aletlora.com
Doa adalah percakapan dengan Tuhan dan kesediaan untuk meng'amini' kehendak-Nya. Tetaplah 'bicara' dan setialah 'mendengar'. Itulah DOA.

Dibaca : 19492 x

Khotbah
Minggu 25 Agustus 2019
Daniel 1: 1-17
NAMA ADALAH IDENTITAS

NAMA ADALAH IDENTITAS




Nama seseorang tidak disematkan begitu saja oleh orangtua sebab diberikan dengan harapan dan tujuan kemasa depan. Memberi nama adalah sebuah tindakan penting sebab didalamnya ada cita-cita dan cinta. Itulah sebabnya dalam sebuah nama hendak ditegaskan adanya masa depan penyandangnya sehingga tidak ada seorangpun yang memberi nama secara asal-asalan. Maka perubahan nama Daniel menjadi Beltsazar (ayat 7) adalah simbol dari pengikaran terhadap identitas.



Perubahan nama merupakan tindakan yang hendak melumpuhkan nalar sebab dilakukan untuk kepentingan politis dan ekonomis. Penghapusan nama menjadi jalan masuk untuk meruntuhkan reputasi spiritual yang hendak dibungkam dengan makanan dari meja sang raja (ayat 😎. Penolakan Daniel adalah jawaban atas upaya melemahkan identitas sebagai umat Allah.



Kuasa memberi nama yang dimiliki manusia merupakan kuasa yang diberikan oleh Allah (Kej. 2: 19-20) sehingga manusia memiliki identitas sebagai pemberi nama. Maka jawaban Daniel atas kuasa memberi nama yang dimiliki oleh Aspenas (ayat 3) adalah jawaban yang bertumpu pada pengalaman imannya.



Disinilah letak perbedaan antara nama Daniel yang digantikan dengan Beltsazar. Daniel tidak memiliki hubungan iman dengan Beltsazar.



Di sisi lain kepandaian Daniel diakuinya sebagai anugerah Allah sehingga narasi pujian kepada Allah adalah tanggapan iman (Daniel 2: 23). Hikmat yang dianugerahkan kepada Daniel menjadi pemicu bagi Nebukadnezar memuji Allah (Daniel 2: 46-47). Hikmat inilah yang menundukkan hikmat Babel sehingga segala bentuk pengakuan tertuju kepada Allah (Band. Filipi 2: 11). Disini nampak bahwa sebuah nama yang merujuk kepada kuasa dan hikmat yang merujuk pada reputasi berujung pada puja dan puji kepada Allah yang dilakukan setiap orang.



Pesan Renungan



Tuhan mengenal kita dengan nama kita masing-masing sebab Tuhanlah yang memberi kuasa penamaan kepada kita. Artinya sebagai orang percaya di tengah situasi yang sulit, Tuhan tetap mengenal kita sebab Ia tahu siapa kita. Maka nama kita adalah akumulasi dari pengalaman iman sehingga memberi nama adalah tindakan iman. Mari kita mengingat siapa kita dengan pengenalan-Nya terhadap kita. Maka nama tidak sekedar nama tetapi pengakuan bahwa Allah berdaulat atas diri kita.



Kepandaian dalam mengolah pengalaman menjadi pengakuan bahwa dalam setiap nama terkandung kuasa Tuhan. Hikmat inilah yang perlu terus dikembangkan agar identitas kita adalah identitas yang diberkati-Nya. Kepiawaian kita dalam mengendalikan kuasa yang dimiliki merupakan anugerah yang dapat menjadi berkat. Tuhan mengenal kita dengan nama dan memberi kita kemampuan memberi nama, maka kuasa yang kita miliki adalah kuasa dengan nama bukan tanpa nama. Bersyukurlah atas nama yang kita miliki sehingga kuasa-Nya menjadi nyata dalam hikmat dan kepandaian yang kita miliki.

Maka hidup bisa saja bergemuruh dengan pergumulan namun identitas dan kepiawaian kita mengolah pengalaman iman dapat berujung kesaksian tentang siapakah Dia sesungguhnya. Kemampuan inilah yang akan memberi pengertian bagi kita bahwa nama kita punya arti maka hidup kita juga sangat berarti. Karena itu tetaplah cerdas mengurai persoalan sebab disitulah identitas kita sebagai orang percaya yang dikenal-Nya dengan nama kita. Amin


Pdt. Alexius Letlora D.Th
Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” Jakarta




Arsip Khotbah:

Minggu, 25 Juli 2026
HIDUP DALAM TERANG

Minggu 21 Juni 2026
TELADAN KRISTUS DALAM HIDUP BERSAMA

Minggu, 7 Juni 2026
PELAYAN KEBAJIKAN DAN KEBENARAN

Minggu, 24 Mei 2026
ROH KUDUS MENGANGKAT MARTABAT MANUSIA

Minggu, 31 Mei 2026
KETAATAN MENDATANGKAN KEBAHAGIAAN

Minggu, 19 April 2026
IRI HATI MEMADAMKAN KASIH

Jumat, 3 April 2026
GEMBALA BAIK MEMBERIKAN NYAWANYA

Minggu 22 Februari 2026
UANG: KEPADA ATAU TENTANG

Minggu, 5 April 2026
PASKAH: ALLAH YANG BERPIHAK PADA KEHIDUPAN

Minggu 15 Februari 2026
SPIRITUALITAS MEMBERI

Arsip Khotbah..

Mengenai Saya:

Pdt. Alexius Letlora D.Th

Saya adalah Pendeta di GPIB Jemaat “Sumber Kasih” DKI Jakarta.

Telah Melayani selama 35 tahun sejak desa Baras (Sulawesi Barat). Istri Conny Alma Letlora - Sumual, menjadi pendamping yang turut terlibat mendorong saya untuk semakin bertumbuh dalam pelayanan.
Kami diberkati 34 tahun yang lalu dan dikaruniakan anak-anak,  Linkan, Kezia dan Andrew sebagai anugerah Tuhan kepada kami. Kami sekeluarga bersyukur untuk semua kebaikan Tuhan dalam hidup kami.

MAJU TERUS BERSAMA YESUS SEBAB DALAM PERSEKUTUAN DENGAN-NYA JERI LELAH KITA TIDAK PERNAH SIA-SIA.
Popular:


KEKUATAN KELUARGA YANG BERSYUKUR
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI - DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
HIDUP BERPENGHARAPAN DI TENGAH MASA SULIT
GEREJA YANG MELAYANI DAN BERSAKSI DALAM PERSPEKTIF PEMBANGUNAN JEMAAT
SEPATU YANG BERLUBANG
MAKNA KEMATIAN YESUS (Jumat Agung)
KONFLIK DALAM KELUARGA KRISTEN

Last Searches:

Fatal error: Uncaught Error: Call to undefined function mysql_query() in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php:518 Stack trace: #0 {main} thrown in /var/www/vhosts/ratingtop.com/aletlora.com/index.php on line 518