Dibaca : 20470 x
KhotbahMinggu , 6 Oktober 2019 Rut 2 : 1-14 KEPUTUSAN UNTUK SETIA DAN SETIA PADA KEPUTUSAN

Sahabat sahabat terkasih
Narasi tentang kesetiaan dalam kitab Rut hendak menguraikan betapa kesetiaan bukanlah hal mudah namun kesetiaan tidaklah sia-sia. Narasi yang dikemukakan dalam bacaan ini hendak mengarahkan pikiran pada dua hal penting yakni keputusan untuk setia dan setia pada keputusan.
Kisah Rut adalah kisah perempuan yang membuat keputusan untuk setia pada Naomi setelah kesetiaan pada Kilyon tidak berumur panjang karena Kilyon meninggal ( Rut 1: 4-5). Kisah Rut memperlihatkan bernilainya sebuah keputusan memang tidak cepat akibatnya tetapi keputusan yang tepat akan berdampak pada kehidupan. Alur kisah yang diwarnai dengan keteguhan sebuah keputusan selalu dibingkai oleh kerja keras. Keputusan yang terbaik tidak pernah berdampak positif ketika hanya terletak dimeja pada pengambil keputusan. Keputusan yang terbaik adalah keputusan yang disertai dengan antusiasme mewujudkannya. Apalagi jika keputusan itu berhubungan dengan kehidupan. Kisah Rut dan Naomi adalah kisah ibu anak yang melampaui hubungan darah karena Israel dan Moab berada dalam keputusan Allah. Melalui kisah Rut inilah jangkauan keputusan Allah tidak terbatasi oleh perbedaan ketika jangkauan kasih Allah disambut dengan terbuka. Maka apa yang menjadi pesan dari kisah ini adalah:
1. Keputusan Untuk Setia
Sikap Naomi terhadap Rut adalah seorang perempuan yang memandang perempuan lainnya sebagai obyek. Keputusan Rut adalah keputusan seorang perempuan yang memandang perempuan lain sangat berarti. Ungkapan terkenal dari Rut sebagaimana di pasal 1: 16-18 mempertegas sebuah keputusan yang nampak biasa akan berujung luar biasa. Keputusan yang bersifat personal dan memberi pengaruh kepada komunal. Keputusan yang membuka sekat-sekat pembatas sehingga nampak bahwa sebuah keputusan memerlukan kesetiaan untuk terus terjaga dan terawat.
Di pasal dua ini diperlihatkan bahwa keputusan Rut bukanlah keputusan menjaga kenangan romantisme dengan Kilyon, tetapi keputusan yang membuatnya harus membungkuk di belakang para pekerja Boas. Keputusan untuk membungkuk bukanlah sebuah gagasan yang elegan sebab keputusan itu perlu dihindari. Apa yang dilakukan Rut dengan keputusan untuk membungkuk memberi perspektif yang baru tentang kehidupan yang seharusnya membungkuk di hadapan Allah.
Umat dengan keputusan untuk setia kepada Allah tidak pernah terealisasi dalam pengabaian terhadap SETIA MEMBUNGKUK. Apakah keputusan untuk setia adalah keputusan yang membungkuk ( Rut 2: 6-7) sebab bukankah kesetiaan hanya bernilai tinggi ketika dilakukan dengan membungkuk? Kita perlu membungkuk dengan setia kepada Allah sebagai sebuah keputusan eksistensial. Kita perlu waspada agar setiap karya kita adalah karya yang disertai sikap membungkuk. Keputusan Rut untu setia pada Naomi adalah sikapnya membungkuk di hadapan Allah (band. 2: 12). Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi kita yang merayakan Perjamuan Kudus. Apakah arti perjamuan ini ketika kita tidak membungkuk dalam kerja keras dan seperti pemalas yang meminta-minta. Apakah arti Perjamuan Kudus ketika kesetiaan pada Allah tidak membuat membungkuk pada sesama (band. Filipi 2:3). Keputusan untuk setia ke-ada Allah adalah keputusan untuk bersedia membungkuk di hadapan-Nya dan sesama. Pada titik itulah segala ritual kita menjadi berarti sebab dibangun dengan kemurnian hari yang berujung kputusan untuk setia dan kesediaan untuk membungkuk.
Setia Pada Keputusan
Di sisi lain sikap Rut menunjukan betapa pentingnya integritas yang dibangun melalui kurun waktu panjang. Rut yang setia pada keputusan sendiri adalah Rut yang mendapat apresiasi yang baik dari Boas yang juga baik (band 2: 4). Kesetiaan memeprtemukan dua hati yang meluap dengan kebaikan. Kesetiaan bukanlah sekedar kesederhanaan tetapi merupakan jati diri. Setia pada keputusan menghantar Rut pada sikap menghormati Naomi dan Boas. Setia pada keputusan mungkin tidak mudah tetapi setia pada keputusan mendapat kekuatan di dalam pertolongan Allah. Sikap Rut dan Boas adalah gambaran tentang sikap setia pada keputusan yang berujung pada sukacita.
Bagi kita dewasa ini komitmen untuk setia pada keputusan berhadapan dengan tantangan yang tidak mudah. Setia pada keputusan membutuhkan kebulatan hati sebab bisa saja mendapat penolakan. Di tengah gaya hidup yang mengabaikan kesetiaan maka setia pada keputusan merupakan jawaban yang cemerlang.
Apa yang diperlihatkan Rut dan Boas menjelaskan betapa pentingnya membangun kesadaran untuk setia pada keputusan. Itulah komitmen, itulah jati diri yang kuat dan kokoh dalam menghadapi beragam persoalan dan tantangan. Perjamuan kudus adalah sikap kita untuk setia pada keputusan yang Tuhan buat yakni mengasihi. Setia pada keputusan adalah setia pada Kasih-Nya yang tidak berubah, maka pandangan kitapun tidak berubah dan bergeser sediktpun dari-Nya.
Maju terus dalam Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin

Pdt. Alexius Letlora D.ThPendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta Arsip Khotbah:Minggu, 25 Juli 2026 HIDUP DALAM TERANGMinggu 21 Juni 2026 TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMAMinggu, 7 Juni 2026 PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARANMinggu, 24 Mei 2026 ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIAMinggu, 31 Mei 2026 KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAANMinggu, 19 April 2026 IRI HATI MEMADAMKAN KASIHJumat, 3 April 2026 GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYAMinggu 22 Februari 2026 UANG: KEPADA ATAU TENTANGMinggu, 5 April 2026 PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPANMinggu 15 Februari 2026 SPIRITUALITAS MEMBERIArsip Khotbah..
Last Searches:
Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518
Stack trace:
#0 {main}
thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518
|