aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19232 x

Khotbah
Minggu, 22 September 2019
Bilangan 27: 1-11
KEPEMILIKAN DAN PEREMPUAN

KEPEMILIKAN DAN PEREMPUAN


Kesadaran akan masa kini dapat memberi ruang bagi terbukanya kesadaran akan masa depan sebab tanpa masa kini akan terjadi keterputusan dengan masa lalu sebab bukankah masa kini tidak berdiri sendiri tetapi atas masa lalu dan masa depan. Tanpa kesadaran akan masa kini maka masa lalu tidak pernah menjadi pengalaman yang melengkapi dan masa depan menjadi tidak kokoh karena pondasi masa kini yang rapuh.



Maka setiap pribadi yang memahami keberadaannya (masa kini) dan didorong oleh kemauan kuat untukmemahami masa depan akan mejadi pribadi yang dewasa. Kedewasaan itulah yang ditunjukkan oleh perempuan-perempuan binti Zelafehad untuk menemui Musa dan mengemukakan pandangan dan pendapat mereka. Apa yang diperlihatkan merupakan sebuah pertanyaan keberadaan mereka dalam hubungan dengan tiadanya anak laki-laki. Anak-anak Zelafehad menunjukkan bahwa masa depan mereka bukanlah diterima begitu saja namun melalu perjuangan. Masa depan depan mereka tidak hadir sebagai barang jadi tetapi barang mentah yang terus mengalami perubahan ditangan mereka.

Kisah ini menunjukkan bahwa kehidupan bukanlah hal sederhana dan karena itu perlu diperjuangkan. Masa depan tidak datang dengan proposan yang menawan tetapi hadir dengan sejuta tantangan yang mendewasakan. Pemahaman tentang kisah anak-anak perempuan Zelafehad menunjukkan adanya hal penting yakni:



1. TIDAK ADA ANAK LAKI-LAKI (Bil. 27:1-3)

Ketiadaan saudara laki-laki dalam keturunan Zelafehad bukanlah alasan untuk meniadakan hak warisan mereka. Pada titik inilah diperlihatkan bahwa seseorang yang memahami keadaannya akan menolongnya untuk memasuki keadaan yang lebih baik. Gagasan yang dikemukakan adalah gagasan yang tidak disembunyikan dibalik kepentingan lain (ayat 4).

Sebuah pemikiran dikemukakan dan berhubungan dengan masa depan atas kesadaran menghargai masa lalu dan masa kini.

Melalui pengajaran ini hendak dikemukakan bahwa diri sendirilah yang menentukan masa depan. Perlu ada kemauan kuat untuk memasuki hari esok sebab tanah perjanjian bukanlah tanah subur tetapi yang harus digali kesuburannya. Bukanlah susu yang tersedia mudah tetapi melalui proses pemeliharaan, perawatan. Bukanlah madu yang diletakkan diatas pinggan emas tetapi yang didapatkan dari kecerdikan agar terhindar dari sengat lebah.

Pada masanya gagasan yang bernas dan cerdas akan menjadi karya yang diwujudkan dengan kesungguhan. Perubahan yang dihasilkan adalah kenyataan yang indah bahwa hak kepemilikan tidak memandang jenis kelamin, tetapi perlu diterangi dengan kesadaran diri yang tinggi.



2. KEPUTUSAN BERHIKMAT (ayat 7-11)

Keputusan Musa adalah keputusan yang arif dan bijak yakni dengan memperlihatkan semua persoalan ini kepada Allah (ayat 7). Sebagai pemimpin yang telah menjalani 40 tahun perjalanan adalah tahun-tahun yang membentuk pribadai Musa sebagai figur yang bergantung pada Allah.



Sikap Musa terhadap Allah bukanlah sebuah cara untuk bisa cuci tangan tetapi sebuah tindakan yang dipengaruhi oleh hubungan yang dekat. Misa memberi semua -ermasalah kepada Allah yang bersifat jangka panjang. Musa tidak memasuki ruang pemerintahan Allah, namun dengan membawa masalahnya kepada Allah, ia bersikap merendah di hadapan Tuhan. Hasilnya adalah keuntungan bagi keturunan Zelafehad dimana Allah berpihak pada mereka.

Gagasan yang hendak dikemukakan disini adalah bahwa keadilan dan kebenaran perlu diwujudkan dan bukan sekedar wacana. Narasi ini menunjukkan bahwa hanya dalam kehidupan yang dekat dengan Allah maka setiap keputusan selalu berhubungan dengan banyak pihak. Maka marilah kita hadir sebagai pribadi-pribadi yang memahami betapa baiknya Allah dan Ia mendidik kita untuk memahami bahwa kita memerlukan-Nya.

Maju terus bersama Tuhan Yesus sebab dalam persekutuan dengan-Nya jerih lelah kita tidak sia-sia. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518