aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19397 x

Khotbah
Minggu, 27 Oktober 2019
Yoel 2: 18-27
ALLAH KEHIDUPAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA

ALLAH KEHIDUPAN DAN KEHIDUPAN MANUSIA


Sahabat-sahabat terkasih



Menghubungkan Allah dengan segala peristiwa merupakan hasil dari kepekaan olah pikir dan olah rasa sebagai puncak dari keterhubungan Allah dan manusia. Mencari dan memahami konektifitas yang utuh antara Allah dan realitas merupakan usaha serius yang membutuhkan pendalaman batin. Usaha seperti ini bukanlah sebuah pelarian sehingga menempatkan kehadiran Allah dalam hubungan dengan manusia sebagai kreasi imajinasi. Allah yang transenden dalam perjumpaan dengan manusia membuka ruang kehidupan yang ditanggapi dengan rasa syukur yang mendalam. Kesediaan Allah untuk menjumpai manusia sekaligus adalah kesediaan-Nya untuk terhubung dengan segala peristiwa yang dijumpai manusia. Allah imanen adalah Allah yang kemampuan-Nya mengatasi jurang yang memisahkan-Nya dengan manusia memungkinkan Ia memasuki semua area kehidupan.



Dalam pespektif inilah pesan dari kitab Yoel menjadi penting karena seluruh peristiwa bencana bersumber dari ketidaktaatan manusia terhadap ketaatan Allah mengasihi manusia. Tanah menjadi ruang perjumpaan antara Allah kehidupan dan kehidupan manusia. Tanah tidak sekedar ruang kehidupan manusia tetapi sekaligus menjadi bukti kehadiran Allah yang menghidupkan segala cipataan-Nya (ayat 21- 22). Relasi tanah, binatang dan manusia ditempatkan dalam keterhubungan yang seharusnya menghidupkan dalam kesadaran bahwa yang dipuja adalah Allah yang menghidupkan bukan tanah pada dirinya.



Di sisi lain bersukacita karena Allah yang menghidupkan adalah undangan memasuki ruang perjumpaan yang baru. Ruang kehidupan manusia yang tidak dikooptasi oleh pembangkangan tetapi dipahami sebagai wujud pertobatan. Apa yang dinarasikan oleh Yoel menjadi titik penting dalam menghayati kembali kesetiaan Allah yang menghidupkan sebab Ia tidak pernah berpihak pada kematian. Kehidupan manusia adalah gambaran tentang luasnya karya Allah yang menghidupkan sebab kecenderungan manusia yang mematikan harus dipangkas. Dosa pemberontakan terhadap Allah yang dilakukan di ruang privat namun akibatnya juga terjadi di ruang publik. Dosa yang dilakukan secara personal akan berdampak komunal dan berujung maut (band.Galatia 5:9, 1 Tes 4:7)



Sahabat yang Tuhan kasihi



Maka apa yang dikemukakan dalam bacaan ini menunjukkan dua hal penting untuk diperhatikan dimasa kini yakni:



1. Ketaatan pada Allah bukanlah bukti kebajikan tetapi wujud pengakuan bahwa Ia adalah Allah yang menghidupkan. Ruang tinggal dan ruang usaha kita terpengaruh oleh ketaatan kepada-nya sehingga menjadi ruang kesaksian tentang kehidupan yang actual. Ketaatan kepada Allah menjadi ritual kehidupan yang bertolak dari pengakuan bahwa Allah adalah Allah yang menghidupkan dalam kasih-Nya yang menggerus setiap praktek kematian. Dari sinilah dapat dimengerti betapa pentingnya keterlibatan Allah yang menghidupkan sebab jika tidak demikian maka kehidupan manusia akan menuai kebinasaan. Dari pemahaman inilah muncul kesadaran diri bahwa kehidupan tidaklah mudah tetapi berpengharapan di dalam-Nya akan menuai sukacita. Menyadari bahwa Allah adalah Allah kehidupan akan berujung pada kehidupan manusia yang senantiasa taat kepada-Nya sebagai ketaatan hidup dan bukan wajib taat.



2. Pengetahuan manusia tentang Allah harus dibebaskan dari belenggu yang menghalangi sekalipun manusia tidak dapat memahami-Nya secara utuh. Namun pengetahuan tentang Allah memberi makna yang berujung pengakuan bahwa Ia hadir di antara manusia (ayat 27). Ia hadir karena Ia tidak dapat menyangkal hakikat diri-Nya yakni kasih. Ia mengasihi manusia dalam karya yang bersifat menghidupkan supaya manusia memuja dan mengakui-Nya di seluruh area kehidupan. Allah menghidupkan ruang keluarga dan ruang usaha supaya setiap keluarga dan usaha tidak mengalami kematian. Keluarga dan usaha menjadi kesaksian yang hidup bahwa Allah adalah Allah yang menghidupkan.



Maka hormatilah kehidupan yang dianugerahkan-Nya sebab kita sendiri tidak dapat menciptakan kehidupan yang bermakna tanpa melibatkan-Nya. Dialah yang besar, Dialah yang Agung dan mulia sehingga memuja-Nya berarti tunduk dan taat pada kasih-Nya yang menghidupkan. Bersyukurlah kita yang mendapat kehidupan dan memakai kehidupan kita untuk mengagungkan-Nya sang Sumber Kehidupan.

Maju terus bersama Tuhan Yesus, sebab dalam persekutuan dengan-Nya kehidupan kita menjadi berarti dan tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518