda ria ada masanya, setiap duka akan berubah dan setiap suka ada waktunya. Namun disemua peristiwa yang terjadi jangan pernah abaikan kasih karunia Allah yang besar. Sehingga sekalipun manusia terbatas, manusia tetap mengalami kasih karunia Allah yang besar. Jangan lelah untuk menghadirkan kebajikan sebab dengan mengetahui `batas� maka manusia semakin arif dan tertunduk di hadapan-Nya.
Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita mewujudkan kebajikan tidak pernah sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|